Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

Kunjungan Para Fasilitator MBE ke Sekolah Internasional Madaniah

Selama workshop review and planning program pelatihan MBE, para fasilitator, kepala sekolah, dan pengawas dari berbagai kabupaten mendapat kesempatan untuk studi banding ke Sekolah Internasional Madaniah di Parung, Bogor.

Sekolah Internasional Madaniah

Pagi itu cuaca amat cerah, matahari bersinar terang dan mulai terasa panas meskipun masih jam 10 pagi. Walaupun demikian, sekelompok anak kelas 1 dan seorang ibu guru asyik melakukan kegiatan di halaman sekolah yang beraspal. Mereka tidak mempedulikan tamu tamu yang datang menonton kegiatan mereka.

Setiap anak menggambar sesuai dengan kreativitas masing masing, menggunakan sebuah kuas dan air dari mangkok plastik. 

Mereka harus menggambar dengan cepat karena dalam waktu singkat lukisan yang dibuat akan hilang karena menguap. Sambil menggambar anak menjawab pertanyaan pertanyaan guru mengenai apa yang mereka lakukan.

"Kamu menggambar apa? Apa yang terjadi? Mengapa gambarmu hilang? Karena ada matahari? Apa hubungannya dengan matahari? Berapa lama gambar itu mulai hilang? Dst. Setelah kegiatan di luar, anak masuk kelas lagi dan diskusi dilanjutkan di kelas.

Berdasarkan kegiatan nyata di lapangan dan diskusi di kelas, anak anak kemudian diberi tugas menulis, melaporkan pengalaman mereka dengan kata kata mereka sendiri dan hasilnya dipajangkan.

Lembar Kerja

Di ujung halaman sekolah yang lain, sekelompok anak kelas VI sedang panen kacang hasil tanaman siswa sendiri. Hasil panen direbus dan dinikmati para siswa dan guru. Kegiatan seni tari, gambar dan pentas teater dilakukan secara regular setiap minggu.

Untuk pendidikan agama, meskipun Madaniah berdasarkan Islam, mereka memberikan kesempatan kepada agama lain untuk melakukan kegiatan seperti retret untuk agama Katholik.

Siswa dari berbagai agama kadang-kadang menginap bersama-sama tetapi melaksanakan kegiatan sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

Di ruang agama Islam, ada lembar kerja berisi kutipan ayat-ayat Al Quran dan tafsirnya dan siswa diminta memberikan contoh dalam kehidupan sehari hari mengenai ayat tsb, dan bagaimana pendapat mereka sendiri.

Ide ide yang bagus dan kegiatan-kegiatan yang menarik memang banyak ditemukan di SD I Madaniah yang terletak cukup jauh dari Jakarta, kira kira 7 km dari Parung.

Tidak heran kalau SD dan SLTP yang didirikan dengan jumlah siswa 19 orang tujuh tahun yang lalu itu berkembang dengan cepat dan sekarang jumlah siswanya sudah lebih dari 1000 orang.

Manajeman yang bagus, komitmen pimpinan sekolah, staf pengajar muda dan handal, serta pembinaan professional yang terus menerus merupakan kunci keberhasilan SD dan SLTP tsb.

Filosophi sekolah yang menawarkan pendidikan bermutu dari segi akademik, sosial, individual, dan spiritual seperti tercerminkan dalam visi dan misi sekolah dijabarkan secara nyata dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.

Hasil Tugas Menulis Siswa

Setiap guru dituntut dan diberi kesempatan untuk mengembangkan ide-ide baru. Kalau guru melihat ada buku atau alat peraga yang bagus dari luar negeri, dia dapat langsung membeli, uangnya kemudian diganti oleh sekolah.

Kalau perlu, contoh alat peraga yang mahal dan bagus dari luar negeri dibuat duplikasinya dalam bengkel alat-alat di sekolah untuk digunakan para siswa.

Setiap awal minggu, guru guru mata pelajaran yang sama berkumpul untuk bersama-sama mengembangkan rencana pembelajaran yang mengatifkan siswa.

Pembinaan profesional dilakukan sendiri oleh kepala sekolah secara teratur dan kalau perlu dengan mengundang nara sumber dari perguruan tinggi.

Bantuan Pendampingan oleh Pengawas

Bpk.Susanto

Bpk S.H. Susanto, pengawas TK/SD di kecamatan Gambiran yang juga sebagai fasilitator PAKEM agak bingung karena hasil pelatihan sulit diterapkan oleh guru di sekolahnya. Beliau telah mengambil insitiatif untuk membantu guru dengan mengadakan pendampingan di kelas. Bpk Susanto menyiapkan beberapa skenario pembelajaran yang diberikan kepada guru untuk dipraktikkan di kelas. Setelah praktik, yang diamati Bpk Susanto, beliau meminta kepada mereka untuk menyusun skenario sendiri. Ternyata cara kerja ini cukup efektif. Kreativitas guru tumbuh dengan baik, dan hasil karya siswa cukup membanggakan.

Rencana Pembelajaran
Hasil Karya Anak

Format rencana pelajaran yang digunakan Bpk Susanto cukup sederhana, terutama mencakup langkah-langkah kegiatan. Hal menarik dalam KBM adalah anak diberi kesempatan untuk memberi tanggapan terhadap tulisan teman-teman di kelompok lainnya. Hasil karya anak juga menunjukkan kreatifitas yang menyenangkan.

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID