Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

MALANG: PAKEM Merambah Perguruan Tinggi

Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) tidak hanya monopoli sekolah dasar dan menengah saja, tetapi juga telah merambah di perguruan tinggi. Jurusan Matematika Universitas Negeri Malang (UM) adalah salah satu lembaga yang mencetak calon guru matematika. Penyelenggaraan kuliah di UM disajikan dengan menggunakan PAKEM.

Hal ini dimaksudkan agar mahasiswa memperoleh pengalaman nyata tentang pembelajaran yang sekarang tengah berkembang. Mereka tidak hanya mendapatkan berbagai teori, tetapi juga praktik langsung di sekolah. Melalui PAKEM mahasiswa juga dipersiapkan untuk belajar lebih kreatif menciptakan berbagai ide pembelajaran yang dapat memfasilitasi siswa dalam belajar.

Atas: Berdiskusi dan berkarya merupakan kegiatan inti mahasiswa dalam kuliah. Berbagai teori belajar didiskusikan dan scanning curriculum juga dilakukan untuk mencermati dan menemukan ide pembelajaran.
Bawah: Mahasiswa melaksanakan praktik mengajar dengan pola PAKEM.


PROBOLINGGO: Model KKG/ MGMP

Peningkatan mutu pendidikan tidak terlepas dari kemampuan dan profesionalisme guru. Salah satu sarana bagi guru untuk berkomunikasi di antara mereka adalah dalam KKG/MGMP. Kegiatan yang efektif dan menyenangkan dalam KKG/MGMP akan membuat forum tersebut diminati oleh guru. Mereka akan selalu tertarik untuk datang dalam pertemuan KKG/MGMP jika guru merasa masalah yang dihadapinya terbantu melalui kegiatan KKG/MGPM tersebut.

Atas: Guru melakukan berbagai eksperimen dan mendiskusikan efektivitasnya.
Bawah: Modeling merupakan salah satu cara efektif sebagai awal diskusi tentang pembelajaran.

Di Probolinggo kegiatan dalam KKG/MGMP sangat bervariasi, tetapi pola yang diterapkan sama yaitu:

  • Melakukan identifikasi masalah yang banyak dihadapi guru dalam pembelajaran di kelas

  • Menetapkan kesepakatan tentang fokus yang akan dibahas dalam pertemuan KKG/MGMP

  • Menetapkan kesepakatan pola yang akan digunakan untuk membahas fokus masalah yang telah disepakati. Misalnya, modeling, menciptakan berbagai strategi pembelajaran pada fokus yang di bahas, dll.

Dengan metode yang bervariasi dan berdasarkan pada kebutuhan riil guru, KKG/MGMP di Probolinggo sangat dinamis dan efisien.

ACEH: Pelatihan Guru Kelas Awal dalam 3R

Untuk mengatasi masalah anak yang sulit membaca di SD dan MI di Aceh diadakan pelatihan dalam baca-tulis-hitung khusus perwakilan guru kelas awal (kelas 1 dan 2) di 40 sekolah binaan MBE (Wilayah Kota Banda Aceh dan Kab Aceh Besar). Jumlah peserta 85 orang, yang terdiri dari 2-3 orang per sekolah.

Selain sekolah binaan MBE, Dinas Kota Banda Aceh juga mengikutsertakan 5 orang dari gugus SDN 20 sebagai wilayah binaan World Vision untuk mengikuti pelatihan tersebut. Selain itu program AUSAID, ERA (Education Rehabilitation in Aceh Program) juga mengirimkan 14 orang dosen untuk mengikuti pelatihan tsb.

Fasilitator Daerah

Fasilitator Daerah sedang memfasilitasi pembuatan Buku Besar

Pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 5-7 Maret 2007 di SDN 54 Banda Aceh, dengan difasilitasi oleh Fasilitator Daerah dari Kelas Awal dan didukung oleh Fasilitator Nasional., serta Konsultan MBE.

BLITAR: PAKEM Jalan Terus

Tuntas sudah pelatihan PAKEM imbas di 22 kecamatan di seluruh Kabupaten Blitar. Pada tanggal 17 Februari 2007 telah ditutup Pelatihan PAKEM Mandiri di Kecamatan Udanawu dan Wonodadi sekaligus mengakhiri safari pelatihan PAKEM yang dijalani oleh para fasilitator Kabupaten Blitar yang juga didukung oleh fasilitator lapis kedua.

Pelatihan-pelatihan imbas yang diadakan di Kabupaten Blitar menggunakan dana sharing. Pelaksanaan pelatihan dibiayai oleh sekolah-sekolah secara gotong royong, sedangkan transport bagi fasilitator didanai oleh MBE.

Pada awal pelatihan PAKEM bagi sekolah-sekolah imbas memang didanai oleh APBD, tetapi dengan jangkauan yang terbatas. Saat itu peserta dipilih dari guru-guru potensial dari berbagai kecamatan yang ada di Kabupaten Blitar.

Mereka itulah yang membawa virus PAKEM dan berhasil meyakinkan berbagai pihak yang berada di kecamatan masing-masing, sehingga akhirnya Cabang-Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berebut mengajukan permohonan untuk difasilitasi dalam mengadakan pelatihan PAKEM mandiri.

Bagi fasilitator, melayani permintaan 22 cabang dinas merupakan tantangan berat, karena konsekuensinya harus banyak meninggalkan tugas mengajar, apalagi sebaran wilayah Kabupaten Blitar sangatlah luas. Maka dipilihlah fasilitator lapis kedua untuk mendukung kegiatan tersebut. Para fasilitator lapis pertama dan kedua dipadu dan dibagi menjadi dua tim untuk melatih guru-guru di seluruh kecamatan.

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID