|
MAGETAN: SD Negeri Magetan Komplek dinobatkan sebagai SNBI (Sekolah Nasional Bertaraf Internasional)
Dinas Pendidikan Kab. Magetan mengajukan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur tiga Sekolah Dasar di kabupaten Magetan yaitu SDN Magetan 1, SDN Selosari Komplek, dan SDN Magetan Komplek untuk meningkatkan status sekolah. Ketiga sekolah tersebut merupakan sekolah binaan MBE. Status sekolah yang diajukan adalah Sekolah Standar Nasional (SSN).
Ketika tim dari Dinas Pendidikan Propinsi melakukan survai ke tiga sekolah yang diajukan tersebut, diperoleh hasil bahwa SDN Magetan Komplek memperoleh legalitas sebagai Sekolah Nasional Bertaraf Internasional (SNBI). Sedangkan SDN Magetan 1 dan SDN Selosari Komplek memperoleh status sebagai Sekolah Standar Nasional.
Berkaitan dengan legalisasi status tersebut, warga sekolah mulai berbondong-bondong untuk mempersiapkan sekolah masing-masing. Persiapan yang dilakukan meliputi kesiapan manajemen, tenaga pendidik, dan stakeholders. Kesiapan manajemen diantaranya meliputi pengelolaan siswa, kurikulum, sarana dan prasarana, serta humas.
|
1. Anak kelas V sedang asyik melakukan observasi walau ditengah terik matahari. Ini merupakan contoh pembelajaran yang dilakukan di SDN Magetan komplek. Mereka sedang mengamati cara kerja sumber energi tata surya melalui media payung model parabola.
2. Beginilah suasana kelas II di SDN Magetan 1. Para siswa sedang asyik mengikuti pembelajaran tentang kesehatan yang dilakukan oleh dr. Dyana Etikawati saat menjadi narasumber. Dr Dyana Etikawati merupakan salah satu wali murid dari kelas II yang berprofesi sebagai dokter dan sebagai pengurus paguyuban kelas II
3. Beginilah suasana kelas IV di SDN Magetan 1. Ada pohon ilmu sebagai pajangan dan tempat hasil karya anak dalam mengapresiasikan karya. Pohon tersebut merupakan hasil bantuan dari paguyuban kelas.
4. Anak-anak sedang asyik membaca buku di sudut baca yang ada di pojok kelas. Kegiatan ini dilakukan pada saat istirahat ataupun sebelum pembelajaran dimulai. Kegiatan tersebut merupakan aktifitas yang ada di SDN Selosari komplek.
|
|
Kesiapan tenaga pendidik meliputi perangkat pembelajaran, media pembelajaran, dan pemilihan sumber belajar yang tepat. Kesiapan PSM meliputi tugas dan fungsi masyarakat sebagai mitra dan kontrol, upaya menjalin kerjasama dengan dunia usaha dan industri.
MAGETAN : Melanjutkan Kegiatan Imbas ke Sekolah Non-Binaan
Program imbas pelatihan PAKEM diikuti guru-guru SD Swasta dan SD Negeri se-kecamatan Maospati dan Magetan. Pelatihan MBS/PSM dan PAKEM ini merupakan rangkaian pelatihan imbas di kabupaten Magetan. Kegiatan pelatihan MBS/PSM dan PAKEM se-kecamatan Maospati berjumlah 200-an.
Pesertanya adalah para guru dari SD Swasta dan Negeri se-kecamatan Maospati selain SD/MI binaan MBE. Pelaksanaan pelatihan ini dilaksanakan selama 3 (tiga) hari yaitu pada tanggal 16-18 Nopember 2006 di gedung SD Negeri Kraton 4. Semtara itu, pelaksanaan pelatihan PAKEM imbas se-kecamatan Magetan dilaksanakan pada tanggal 22-24 Januari 2007 di SD Negeri Selosari komplek.
|
Ibu Sri Winarsih selaku fasilitator daerah untuk kelas awal dan Ibu Niken Enggarwulan selaku fasilitator daerah untuk MBS/PSM membantu di kelas awal
|
BLITAR: Refleksi Siswa Sebagai Bahan Penilaian
Setelah melaksanakan kegiatan belajar, siswa akan mengendapkan pengetahuan yang baru dipelajari sebagai struktur pengetahuan baru. Hal ini bisa memperkaya pengetahuan yang sudah ada di dalam otaknya atau merevisi pengetahuan yang sudah dimiliki sebelumnya.
Di sinilah siswa perlu diajak berpikir tentang apa-apa yang baru dipelajari.
Kegiatan berpikir tersebut penting untuk dilakukan agar pengendapan pengetahuan di dalam benak siswa terjadi dengan kuat. Dengan begitu akan tumbuh kesadaran bahwa siswa sudah belajar, sudah mampu menguasai sesuatu untuk kemudian dapat merasakan dan menemukan ide-ide baru.
Kegiatan refleksi dapat dilakukan pada akhir pembelajaran setelah selesai satu kompetensi dasar, akhir tema, maupun akhir semester atau akhir tahun. Manfaatnya cukup banyak. Di samping berguna bagi siswa seperti diuraikan di atas, refleksi juga berguna bagi guru.
Dari refleksi siswa guru dapat memperoleh informasi mengenai banyak hal: tingkat penguasaan kompetensi, perasaan, kesan, saran, dan harapan siswa. Dari situ guru dapat memperoleh data sebagai bahan penilaian terhadap keberhasilan pembelajaran yang dilaksanakan.
Di sebelah kanan adalah satu contoh refleksi yang ditulis oleh siswa kelas 8F SMP Negeri 1 Wlingi pada akhir semester 1 tahun pelajaran 2006/2007 setelah mengikuti proses pembelajaran Bahasa Indonesia di kelasnya.
Oleh Drs. Slamet Prihatin, SMPN 1 Wlingi, Blitar
|