|
Program MBE diperpanjang
USAID sebagai donor memperpanjang program MBE dengan tambahan dana, supaya bisa berjalan selama tiga tahun lagi, sampai akhir Maret 2007. Wilayah kerja tetap di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
|
MBE Masuk Daerah Baru
Sebentar lagi program akan mulai bekerja di lima daerah baru, yaitu: Kota Batu dan Kota Madiun di Jawa Timur, serta Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Kebumen di Jawa Tengah. Satu daerah lagi masih dalam proses seleksi. Tahun depan akan diprogramkan sepuluh daerah baru dalam MBE.
Daerah yang dipilih adalah daerah yang berniat untuk maju dan sudah berusaha maju dengan upaya sendiri.
Misalnya, Kota Batu sudah berkunjung ke sekolah di Probolinggo dan Mojokerto untuk mengamati MBS dan sudah mulai melaksanakan MBS di sekolah sendiri, berdasarkan apa yang diamati pada saat kunjungan.
|
Program MBE belum mulai di Kota Batu, tetapi mereka sudah berkunjung ke daerah yang menerapkan MBS. Setelah kunjungan tersebut SD Punten 1 menbentuk dan menjalankan paguyuban kelas untuk memasang papan pajangan, membuat alat bantu belajar dan menindaklanjuti anak yang tidak masuk sekolah
|
Kabupaten Kebumen di bawah kepemimpinan Bupati, Ibu Dra. Rustriningsih M.Si. telah melalukan banyak hal inovatif untuk meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas pemerintah daerah, a.l.
Setiap pkl 05.45 pagi (kecuali jika tugas luar kota)
ibu Bupati berangkat menuju Stasiun Televisi Ratih dan Radio In FM (keduanya milik Pemda), untuk melakukan siaran interaktif kepada masyarakat Kabupaten Kebumen.
|
Bupati Kebumen, Ibu Dra. Rustriningsih M.Si.
|
Dalam bidang pendidikan Ibu Bupati dan jajarannya telah mengambil inisitatif untuk melibatkan masyarakat dalam membangun sekolah yang rusak berat, serta membuat proses yang terbukadan transparan dalam seleksi kepala sekolah.
Bacalah hal-hal yang menarik pada halaman "Dari Daerah MBE Yang Baru"
|
Guru Mulai Mengajar dengan PAKEM
Pelatihan PAKEM - untuk SMP biasa disebut Pembelajaran Kontekstual - telah dilaksanakan pada bulan Februari dan Maret untuk 20 sekolah (SD/MI dan SMP/MTs) di setiap daerah MBE.
Para peserta telah menyusun dan mengujicobakan skenario pembelajaran yang mendorong siswa supaya lebih aktif dan kreatif sehingga pembelajaran lebih efektif dan menyenangkan. Setelah pelatihan diharapkan akan ada berbagai perubahan di kelas termasuk :
Anak lebih banyak mengungkapkan pikirannya sendiri.
Hasil karya anak ditulis dengan kata-kata sendiri.
Adanya pengelolaan siswa yang lebih mendorong interaksi antar siswa.
Ada pajangan hasil karya siswa.
Beberapa cerita dari daerah tentang pelatihan dapat dibaca didalam.
|
Ruang kelas di SD Al Khairiyah sudah disusun untuk menunjang pelajaran PAKEM
|
Pemda Memberi Dana Alokasi Sekolah
Untuk menunjang Manajemen Berbasis Sekolah sangat diperlukan adanya pendanaan sekolah yang memadai, karena terbukti pengadaan buku, bahan ajar dan hak operasional lainnya, serta perawatan gedung sekolah jauh lebih efisien kalau dikelola di tingkat sekolah oleh kepala sekolah, guru dan komite sekolah sendiri.
Kami sangat gembira karena dapat melaporkan, bahwa beberapa daerah telah melaksanakan pendanaan sekolah dengan memeberikan dana langsung yang cukup tinggi ke sekolah.
Daerah tersebut termasuk daerah lama, yaitu : Pacitan dan Pati maupun daerah baru , yaitu : Kota Batu dan Kota Madiun. Banyuwangi, Batang, dan Probolinggo sedang menyusun formula Dana Alokasi ke sekolah.
Kami telah mengadakan lokakarya untuk membahas pendanaan sekolah pada tanggal 15 s/d 17 April di Surabaya (lihat laporan lengkap pada hal. Pacitan dan Pati Menerapkan Dana Alokasi Sekolah.)
|
Apa Yang Dikerjakan MBE
Program MBE bekerja di tingkat kabupaten dan kota untuk meningkatkan manajemen pendidikan dasar, serta mengembangkan model pendidikan yang baik di 20 sekolah SD/MI dan SMP/MTs di setiap daerah dalam hal Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), Peran Serta Masyarakat (PSM), dan Pembelajaran, Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (Pakem).
|
|