Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

Contoh Pembelajaran PAKEM

BANYUMAS: Siswa Kelas 1 Mengungkapkan Perasaan Lewat Tulisan

Menuliskan tentang apa yang dirasakan cukup sulit, namun ini dapat dilakukan oleh siswa kelas 1, SDN Pandansari Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas.

Tulisan tentang Ibu

Tulisan tentang Ibu ditulis Leni Lisnawati, Siswi kelas 1 SDN Pandansari, tentang perasaannya terhadap Ibu dengan alur serta bahasa yang baik dan jelas.

BANYUMAS: Alat Sederhana Yang Berguna

Pembelajaran PAKEM khususnya mapel IPA di SDN 1 Kebasen, sekolah binaan MBE di Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, mampu mendorong siswa untuk menghasilkan produk belajar yang kreatif dan bermanfaat. Salah satunya ditunjukkan oleh Andik, siswa kelas 4 yang berinovasi menciptakan alat/teknologi sederhana dengan pemanfaatan bahan bekas berupa alat perangkap serangga yang mudah, murah, dan tidak berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan. Ide ini berawal dari kegiatan Perkemahan Pramuka LT II yang akan diikuti siswa-siswa SDN 1 Kebasen selama tiga hari, dimana setiap malamnya dipastikan banyak nyamuk yang menggigit.

Alat perangkap Serangga

Yusuf dan Dias, Siswa SDN 1 Kebasen dengan alat perangkap serangga hasil karyanya.

Pak Waluyo, S.Pd sebagai guru IPA kemudian membimbing Andik untuk merancang alat tersebut. Pembuatan alat ini memerlukan bahan-bahan antara lain: kaleng bekas biscuit, corong minyak, kayu penyangga, piring plastik, baterai dan dudukannya, kabel, skalar, lampu pirces dan dudukan, serta baut sebagai pengait.

Cara kerja alat ini memanfaatkan sinar lampu untuk merangsang datangnya serangga sehingga akan terjatuh ke corong yang akan dilumuri minyak goreng atau oli, serangga pun akan mati.

Kelebihan alat ini antara lain: dapat digunakan sebagai lampu panjer saat tidur (untuk 2 baterai baru dan 1 baterai bekas bertahan selama 2 malam), terhindar dari bahaya kebakaran, tidak mengganggu pernafasan, dan mudah dibawa kemana saja.

Oleh Suyanto, S.Pd, Kepala Sekolah SDN 1 Kebasen, Fasilitator IPA SD Kabupaten Banyumas

MAGELANG : Pembelajaran PAKEM di MGMP IPA

Pengimbasan pembelajaran PAKEM IPA kota Magelang telah dilakukan melalui kegiatan MGMP Kota maupun MGMP sekolah binaan. Adapun kegiatan yang dilakukan antara lain :

  1. Melaksanakan pembelajaran PAKEM IPA yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan belajar aktif dan bersenang-senang, tetapi guru dituntut untuk lebih INOVATIF mengembangkan ide-ide pembelajaran.

  2. Bertukar pengalaman tentang metode dan model pembelajaran yang diterapkan di sekolah lain.

  3. Merancang kegiatan pembelajaran yang mudah, murah dan menarik dengan memanfaatkan benda-benda yang ada di lingkungan sekitar.

  4. Melakukan kegiatan pendampingan untuk membantu kesulitan yang dihadapi Bpk/ibu guru.

  5. Mengadakan monitoring dan evaluasi tentang pelaksanaan PAKEM. Dari hasil Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan, pembelajaran PAKEM lebih meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep yang diajarkan sehingga meningkatkan prestasi belajar anak.

Penerapan pembelajaran PAKEM

Ibu Sri Puji Lestari

Paling atas: Penerapan pembelajaran PAKEM dalam MGMP IPA Kota Magelang.
Atas: Ibu Sri Puji Lestari membimbing siswa yang melakukan kegiatan praktikum tentang bahaya rokok.
Bawah:Tabung suntikan (spuit) dirancang untuk mengetahui efek negatif dari rokok.


Tabung suntikan (spuit)

Salah satu kegiatan MGMP IPA adalah real teaching pembelajaran PAKEM inovatif yang dilaksanakan di MTs Negeri Magelang oleh Ibu Sri Puji Lestari. Beliau memanfaatkan tabung bekas suntikan untuk menerangkan bahaya merokok.

Botol suntikan diberi kapas pada bagian dalam dan memasukkan rokok pada ujungnya. Nyalakan rokok dan pompa botol Tabung Suntikan (spuit) berkali-kali. Apa yang terjadi pada kapas? Gunakan seluruh indra untuk mengetahui gejala yang terjadi !

Oleh Imam Baihaqi, S.Pd, Guru SMPN 11 Magelang dan Fasilitator IPA

Diskusi kelas dengan guru

Kiri: Diskusi kelas dengan guru Pak Ven tentang peredaran darah ketika mengedarkan O2 ke seluruh tubuh.
Kanan: Siswa memperagakan peredaran darah mengedarkan O2.

SITUBONDO: Simulasi Peredaran Darah

Banyak jalan menuju Roma.....peribahasa tersebut memberi inspirasi kepada Pak Vinsensius Tulam, guru IPA di salah satu sekolah binaan MBE.

Siswa memperagakan peredaran darah

Ketika membahas salah satu fungsi darah yaitu sebagai pengedar oksigen (O2) seluruh tubuh. Beliau berinovasi melalui sebuah simulasi. Dalam kegiatan ini siswa berputar sebagaimana layaknya darah ketika mengedarkan O2.

Melepaskan O2 di bagian tubuh atas atau bawah dan menyerap CO2. CO2 dilepas di paru-paru kemudian mengikat O2 dan kembali diedarkan ke seluruh tubuh. Begitu seterusnya sehingga semua siswa mengerti tentang peredaran darah ketika mengedarkan O2.

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID