|
SD Jajag 7, Kec. Gambiran
SD Jajag 7 juga digunakan untuk praktik mengajar. Kepala sekolah, Drs. Suryono mempunyai ambisi yang tinggi untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolahnya dan sudah mulai menerapkan apa yang diterima di pelatihan.
|
Kepala SD Jajag 7 duduk di kelas 6 (di atas kiri). Perubahan yang jelas sudah nampak di sekolahnya. Ada sudut baca, anak duduk dan sering bekerja dalam kelompok dan sudah ada pajangan hasil karya anak.
Ibu Sri Handayani, orang tua siswa SD Jajag 7, membantu mengajar tarian dalam pelajaran muatan lokal (di atas kanan)
|
SD Kepatihan I Banyuwangi
Usaha Wartel untuk Menopang MBS
Program Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang sedang digulirkan di hampir semua sekolah, terutama sekolah binaan MBE-RTI, tak sebatas menuntut adanya transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pendidikan, namun juga memacu sekolah untuk bertindak kreatif dalam pencarian dana.
SD Kepatihan I Banyuwangi, merupakan salah satu contoh sekolah yang berupaya memperoleh sumber dana tambahan melalui usaha warung telekomunikasi (wartel).
|
SD Kepatihan I Banyuwangi, merupakan salah satu contoh sekolah yang berupaya memperoleh sumber dana tambahan melalui usaha warung telekomunikasi.
|
Seperti dikatakan Pjs. Kepala SD Kepatihan I, bapak Samsul, S.Ag., dibukanya usaha wartel ini dengan dua tujuan. Pertama, adanya fasilitas wartel memudahkan siswa ataupun orangtua untuk berkomunikasi, terutama bila ada hal-hal yang mendesak untuk dikomunikasikan kepada sekolah.
Kedua, fasilitas wartel secara nyata merupakan sumber pendapatan sekolah yang bisa dimanfaatkan untuk kemajuan sekolah.
Saat ini, lanjut Samsul, keuntungan rata-rata yang masuk ke kas sekolah mencapai Rp 400.000 per bulan.
Walaupun, untuk tahap awal, kami masih harus menyicil utang sekolah yang digunakan pada saat pembangunan instalasi warung telekomunikasi. Itulah potret sekolah yang cukup kreatif mencari sumber dana sekolah. Sekolah mana yang mau meniru SD Kepatihan I ?
Pelatihan SLTP/MTs di Probolinggo
Pelatihan PAKEM untuk guru dan kepala sekolah SLTP/MTs difokuskan kepada mengembangkan dan mempraktikkan skenario pembelajaran.
1.
|
2.
|
|
(1.)Di atas anak bekerja sama untuk menggambar peta Amerika.
(2.) Anak membaca, meceritakan, dan mengomentari laporan di koran tentang banjir yang terjadi di kabupaten di tetangga Probolinggo, yaitu kabupaten Pasuruan.
|
|
Pembelajaran yang diamati pada saat praktik di sekolah banyak ditandai pengelolaan siswa yang menunjang cara kerja yang kooperatif, anak duduk berkelompok atau dalam bentuk U. Pada gambar (1) Anak bekerja sama untuk menggambar peta Amerika.
Pelajaran ini dikaitkan dengan pengetahuan umum tentang negara-negara Amerika seperti bintang sepak bola dari Brasil (Ronaldo) dan Argentina (Maradonna), serta peran AS dalam perang di Iraq.
Pada gambar (2) Anak membaca, meceritakan, dan mengomentari laporan di koran tentang banjir yang terjadi di kabupaten di tetangga Probolinggo, yaitu kabupaten Pasuruan.
Pembelajaran PAKEM ditandai banyak kegiatan praktik, pada gambar (3) siswa kelas 3 SLTP pada gambar di bawah, yang menyelidiki karbohidrat di berbagai jenis makanan.
Di bawah ini pada gambar (4) Rinto siswa kelas 3 sedang membaca pidato yang dia tulis sendiri. Pidato tersebut kemudian dinilai dan diberi usulan untuk perbaikan oleh teman-teman di kelas.
|
3.
|
4.
|
5.
Bapak Tori, pada gambar (5), mengajar di pagi hari di SD Krobungan II di Krucil dan pada siang hari di MTs Ibnu Hasan. Tugas yang dikerjakan siswa kelas 1 adalah soal yang terbuka: membuat gabungan bangun datar dengan total luas 240m2.
Pelajaran Bahasa Inggris ter-pusat pada pendekatan yang komunikatif. Di beberapa kelas anak membuat tanda dengan berbagai perintah. Pada gambar (6) Ibu Refa menunjukkan beberapa tanda yang di-susun siswa kelas 2.
6.
|