Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

RINGKASAN LAPORAN EVALUASI MBE

Di bawah ini ada ringkasan laporan tim evaluasi yang disampaikan di depan Menko Kesra, Depdiknas, Depag, USAID dan program, serta donor lain, termasuk Bank Dunia dan Bank Pengembangan Asia (ADB) pada tgl. 8 Maret di Hotel Mandarin, Jakarta.

Penemuan Umum

Penempatan yang baik: Progam MBE sangat sejalan dengan kebijakan desentralisasi pemerintah Indonesia dan rencana strategis Depdiknas dan Depag, khususnya dalam hal peningkatan partisipasi masyarakat di sekolah, pengelolaan dan akuntabilitas melalui peningkatan kapasitas Komite Sekolah, serta penyediaan bahan pembelajaran dan lingkungan belajar yang lebih baik.

Perubahan yang sangat menonjol: Pada umumnya, sekolah-sekolah yang menerima bantuan MBE mengalami perubahan fisik yang sangat menonjol. Walaupun sekolah-sekolah tidak selalu dalam keadaan fisik yang sempurna, fasilitas fisik yang biasanya sudah tua diperindah dengan perbaikan kecil dan besar, yang sering diakukan para orang tua. Ruang kelas kebanyakan dicat baru dengan warna yang terang, dan banyak ruang kelas menjadi contoh pajangan tugas dan pekerjaan siswa dan/atau bahan-bahan pelajaran.

Semangat dan Kekuatan: Sekolah-sekolah yang dapat bantuan MBE dengan jelas menunjukkan meningkatnya semangat dan kekuatan yang tinggi. Kebanyakan ruang kelas telah meninggalkan pengaturan tempat duduk model teater dan berubah ke pengaturan dengan sistim kelompok kecil (4-6 siswa) dan guru-guru sering nampak mengawasi latihan-latihan yang terfokus kepada siswa.

Beberapa guru menuntun murid-muridnya dengan latihan-latihan dan teknik-teknik pembelajaran aktif yang terencana dan yang mungkin setara dengan yang terbaik, namun nampak bahwa mereka masih sedang mempelajari metode-metode yang baru diperkenalkan kepada mereka.

Pengelolaan Sekolah yang Meningkat: Dengan beberapa terkecualian, para pejabat di tingkat kabupaten/kota dan kepala sekolah menunjukkan praktik pengelolaan yang baik serta komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas.

Pada umumnya, para kepala sekolah telah mengembangkan rencana strategis untuk sekolah atas persetujuan dengan melibatkan kelompok pemangku kepentingan yang lebih luas, dan dengan jelas menyusun kebutuhan dan prioritas sekolah untuk jangka pendek dan jangka panjang. Rencana anggaran sekolah senantiasa dipajang secara permanen.

Beberapa kepala sekolah dapat menunjukkan pengetahuan mereka dengan baik tentang proses penilaian dan insentif guru, serta bagaimana mengakses sumber-sumber untuk perbaikan sekolah.

Partisipasi para Orang Tua yang sangat Aktif: Hampir semua sekolah telah memiliki organisasi orang tua yang sangat aktif melibatkan diri dalam berbagai kegiatan di sekolah. Tingkat partisipasi mereka sangat bervariasi: ada orang tua yang bekerja sebagai relawan di dalam kelas, ada yang membantu memperbaiki atau membangun ruang kelas, atau menyediakan tambahan gizi atau bahan pelajaran kepada sekolah, sementara yang lainnya hanya membersihkan ruang kelas secara bergilir. Nampaknya para orang tua mendapatkan tenaga baru melihat sikap baru para guru dan kepala sekolah yang memusatkan perhatian mereka kepada peningkatan mutu pendidikan di sekolah.

Komite Sekolah dan Tokoh Masyarakat: Sebagian besar sekolah telah secara aktif melibatkan anggota-anggota Komite Sekolah dan tokoh-tokoh masyarakat dalam pengelolaan dan pengurusan sekolah. Anggota-anggota Komite Sekolah dan tokoh-tokoh masyarakat memberi masukan kepada rencana pengembangan sekolah, mengkaji anggaran sekolah, merumuskan standar kinerja dan ikut serta dalam mencari sumber keuangan tambahan atau bantuan dalam bentuk lain untuk mendukung pelaksanaan rencana pengembangan sekolah.

Namun dalam banyak hal, Komite Sekolah dan tokoh-tokoh masyarakat memainkan peran yang penting dan bermanfaat bagi sekolah. Kesediaan para tokoh masyarakat dan anggota Komite Sekolah datang bertemu dengan tim evaluasi - meskipun diundang pada menit-menit terakhir - sangat mengesankan dan merupakan alat ukur tentang penghargaan yang tinggi terhadap program MBE di masyarakat.

Pelajaran Berharga

Kerangka Pikir yang Jelas dan Fokus: Program MBE memiliki kerangka pikir yang jelas dan terfokus dan tim evaluasi menemukan bahwa program tersebut telah dimengerti dengan baik oleh semua pemangku kepentingan di semua jenjang. Nampaknya kerangka pikir yang jelas dan fokus menjadi satu faktor yang penting dalam suksesnya suatu program.

Terurut Rapih dan Terkoordinasinya "Whole School Approach": Bagi tim evaluasi, nampak dengan jelas bahwa urutan yang rapih dan "whole School Approach" yang terkoordinasi yang diadopsi oleh MBE dimana guru dengan aktif dibantu oleh Kepala Sekolah, guru-guru yang lain, dan anggota Komite Sekolah yang lebih luas, merupakan instrumen dalam efektifnya implementasi pembelajaran terpusat pada siswa.

Mulai dari Kecil dan Membangun atas Keberhasilan: Pendekatan MBE dengan jelas menunjukkan manfaat memulai sesuatu dari yang kecil dan kemudian membangun atas keberhasilan baik dari segi awalnya CLCC maupun dalam implementasi MBE sendiri.

Lakukan apa yang Dilakukan dengan baik: Pendekatan yang efektif sebagaimana terdapat pada program MBE adalah membatasi jumlah sekolah untuk memastikan bahwa investasi di masing-masing sekolah cukup untuk memfasilitasi pengembangan sekolah secara menyeluruh (whole school) dan untuk melibatkan personil yang cukup untuk menyediakan pemasalan kritis (critical mass) yang memadai demi terwujudnya perubahan yang berkesinambungan.

Kesimpulan

Walaupun proyek MBE menghasilkan berbagai kemajuan yang sangat mengesankan, namun sejumlah isu menunjukkan bahwa tingkat keberhasilannya baru sekitar tiga per empat, maka dengan sendirinya terdapat beberapa hal dalam model MBE yang masih perlu ditingkatkan. Dibawah ini beberapa isu yang perlu dibahas:

  • Perbaikan metodologi pengajaran dan bahan-bahan pengajaran, khususnya teknik-teknik bertanya yang mendalam, pengelolaan kelas, dan penilaian siswa;

  • Penguatan pengembangan profesional bagi kepala sekolah dan guru yang berbasis sekolah dan berdasarkan kinerja;

  • Penguatan praktik-praktik pengelolaan sekolah dengan menerapkan praktik-praktik pengelolaan yang lebih baik di tingkat kecamatan, kabupaten/kota dan propinsi;

  • Pendorongan partisipasi masyarakat dengan pemberian insentif demi kesinambungan keterlibatan masyarakat pada sekolah;

  • Pendorongan kajian dan dialog kebijakan yang menyeluruh.

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID