Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

Pelatihan di Pati

Dalam pelatihan PAKEM di Kabupaten Pati, para guru SD antara lain mencoba menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar dan menggunakan alat peraga sederhana /bermain peran untuk mata pelajaran Pengetahuan Sosial. Anak anak kelas V diberi tugas mencari informasi mengenai jenis-jenis pekerjaan dengan melakukan wawancara kepada penjual bakso dan pedagang keliling di halaman sekolah.

Siswa Sedang Melakukan Peragaan

Untuk menjelaskan peristiwa gerhana matahari dan gerhana bulan 3 orang siswa memperaragakan bagaimana bumi mengitari matahari dan bagaimana bulan mengitari bumi. (Lihat foto di atas). Guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan siswa menjawab kapan gerhana bulan atau gerhana matahari terjadi (pada waktu matahari bumi dan bulan berada pada satu garis lurus).

Pelatihan SLTP di Batang

Optimisme telah terjadi di Batang. Pada pelatihan Guru SLTP/Mts di Kabupaten Batang yang dilaksanakan pada tanggal 7-10 Maret 2004, para peserta sangat antusias mengikuti pelatihan ini. Skenario model pembelajaran telah ditampilkan para fasilitator dengan sangat baik, dengan melibatkan partisipasi aktif semua peserta. Pada Matpel IPA misalnya, fasilitator menyajikan pokok bahasan Ekosistem, tentang pengamatan benda hidup dan benda mati.

Para peserta dibawa ke luar kelas, untuk melakukan pengamatan, kemudian masuk ke kelas untuk pembahasan, tabulasi dana analisis. Pada matpel Bahasa Indonesia, peserta mengembangkan kalimat dan puisi dan cara pengembangkan teknik wawancara. Dalam bahasa Ingrris, peserta mengembangkan language games dan stratwegi pengembangan kosa kata yang berhubungan dengan "certainty and uncertainty".

Pelatihan PAKEM
Pelatihan PAKEM

Pelatihan PAKEM / Pembelajaran Kontekstual di Batang bersifat aktif mengakibatkan pelajaran aktif untuk siswa SMP

Praktik mengajar dilakukan di lima sekolah, setiap sekolah menerima sejumlah peserta yang melakukan praktik untuk satu mata pelajaran tertentu. Para peserta juga berkesempatan menjadi hosting dan mengamati cara mengajar temannya yang lain.

Misalnya, sebanyak delapan guru bahasa Indonesia dijadwalkan praktik dalam dua rotasi dalam satu sekolah. Dengan cara ini, ada keuntungan yang bisa diraih, yaitu fasilitator dapat dengan mudah mengamati peserta yang tengah berpraktik. Namun demikian, pengamatan lintas mata pelajaran jadi agak kurang dipantau, karena tiap sekolah hanya menerima satu mata pelajaran saja.

Pelajaran yang bisa dipetik antara lain pengalaman pembelajaran dengan mewawancarai anggota masyarakat, mewawancara petugas toko, atau pun perencanaan dalam memilih perwakilan siswa dan pelaksanaan percobaan sederhana adalam IPA.

Oleh karena pengelolaan praktik hanya untuk satu matpel dalam satu sekolah, tidak memungkinkan pengamatan untuk semua mata pelajaran. Namun demikian, refleksi dan umpan balik tetap dilakukan di akhir praktik.

PAKEM dan Kurikulum Berbasis Kompetensi
Kami telah menerima banyak pertanyaan mengenai Pembelajaran Aktif Kreatif, Efektif ,dan Menyenangkan (PAKEM), khususnya sejauh mana PAKEM mendukung pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK).

Siswa berdiskusi

Apakah PAKEM menjamin ketuntasan belajar sesuai yang dituntut KBK?
Dengan PAKEM, pelaksanaan pembelajaran jauh lebih mendalam daripada menggunakan cara konvensional (guru banyak berceramah). Dengan demikian PAKEM akan meningkatkan berbagai kemampuan seperti dituntut oleh KBK.

Apakah dengan PAKEM semua materi pelajaran dapat terselesaikan?
Salah satu kelebihan PAKEM adalah melatih kemandirian siswa dalam belajar termasuk keterampilan mencari dan memanfaatkan informasi.

Pendalaman pelajaran dilakukan dengan bimbingan langsung dari guru, sedangkan materi yang kurang esensial dapat dibaca sendiri oleh siswa. Dengan jalan demikian tidak perlu khawatir semua materi tidak dapat diselesaikan

Apakah PAKEM sudah menghasilkan anak pandai mengingat daya pikir anak sangat berbeda beda?
Selama ini, dengan pembelajaran cara lama, semua anak sering diperlakukan sama oleh guru baik dalam pelaksanaan KBM maupun evaluasi. Salah satu kelebihan PAKEM adalah memberikan pelayanan kepada siswa dengan kemampuan berbeda beda.

Dengan PAKEM, anak pandai, sedang, dan kurang semuanya diusahakan meningkatkan kemampuan masing masing.
Negara negara maju yang sudah menerapkan PAKEM dengan baik menghasilkan orang orang pandai yang melakukan berbagai penelitian dan menghasilkan penemuan penemuan baru yang bermanfaat bagi umat manusia di seluruh dunia.

Apakah PAKEM menjamin keberhasilan siswa?
Keberhasilan siswa selama ini hanya dilihat dengan menggunakan ukur-an UAN dan nilai tinggi NEM. Padahal kita semuanya mengetahui bahwa UAN hanya mengukur aspek kognitif saja (tingkat rendah dalam taksonomi Bloom).

Dalam PAKEM, berbagai kemampuan siswa (belajar mandiri, bekerjasama, berpikir kritis, mencari informasi, memecahkan masalah, mengambil keputusan dsb) dikembangkan untuk memberikan bekal bagi mereka untuk terjun ke dunia modern yang penuh tantangan dan persaingan antar bangsa.

Apakah PAKEM membuat KBM berhasil? Berapa lama?
KBM yang berhasil adalah KBM yang dapat meningkatkan berbagai kemampuan siswa. Kalau guru banyak berceramah, kemampuan yang dikembangkan pada diri siswa adalah kemampuan mendengarkan, mengingat, dan menjawab pertanyaan ingatan.

Semuanya dengan daya retensi yang sangat rendah. Sebaliknya dengan PAKEM, siswa akan terlatih mencari informasi,menyaring informasi, menggunakan informasi, berdiskusi, mengajukan pertanyaan, melakukan pengamatan, penelitian, percobaan , membuat laporan dsb.
Kemampuan-kemampuan seperti itu kalau sudah terlatih, akan bertahan sepanjang hidup dan berguna bagi hidup.


RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID