|
Pemanfaatan Lingkungan dalam PAKEM
Pelaksanaan PAKEM di Sawah
Pembelajaran PAKEM mencakup belajar sambil melakukan. Siswa yang secara aktif terlibat dalam mengumpulkan dan memproses informasi belajar lebih efektif dari siswa yang secara pasif menerima pengetahuan.
Pada waktu pelatihan Pakem di Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, siswa belajar mengenai menanam padi di sawah tidak dari buku pelajaran tetapi langsung dari tangan pertama, petani setempat.
Guru merencanakan pengalaman belajar aktif untuk siswanya. Dengan mengajak mereka melihat sawah tidak jauh dari sekolah.
Persiapan pembelajaran menyangkut fokus kunjungan, mengelompokkan siswa dan menentukan apa yang akan dilakukan setiap kelompok selama kunjungan dan pada waktu kembali ke sekolah.
Siswa melakukan observasi dan kegiatan terbimbing dalam 3 kelompok. Guru sebelumnya sudah menghubungi petani sebagai persiapan kunjungan. Beberapa orang tua dilibatkan untuk membantu kunjungan tsb .
|
Siswa membuat persiapan sebelum pengamatan ke sawah
|
|
Para siswa sangat gembira mendengar penjelasan akan melakukan observasi ke sawah dan tertarik untuk melaksanakan tugas yang diberikan guru:
- Mengobservasi dan mencari informasi mengenai peralatan petani.
- Mengobservasi dan mencari informasi mengenai cara menanam dan pemeliharaan tanaman
- Mengobservasi dan mencari informasi mengenai peran pestisida untuk memelihara kesehatan tanaman.
Para siswa sudah tahu apa yang akan mereka lakukan sebelum berangkat ke sawah dan apa yang harus mereka kerjakan sekembalinya ke kelas sehingga pelajaran akan lebih efektif.
|
|
Siswa mendengarkan penjelasan petani mengenai peralatan yang digunakan untuk memelihara tanaman padi.
|
|
Siswa mencatat peralatan yang
dipakai petani dan mengajukan pertanyaan pertanyaan tentang
penggunaan pupuk
|
Siswa banyak mengajukan pertanyaan tentang alat alat yang digunakan dan mencatat dalam buku tulis mereka. Informasi ini akan mereka gunakan waktu membuat laporan kunjungan.
Petani memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencoba barmain peran menyiangi tanaman dan memotong padi menggunakan ani ani.
|
Para siswa terlibat aktif dan wajah mereka terlihat ceria menikmati pengalaman di sawah. Pada waktu kembali ke kelas mereka bekerja dalam 3 kelompok.
Kelompok satu menulis tentang alat alat yang digunakan petani. Siswa mempunyai daftar alat alat dan menggambar alat alat yang digunakan petani untuk melengkapi laporan mereka.
Informasi yang mereka peroleh sekarang diproses untuk laporan. Siswa menulis alat alat yang digunakan petani, membuat deskripsi mengenai alat-alat tsb, dan bagaimana cara menggunakannya dengan kata kata mereka sendiri.
Kelompok dua diminta menuliskan cara
memelihara tanaman. Informasi yang mereka peroleh dari petani melalui pertanyaan dan penjelasan dari petani digunakan untuk mendukung tulisan mereka.
Kelompok tiga diminta menulis mengenai peran pestisida dalam pemeliharan padi, mendeskripsikan alat yang digunakan dan menjelaskan mengapa perlu pestisida.
Siswa yang terbiasa mendapat daftar dengan cara mengutip papan tulis memerlukan dorongan untuk menulis dengan kata-kata mereka sendiri, tetapi sebagian besar dari mereka berhasil melakukan tugas dengan baik. Menuliskan laporan dengan kata-kata sendiri memerlukan pengorganisasian gagasan dan menyampaikan informasi yang bermakna. Laporan yang dibuat dengan cara ini memerlukan kadar keaktifan yang jauh lebih besar daripada mengisi titik-titik pada lembar kerja.
|
Menuliskan laporan dengan kata kata sendiri memerlukan pengorganisasian gagasan dan menyampaikan informasi yang bermakna.
|
Tindak lanjut kegiatan ini dapat berupa kegiatan IPA (pertumbuhan tanaman) matematika (pengukuran luas sawah, volume dsb) IPS (penelitian mengenai cuaca, musim, siklus panen dsb) dan Bahasa Indonesia (menulis laporan, cerita/narasi mengenai petani, dongeng rakyat mengenai padi dsb).
Artikel ini ditulis oleh Lynne Hill, konsultan pelatihan dari Australia yang berada di Indonesia selama lebih dari dua bulan dari bulan Januari s.d. Maret 2004 untuk mengikuti kegiatan pelatihan MBE.
|
SD Pati Lor
Guru kelas V yang melak-sanakan praktik mengajar di SD Pati Lor pada pelatihan PAKEM di Pati juga menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar dengan menugaskan anak-anak mencari informasi mengenai jenis-jenis pekerjaan yang ada di sekitar sekolah.
Para siswa SD Pati Lor melakukan wawancara dengan penjual bakso dan penjual makanan lain di halaman sekolah. Mereka menanyakan siapa nama penjual, apa pendidikannya, bagaimana cara membuat bakso, bahan apa yang diperlukan, dan berapa keuntungan penjualan sehari-hari.
|