Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

BATU: Permainan Angka Untuk Belajar Membaca

Dra. Prihastutik mantan guru SDN Punten 1 Kec. Bumiaji Kota Batu sudah menjadi kepala sekolah SDN Tulungrejo 3 Kec. Bumiaji Kota Batu. Berikut cerita beliau sampai meraih 5 besar dalam lomba "Keberhasilan Guru dalam Pembelajaran Tingkat Nasional Tahun 2006" yang dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 21 November s.d. 26 Nopember 2006 dan inovasi pembelajarannya.

Kata Ibu Prihastutik, "Dengan PAKEM-nya, program MBE mampu membuat guru menjadi kreatif dalam menciptakan inovasi pembelajaran. Sebagai guru kelas 1, dengan permainan angka ini dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang hasilnya dituangkan dalam karya tulis dengan judul Meningkatkan Hasil Belajar Membaca dan Menulis Permulaan Siswa Kelas I SDN Punten 1 Kota Batu Melalui Permainan Angka yang selanjutnya dikirimkan dalam lomba Keberhasilan Guru dalam Pembelajaran".



Setelah dilakukan proses pembelajaran menggunakan permainan angka sebanyak tiga pertemuan terdapat peningkatan hasil belajar yang cukup signifikan. Selain terjadi peningkatan hasil belajar juga terjadi perubahan perilaku siswa pada saat melakukan pembelajaran.

Perubahan itu adalah 1) interaksi antar kelompok menjadi tinggi 2) siswa menjadi lebih berani mengemukakan pendapat 3) siswa mampu mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas secara baik.

Alat dan Bahan. Guru telah membuat perangkat permainan angka, yaitu lembar permainan yang sudah diberi angka yang merupakan soal yang harus diganti dengan huruf (Tabel 1) dan kartu bertuliskan angka dan huruf, yaitu 1 = a, 2 = b, 3 = c, ..., 25 = y, 26 = z.

Cara dan Aturan Permainan.

Untuk pertemuan I : 1) Siswa bermain dalam kelompok. 5 siswa dalam 1 kelompok mendapatkan tugas yang berbeda, yaitu 1 siswa sebagai penulis, 1 siswa sebagai penanya/ yang menyebutkan angka, 3 siswa pemegang kartu (26 kartu dibagi 3 siswa). Penanya menyebutkan angka, siswa pemegang kartu mencari angka dan menyebutkan hurufnya.

Siswa sebagai penulis menuliskan jawabannya di lembar permainan. Demikian seterusnya sampai Lembar Permainan terisi seluruhnya. Akhirnya angka yang tertulis dalam lembar permainan membentuk suku kata, kata, dan kalimat yang benar.

2) Kelompok siswa yang menyelesaikan permainan dengan cepat dan jawabannya benar menjadi pemenang (diambil 3 kelompok terbaik berdasarkan waktu dan jawaban yang benar) 3) Memberi penghargaan dengan cara memberikan bintang pada 3 kelompok terbaik.

Pada pertemuan II dan III dilakukan dalam kelompok tetapi bekerja secara individu. Setiap siswa dalam kelompok mendapatkan lembar permainan tanpa kartu angka. Jadi siswa dituntut untuk menghafalkan pasangan angka-huruf.

KEBUMEN: Ada BOS, PSM Tetap Mendukung

MI Ma'arif Banjarsari merupakan salah satu Madrasah Binaan MBE yang terletak di Kec. Gombong dengan jumlah pendidik 7 orang terdiri dari 2 orang guru PNS dan 5 dari guru wiyata bakti, dengan jumlah siswa yang relatif sedikit yaitu 74 siswa.

Walau dengan kondisi demikian MI Ma'arif Banjarsari tetap semangat dan berusaha keras untuk meningkatkan Iptek dan Imtaq, yang juga mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat sekitarnya. Di tengah maraknya kucuran dana BOS dari pemerintah MI Ma'arif dapat bernafas lega, walaupun belum memenuhi semua kebutuhan pendidikan yang ada.


Atas: Kerjasama MI Banjarsari dangan SMA Maarif Gombong dalam rehab gedung MI sebagai wujud kepedulian dan partisipasi Masyarakat.
Bawah: Paguyuban Orang Tua Murid MI Banjarsari yang ikut aktif memeriahkan acara pelepasan siswa Kelas VI.


Berkat hubungan dan kerjasama yang baik antara Madrasah dengan PSM, program-program kegiatan yang ada dapat dilaksankan dengan baik. Dan terbukti:

  1. Pada kegiatan-kegiatan siswa, POM telah memberikan bantuan baik tenaga, pikiran maupun transportasi.

  2. Pada Kegiatan Akreditasi Madrasah oleh DAM Kandepag Kab. Kebumen baik POM maupun pengurus yayasan ikut berperan aktif, sejak persiapan awal-selesai sehingga dapat memperoleh predikat terakreditasi B.

  3. Dalam kegiatan pelepasan siswa kelas VI hampir semua Uborampe yang ada mulai dari kepanitiaan, perlengkapan, konsumsi, dokumentasi semua ditangani oleh POM, bahkan POM menyumbang dana sebesar Rp. 900,000 kepada Madrasah dari 10 wali murid.

Semakin erat hubungan Madrasah dengan PSM, maka semakin kuat pula Pilar-pilar kebersamaan pada sebuah Madrasah. (Evi Faoziana Kepala Madrasah MI Ma'arif Banjarsari Gombong)

KEBUMEN: Belajar dengan Mading Di Ambal

Sebagai sekolah binaan MBE SDN Benerkulon Kecamatan Ambal Kabupaten Kebumen juga menerapkan PAKEM sebagai model pembelajarannya. Tetapi pada awalnya, penerapan PAKEM di sekolah kami, khususnya kelas kami banyak sekali kendala yang dialami, kata fasilitator dan juga para konsultan bahwa, "merubah semua itu, tidak semudah seperti membalik telapak tangan".

Siswa Kelas VI A

Siswa Kelas VI A SDN Benerkulon sedang membaca mading yang dibuat secara kelompok

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID