|
BANYUWANGI: Sekolah dan Masyarakat Jadi Satu
|
MBE berusaha memberdayakan masyarakat untuk membantu sekolah, serta membuka sekolah terhadap masyarakat. Dengan demikian sekolah dapat menyesuaikan diri dengan aspiriasi dan kebutuhan masyarakt, serta menjadi bertanggung-jawab untuk melayani masyrakat - a.l. siswa dan orang tua.
|
Posisi sekolah yang tersembunyi dan berada di tengah-tengah pemukiman padat, tidak menyurutkan masyarakat untuk membantu dan siap setiap saat demi kemajuan sekolah. Masyarakat merasakan bahwa hampir sepuluh tahun terakhir, SD Temenggungan sempat tertidur pulas tanpa ada kegiatan dan prestasi sekolah serta siswa yang dapat dibanggakan.
Namun sejak pertengahan 2005, setelah Kepala Sekolah dan Dewan Guru merangkul dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan dan memajukan sekolah, sedikit demi sedikit mulai menampakkan hasil. Dimotori Kepala Kelurahan Temenggungan Bpk Drs. Sutijana dan Ketua LPMK Bpk Andi Supriyadi serta didukung sepenuhnya oleh Alumni Bpk H. Bambang S.
Urip dan ketua Komite Bpk Sentot Hariyanto berhasil menggaet unsur pengusaha untuk membantu penyediaan buku pegangan guru dan kaos olah raga bagi siswa siswi yang mayoritas dari kalangan kurang mampu. Bahkan Temenggungan yang di Kabupaten Banyuwangi terkenal dengan "Gudang Seniman" dengan beragam kesenian khas Banyuwangi serta olahraganya.
Saat ini para seniman dan olahragawan senior dengan senang hati bersedia melatih siswa-siswi tanpa memungut biaya. Yang cukup menonjol pada tahun ajaran 2006/2007, SD yang memiliki siswa 74 orang ini mendapat fasilitas kursus gratis di "DIO KOMPUTER" untuk siswa kelas IV, V, dan VI berserta dewan gurunya.
Alumni juga telah merealisasikan pengadaan komputer untuk keperluan administrasi sekolah dan tahun ajaran baru 2007/2008 menargetkan kegiatan komputer untuk siswa sudah harus berada di SDN Temenggungan.
Selain ekstrakurikuler, kegiatan intrakurikuler (KBM) juga mendapat perhatian khusus dari masyarakat, salah satunya sentra-sentra batik Gajah Oling Banyuwangi yang berada di wilayah ini dengan senang hati menjadi media belajar bagi siswa.
|
Bpk. H. Bambang S. Urip (Alumni), Bpk. Sentot (Komite) dan Ibu Barorotin (KS) dengan semangat kebersamaan membangun sekolah.
|
Dalam rangka evaluasi, Sekolah dan masyarakat (termasuk semua unsur yang ada di kelurahan) mengadakan pertemuan periodik rutin setiap 3 bulan sekali. Tujuannya adalah untuk menyusun program serta mengevaluasi sejauh mana tingkat keberhasilan, serta mencarikan solusi terkait kendala-kendala yang ada disekolah. Hasil evaluasi dikemas dalam bentuk laporan dan kesepakatan yang bertajuk "Evaluasi Program Kerja SDN Temenggungan Membangun Hari Esok".
TRENGGALEK : "Diseminasi PAKEM Semakin Meluas"
Menyongsong diberlakukannya KTSP dengan mencermati berbagai kebijakan dan peraturan pemerintah di bidang pendidikan pada akhirnya banyak guru menyadari dan mengakui metode pembelajaran dengan PAKEM-lah yang paling sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman dan dikehendaki oleh pemerintah.
Banyak guru yang dulu penolakannya terhadap PAKEM begitu kuat (karena malas/tidak mau repot, pesimistis, dsb), justru sekarang mereka mencari PAKEM untuk memenuhi tuntutan peraturan pendidikan dan profesionalisme/sertifikasi guru.
Hal ini bisa dilihat dari semakin banyaknya permohonan dari kecamatan-kecamatan yang meminta untuk dilatih PAKEMnya MBE, serta membludaknya peserta pada pelatihan PAKEM-MBE di kecamatan imbas.
|
Setelah selesainya Pelatihan PAKEM Paket 3 untuk sekolah binaan di Kab. Trenggalek pada 1 s/d 7 Februari 2007 lalu, selang satu minggu kemudian pada tgl 19 s/d 24 February 2007 dilaksanakan Pelatihan PAKEM untuk kecamatan imbas yaitu di Kec. Durenan (di SDN 3 Ngadisuko) dan Kec. Karangan (di SDN 1 Buluagung).
Pelatihan yang direncanakan untuk 22 sekolah (125 peserta) per kecamatan ini, karena animo yang begitu besar dari guru/sekolah akhirnya membludak jumlah pesertanya. Di Kec. Durenan bertambah menjadi 27 sekolah dengan peserta lebih dari 150 orang. Sedangkan di Kec. Karangan lebih banyak lagi, menjadi 35 sekolah dengan peserta 245 orang. Para peserta adalah dari KS dan Guru SD/MI/SMP/MTs.
|
1. Sambutan Ketua Tim MBE Kabupaten Trenggalek, Drs. Gandhi Priyadi pada Pembukaan Pelatihan PAKEM Paket 3 untuk Sekolah Binaan MBE.
2. Bpk Pengawas Sekolah di Kec. Karangan ikut terlibat aktif bersama peserta dalam Pelatihan PAKEM-MBE imbas di Kec. Karangan
3. Kelas khusus KS yang dipandu Fasilitator Bu Dyah pada Pelatihan PAKEM-MBE imbas di Kec. Durenan, "Bagaimana peran KS dalam pembelajaran PAKEM".
4. Fasilitator P. Ahzan dan kelas IPA-nya pada Pelatihan PAKEM-MBE imbas di Kec. Durenan
|
Dengan maraknya perkembangan penyebaran PAKEM, maka Pemkab Trenggalek (Dinas Pendidikan & Kebudayaan) perlu untuk memikirkan pembentukan Fasilitator Lapis 2 di tiap kecamatan (gabungan di tiap satu/dua kecamatan) dan memberikan ToT Fasilitator bagi Fasilitator Lapis 2 tersebut.
Hal ini mengingat luas wilayah dan jumlah kecamatan yang ada di Kab. Trenggalek tidak sebanding dengan jumlah Fasilitator Daerah (MBE) yang hanya 12 orang, di samping ke 12 orang Fasilitator tersebut juga punya tugas dan kesibukan di lembaga/sekolah masing-masing.
|