|
Berkeliling Banyuwangi
SD Al-Khairiyah, Kec. Banyuwangi
SD Al-Khairiyah adalah sekolah swasta Islam di Kecamatan Banyuwangi. Jumlah siswa 436 orang terbagi 12 rombongan belajar. Ruang kelas pada umumnya kecil dan padat siswa. Setelah Kepala Sekolah, komite dan guru baru dilatih dalam MBS dan peran serta masyarakat banyak perubahan yang nampak di kelas. Setiap kelas mempunyai paguyuban kelas. Komite sekolah mengadakan rapat sebulan sekali dengan paguyuban tersebut. Sejak sekolah menjalankan MBS, mereka telah memasang papan pajangan di setiap kelas, membangun rak buku, dan mencat beberapa ruang kelas.
|
Kiri ke kanan: Drs. Samsul Huda, Kepala Sekolah SD Al Khairiyah, Salim Al Edrus, Bendahara Yayasan, H. Hatan Al Haddar, Ketua Yayasan, H. Bambang Cukito S. H. Ketua Komite Sekolah, Bagus Swasono, Anggota Komite Sekolah.
|
|
Guru SD Al-Khairiyah telah mengelola kelas untuk menunjang pelajaran yang lebih interaktif, dan sudah membuat pajangan hasil karya anak yang menarik and rapih.
|
SD4 Penganjuran, Kec. Banyuwangi
SD4 Penganjuran telah mulai menerapkan MBS dan PAKEM. Pembela-jaran anak lebih interaktif dan kreatif (lihat gambar di sebelah kanan).
Paguyuban kelas telah dibentuk di beberapa kelas dan mulai membantu kelas dalam hal membuat tempat pajangan dan mengada-kan bahan dan alat untuk menunjang pem-belaran.
|
Paguyuban Kelas telah dibentuk dibeberapa kelas dan Papan Pengurus Paguyuban Kelas di SDN 4 Penganjuran-Banyuwangi.
|
SD Jajag II, Kec. Gembiran
Pelatihan guru dan kepala sekolah kecamatan Gambiran diadakan di SD Jajag II. Masyarakat sudah mulai aktif membantu sekolah tersebut.
Pada gambar diatas, kepala sekolah Bpk Partu Pratikno duduk di atas paving block hasil peran serta masyarakat yang sedang dipasang halaman sekolah.
|
SD 1 Tegalsari, Kec. Gambiran
SD 1 Tegalsari terletak di daerah pedesaan di kecamatan Gambiran. Sekolah ini dimasukan ke gugus binaan MBE oleh Dinas Pendidikan supaya dapat membina sekolah-sekolah yang lebih terpencil. Gedung sekolah digunakan oleh SLTP PGRI pada sore hari. setiap pagi anak harus mengelola meja dan bangku - lihat gambar (1) di bawah. Di daerah pedesaan ini juga masyarakat rajin membantu sekolah. Mereka sedang memperbaiki WC - lihat gambar(2).
1.
|
2.
|
|
Gambar 1 : Siswa setiap pagi harus mengelola meja dan bangku.
Gambar 2 : Peran serta Masyarakat membantu Sekolah, mereka sedang memperbaiki WC.
|
SD 1 Tegalsari digunakan dalam pelatihan PAKEM pada bulan Februari untuk praktik mengajar. Di bawah ada beberapa gambar pelaksanaan kegiatan tersebut.
3.
4.
5.
|
Anak di kelas 6 telah membuat keranjang kecil dalam pelajaran keterampilan. Dalam pelajaran Bahasa Indonesia mereka menyusun iklan untuk menjual keranjang tersebut (3). Iklan ini ditanggapi secara lisan dan tertulis oleh temannya (4) dan (5).
|
6.
|
7.
|
8.
|
(6) Guru kelas 3 menarik minat anak dalam pelajaran IPS dengan mengadakan kunjungan nara sumber, Bpk Rouf Riyadi, yang menjelaskan tentang pekerjaanya sebagai tukang dan alat-alat yang dipakainya. (8) Laporan Dyas (anak di sebelah Bpk Rouf) tentang informasi yang diperoleh ditampilkan di atas (7) Anak kelas 5 membuat bangun datar dengan berbagai luas.
|
|