|
Seluruh daerah yang dibantu MBE telah berkumpul pada tgl. 30 November s.d. 2 Desember di Salatiga, Jawa Tengah. Setiap daerah diwakili anggota beberapa instansi termasuk Bappeda, Dinas Pendidikan, Departemen Agama, dan DPRD. Ada juga beberapa wakil dari Dewan Pendidikan. Sebelum berangkat ke Salatiga setiap daerah telah mengadakan Rapat Reviu tingkat kabupaten / kota.
Dalam rapat tersebut kelompok besar sampai 50 orang dari tingkat sekolah, kecamatan dan kabupaten / kota telah membahas keberhasilan dan masalah program MBE, serta membuat perencanaan ke depan. Beberapa daerah memberi presentasi hasil rapat tersebut pada saat rapat di Salatiga. Seluruh 23 daerah telah membuat perencanaan untuk meneruskan program MBE dengan biaya sendiri. Sebagian besar telah mengalokasikan dana untuk menunjang program tersebut.
Semua daerah membuat pajangan hasil program MBE di daerahnya. Pada gambar 1 nampak pajangan dari beberapa daerah yang dipamerkan di lobi hotel. Gambar 2 menunjukkan pajangan dari Jakarta Pusat, yang terletak di pojok ruang rapat. Beberapa nara sumber telah diundang untuk memberi masukan dengan menceritakan pengalaman mereka, khususnya dalam pengembangan program MBE.
Salah satu nara sumber nampak di gambar 3, yaitu Bpk Supanut, Kepala Dinas Pendidikan, Kabupaten Probolinggo, yang telah menjadi pelopor dalam pengembangan program Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), Peran Serta Masyarakat dan Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM). Beliau menjelaskan strategi yang digunakan di Probolinggo untuk menyebarluaskan program ke lebih dari 200 sekolah.
Selain kegiatan di Salatiga semua peserta ikut berkunjung ke sekolah binaan MBE yang terletak di kedua daerah terdekat, yaitu di Kabupaten Semarang dan Kota Magelang. Salah satu sekolah yang dikunjungi di Kecamatan Ambarawa, Semarang adalah SDN Mlilir 2, yang terletak di pedesaan. Sejak bergabung dengan program MBE sekolah ini sangat berkembang dalam MBS, PSM maupun PAKEM.
Kepala desa dan komite sekolah sangat aktif membantu. Bahkan masyarakat telah membangun pondok yang digunakan untuk pembelajaran dan makan. Pada Gambar 4 Bpk M. Tohari Anwar (Kepala Desa), Ibu Elmi Yahyi (Kepala Sekolah dan fasilitator MBE), serta Bpk Jamhari (Ketua Komite Sekolah) berdiri di depan pondok tersebut. Di belakang pondok ini nampak tempat pemiliharaan tanaman yang juga dibangun masyarakat untuk menunjang pembelajaran IPA (Sains).
Suasana belajar di semua kelas sangat menyenangkan. Pada gambar 5 kelihatan suasana kelas 6 yang ditangani Ibu Umi Hanifah sebagai guru (di tengah foto). Paguyuban kelas telah dibentuk dan orang tua murid sudah biasa membantu guru di kelas. Pada gambar 6 Ibu Wirantu orang tua murid membantu di kelas 2.
|
|