Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

Untuk mengajak anak berpendapat, mengemukakan gagasan, bekerja kelompok sulitnya minta ampun. Mungkin bagi siswa SD binaan yang ada dikota atau SD binaan yang sudah maju hal itu adalah kegiatan yang sudah biasa. Tapi bagi siswa SDN Benerkulon kegiatan ini adalah hal yang baru yang harus dilaksanakan dengan menempuh banyak resiko.

Tetapi dengan dibuatnya papan Mading yang sangat sederhana anak -anak dalam mengerjakan tugas kelompok dan tugas individu mulai kelihatan semangat, walau hasil tugas itu belum bagus. Semangat anak-anak itu termotivasi karena hasil-hasil yang menurut siswa dan atas pertimbangan guru pantas dipajang di papan MADING 6A SDN Benerkulon.

Itulah cara kami dalam memotivasi siswa untuk berkarya, berpendapat dan mengeluarkan ide/gagasan demi untuk menunjang /mencapai kompetensi dasar yang hendak dicapai.

Oleh Suyanto: Guru SDN Benerkulon

MADIUN: Belajar Bahasa Daerah pun Bisa PAKEM

Pembelajaran yang menarik ini dijumpai di SMPN 6 Madiun. Ibu Budi Lestari memberi pelajaran tentang 'pecatonan' (dalam Bahasa Indonesia berarti percakapan) dengan membuat percakapan pendek durasi 5 menit. Siswa berkelompok 3-4 orang, topik yang dipilih siswa sangat beragam misalnya gugur gunung (kerja bakti), ngendangi konco loro (menjenguk temen sakit), banjir dll.

Ibu Budi Lestari

Atas: Ibu Budi Lestari guru Bahasa Daerah SMPN 6 Madiun. Beliau mengetahui pembelajaran PAKEM dari pelatihan imbas yang diselenggarakan sekolah.
Bawah: Diandra dan Nova sedang memperagakan percakapan yang mengambil judul sepedahan (naik sepeda bersama-sama).


Diandra dan Nova

Membangkitkan Minat Belajar Matematika

Bpk. Hariono, S.Pd "Banyak jalan menuju Roma". Itulah motto yang dipakai anak-anak SDN Tanjungtani 3 Kecamatan Prambon Nganjuk untuk menjawab pameo: matematika momok yang sangat menakutkan. Istilah itu tidak berlaku lagi untuk anak-anak SDN Tanjungtani 3 Prambon.

Dengan bermain "Roda Bergigi" anak terampil dan cepat melakukan penjumlahan dan perkalian bilangan desimal atau operasi bilangan lain yang dikehendaki. Pak Hari membagikan sepasang roda bergigi ke masing-masing kelompok. Roda bergigi

tersebut di bagian-bagian yang runcing dan landai telah tertera bilangan-bilangan yang dikehendaki atau dioperasikan. Tiap-tiap kelompok mempraktikkan atau memutar roda-roda bergigi sehingga bagian yang runcing pada roda pertama bertemu dengan bagian yang landai pada roda kedua.

Gambar Roda Gir

Contoh Gambar Roda Gir yang tertera angka desimal

Semua anggota kelompok menuliskan hasil operasi bilangan yang dikehendaki (perkalian atau penjumlahan dll) dalam waktu yang telah ditentukan. Kegiatan ini sering dilakukan selama 5 menit setelah pelajaran usai. Hasilnya....wow.....anak-anak terampil dan cepat melakukan operasi bilangan.

Caranya sebagai berikut:

Guru menggunakan model 2 buah gir roda

  1. Di tiap-tiap puncak dan lembah gir diberi lambang bilangan desimal

  2. Kedua gir diletakkan berhimpit sedemikian rupa sehingga bilangan-bilangan pada bagian puncak gir I tepat berdekatan dengan bagian lembah gir II

  3. Kedua bilangan desimal yang berdekatan dihitung hasil kalinya

  4. Siswa diminta untuk membayangkan seandainya kedua gir itu diputar dengan arah yang ditentukan

  5. Berapa hasil perkalian bilangan-bilangan yang terdapat pada kedua gir tersebut?

Oleh: Hariono, S.Pd, Guru SDN Tanjungtani 3 Prambon Nganjuk dan Fasilitator Matematika.

SITUBONDO: Menggali Inspirasi Melalui Nara Sumber

Ruang kelas bukan satu-satunya tempat untuk kegiatan pembelajaran, buku bukan satu-satunya sumber belajar dan pelajaran mengarang juga bukan lagi menjadi hal yang membosankan bagi siswa yang akrab sekali dengan kemacetan menyusun kalimat.

Sebaliknya lingkungan SDN 8 Mimbaan yang sangat sederhana, ternyata dapat kita manfaatkan sebagai tempat sekaligus sumber belajar yang lebih menyenangkan. Selain menyenangkan pembelajaran ini tidak membutuhkan biaya yang mahal, dan lebih membangkitkan perasaan siswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan.


Lingkungan sekolah

1. Menjelaskan proses pelaksanaan tugas mengidentifikasi benda di sekitar sekolah dan cara membuat puisi
2. Lingkungan sekolah dijadikan sumber belajar, mengidentifikasi benda pilihan kelompok
3. Unjuk kebolehan, dengan membacakan hasil puisi di depan kelas
4. Pemajangan semua hasil kerja siswa
5. Salah satu hasil karya siswa yang terbaik


Unjuk kebolehan

Hasil kerja siswa

Karya siswa yang terbaik
RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID