Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

Pacitan dan Pati Menerapkan Dana Alokasi Sekolah

Pada tanggal 15-17 April 2004 di Surabaya, telah dilaksanakan Lokakarya FORMULA DANA ALOKASI SEKOLAH FORMULA (DAS)/FORMULA FUNDING, yang diikuti oleh 5 Kabupaten lama, dan Kota Batu sebagai pengamat. Ide dasarnya adalah bahwa sekolah yang mempunyai kebutuhan pembiayaan relatif lebih besar (dicerminkan paling tidak dari jumlah murid), harusnya mendapat pendanaan yang relative lebih besar pula.

Peserta dari Pacitan

Peserta dari Pacitan sedang membahas Formula Dana Alokasi Sekolah

Jika dana tersebut dialokasikan dan didelegasikan langsung kesekolah, Kepala Sekolah dan Komite Sekolah dapat merencanakan penggunaan dana sesuai dengan tujuan masing-masing (MBS), dan masyarakat dapat mengetahui darimana sumber, jumlah, dan penggunaan dana secara transparan. Tujuan Lokakarya ini adalah menghasilkan :

  • Kesepakatan ditingkat kabupaten/kota tentang pengalokasian, pendelegasian, dan pendistribusian dana pendidikan secara transparan dan adil proporsional, bagi semua sekolah.

  • Merancang Formula Dana Alokasi Sekolah/Formula Funding.

  • Membuat Rencana Tindak Lanjut ditingkat Kabupaten/Kota.

Yang membanggakan adalah, bahwa Kabupaten Pati dan Pacitan telah menganggarkan DAS melalui APBD 2004, dan telah didistribusikan sejak Januari 2004, demikian pula Kota Batu dan Madiun, sebagai pendatang baru di keluarga MBE.

Variabel yang digunakan Pati adalah dengan mempertimbangkan komponen jumlah murid, jumlah guru dan jumlah ruang, sedangkan Pacitan tanpa jumlah guru. Mereka diaulat untuk menjadi nara sumber Pemda lainnya, dan dengan senang hati mereka membagi ilmunya.

Pada Akhir acara, setiap Pemda telah menyusun pola Formulasi Dana Alokasi Sekolah, dengan beragam variabel dan bobot sesuai dengan tujuan dan kebutuhan daerahnya. Pada umumnya variabel yang dipakai adalah, Lembaga, jumlah murid, dan ruang kelas.

Pati, Pacitan, dan Batu mendapatkan wawasan baru, sehingga pada RAPBD 2005 mereka akan menambahkan variabel dan bobot tambahan. Banyuwangi, Probolinggo, dan Batang menyusun sesuai dengan persepsi mereka.

Demikian pula mereka menyusun Tim dan Rencana Tindak Lanjut didaerahnya masing-masing sebagai upaya untuk mempercepat dan memperlancar penyusunan FDAS, yang kemudina diterbitkan SK Bupati sebagai penunjang terlaksananya hal tersebut. Mari kita lihat perkembangan selanjutnya, siapa yang paling cepat melaksanakan FDAS ini.

No.
Urut
  KlasiFikasi Siswa Klasifikasi Kelas    
Nama Sekolah Jumlah
Siswa
Biaya
1 Siswa
Jml Biaya
Operasional
Jumlah
Kelas
Biaya
per Kelas
Jml Biaya
Pemeliharaan
Biaya
Pendataan
Jumlah Biaya
(5+8+9)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1

SDN 1 Pati Lor

224 5.000

1.120.000

5

180.000

900.000

120.000 2.140.000
2

SDN 2 Pati Lor

254 5000

1.270.000

6

180.000

1.080.000

120.000 2.470.000
3

SDN 3 Pati Lor

167 5000

835.000

5

180.000

900.000

120.000 1.855.000
4

SDN 4 Pati Lor

233 5000

1.165.000

6

180.000

1.080.000

120.000 2.365.000
5

SDN 5 Pati Lor

127 5000

635.000

5

180.000

900.000

120.000 1.655.000
6

SDN 1 Pati Wetan

249 5000

1.245.000

6

180.000

1.080.000

120.000 2.445.000
7

SDN 2 Pati Wetan

108 5000

540.000

5

180.000

900.000

120.000 1.560.000
8

SDN 3 Pati Wetan

176 5000

880.000

6

180.000

1.080.000

120.000 2.080.000
9

SDN 1 Sarirejo

166 5000

830.000

6

180.000

1.080.000

120.000 2.030.000
10

SDN 3 Sarirejo

138 5000

690.000

6

180.000

1.080.000

120.000 1.890.000
11

SDN 4 Sarirejo

235 5000

1.175.000

6

180.000

1.080.000

120.000 2.375.000
12

SDN Kalidoro

117 5000

585.000

8

180.000

1.440.000

120.000 2.145.000

Kreatifitas dalam Pembelajaran

Banyak orang berpikir bahwa kreatifitas hanya muncul hanya dalam kesenian atau sastra. Pada hal kreatifitas sangat perlu dikembangkan dalam matematika dan sains untuk membantu anak memecahkan masalah. Di bawah ini ada beberapa contoh kreatifitas.
1. Hasil Karya Siswa

Hasil karya anak (1) dan (2) diciptakan ketika anak diminta membuat banyak soal dengan hasil yang sama. No.1 anak harus membuat soal dengan jawaban 14,884 dan No.2 anak kelas 3 harus membuat soal yang jawabannya 46.

Ini jauh lebih menarik bagi siswa daripada memecahkan soal dari buku atau soal yang ditulis di papan tulis. Apalagi mereka membuat jauh lebih banyak soal akibatnya mereka belajar lebih banyak.

Pada contoh hasil karya anak di atas No.3 anak harus membuat deskripsi, dan temannya harus perkiraan apa yang dideskripsikan.

3.
Hasil Karya Siswa

2.
Hasil Karya Siswa

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID