Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

Lokakarya Orientasi di Probolinggo

Lokakarya orientasi untuk daerah MBE baru telah dilaksanakan dari tgl. 15 s.d. 18 Juni di Probolinggo. Peserta dari lima daerah baru, yaitu: Kabupaten Banyumas dan Kebumen di Jawa Tengah serta Kota Batu, Kota Madiun, dan Kabupaten Blitar di Jawa Timur telah berkumpul di Hotel Grand Bromo.

Peserta Orientasi

Yang hadir adalah pihak dari Bappeda, Dinas Pendidikan, Departemen Agama, DPRD, Dewan Pendidikan, Cabang Dinas Pendidikan, Kepala Sekolah, dan Komite Sekolah. Mereka sempat membahas unsur-unsur program MBE termasuk Pemetaan Sekolah dan Perencanan Pendanaan Sekolah serta Program Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), Peran Serta Masyarakat (PSM), dan PAKEM.

Beberapa nara sumber dari daerah lama telah memberi penjelasan tentang kegiatan MBE tersebut. Lokakarya sengaja diadakan di Probolinggo supaya peserta dapat mengunjungi sekolah-sekolah yang sudah melaksanakan MBS, PSM, dan PAKEM dengan baik. Selain itu, beberapa peserta sempat berjalan-jalan mengamati Gunung Bromo yang masih mengeluarkan banyak debu dan asap setelah melutus minggu yang lalu.

Studi Peran KS dan Komite Sekolah

Konsultan kami telah membuat studi tentang peran kepala sekolah dan komite sekolah, khususnya di sekolah yang sudah melaksanakan MBS dengan berhasil di daerah binaan MBE dan CLCC. Tujuannya untuk menemukan kunci keberhasilan sekolah tersebut agar dapat disebarluaskan ke sekolah-sekolah lain. Rangkuman simpulan studi tersebut dapat dibaca pada halaman 9 dan 10.

Kerja Sama dengan Program SHIP

Program SHIP (School Health Improvement Program) sudah bekerja di empat kabupaten di Jawa Tengah untuk meningkatkan kesehatan anak sekolah. Kami sudah bersepakat untuk bekerja sama dengan mereka di kabupaten Kebumen untuk mengembangkan program MBS, PSM, dan PAKEM di sekolah binaan SHIP di kecamatan Sadang. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan sekolah secara meyeluruh - dari segi pendidikan maupun kesehatan dengan melibatkan masyarakat dan sekolah dalam perencanaan dan pelaksanaan program sekolah.

Penduduk Kec.Sadang
Amanda Morgan

Penduduk Kecamatan Sadang, Kebumen menunggu MBS di sekolahnya (kiri). Amanda Morgan pengelola Program SHIP di Yogyakarta dan Jawa Tengah (kanan)


Matahari Yang Nakal

Lingkungan

Tulisan Siswa Kls I

Panggung Imajinasi Anak

Ibu Purwi Nuryantini lebih dikenal sebagai Ibu Wiwik adalah salah satu guru yang sering digunakan sebagai pelatih oleh MBE dan program lain. Beliau sehari-hari adalah guru kelas 1 SD Maronwetan 1, Probolinggo dan selalu ingin belajar hal-hal baru. Dia sudah mulai mengajar secara tematik dan terpadu.

Dengan cara ini, dia mengembangkan kegiatan berkait dengan tema yang dipilih. Tema yang dipajangkan di atas adalah Matahari dan Lingkungan. Melalui tema ini, anak belajar beberapa mata pelajaran termasuk IPA dan Bahasa Indonesia. Cara belajar ini lebih menarik dan lebih efektif.

Perhatikanlah tulisan anak kelas 1 ini yang berasal dari desa Maron. Anak sudah bisa menulis satu halaman dengan kata-kata sendiri, sudah bisa menulis bersambung dan rapih. Siswa sudah dapat menggunakan tanda baca

Apa Yang Dikerjakan MBE

Program MBE bekerja di tingkat kabupaten dan kota untuk meningkatkan manajemen dan pendanaan pendidikan dasar, serta mengembangkan model pendidikan yang baik di 20 sekolah SD/MI dan SMP/MTs di setiap daerah dalam hal Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), Peran Serta Masyarakat (PSM), serta Pembelajaran, Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM).

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID