Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

Pendampingan Sekolah di Pacitan

Program MBE di Kabupaten Pacitan sudah memasuki tahun kedua. Banyak hal yang sudah dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan dan sekolah bekerja sama dengan RTI tersebut, khususnya tentang pelaksanaan pelatihan. Paling tidak ada 3 jenis pelatihan, pertama Pelatihan MBS dan PSM, kedua Pelatihan PAKEM, ketiga Pelatihan Penyusunan RIPS.

Sasarannya adalah sekolah yang diwakili oleh guru, kepala sekolah, dan komite sekolah. Tujuan pelatihan tersebut secara umum agar semua staf sekolah khususnya guru dan kepala sekolah mampu meningkatkan pengelolaan sekolah secara integratif dengan komite. Guru mampu menguasai skill dan metodologi mengajar yang memberikan kesempatan kepada siswa mengeksplorasi potensinya secara optimal. Dalam program MBE disebut PAKEM.

Dalam upaya menjaga kontinyuitas, setiap sekolah menerapkan ketiga hasil pelatihan di sekolah masing-masing. Fasilitator daerah sebagai ujung tombak bagi program tersebut melakukan pendampingan di setiap sekolah binaan. Di Kabupaten, pelaksanaan pendampingan dimulai pada bulan Maret 2004.

Dua bulan setelah pelaksanaan pelatihan PAKEM. Agar pelaksanaan bisa efektif, fasilitator sepakat dalam pelaksanaan pendampingan memperhatikan ketentuan kesepakatan sebagai berikut:

  • Indikator sebagai alat ukur pendampingan
  • Membagi wilayah pendampingan (2 orang fasilitator bertanggung jawab rata-rata 3 - 4 sekolah)

  • Pendampingan dilaksanakan paling sedikit 2 kali dalam sebulan dan sebulan sekali koordinasi untuk membicarakan temuan di lapangan dan input bagi pendampingan selanjutnya, untuk memberikan advisory/bersama-sama mencari solusi)

Hasil pendam-
pingan periode April - Mei 2004, secara umum sekolah-sekolah binaan sudah melaksanakan PAKEM hanya kondisi dan volumenya yang berbeda, bahkan beberapa sekolah mencapai kemajuan yang signifikan.

Tapi yang lebih penting justru penemuan kendala di lapangan sehingga memungkinkan perbaikan ke arah yang lebih baik. Hambatan tersebut antara lain:

  • Pemanfaatan sumber belajar oleh guru belum optimal
  • Belum optimalnya kondisi yang memungkinkan anak dengan bebas menyampaikan ide, gagasan, dan pendapatnya

  • Ketika pelaksanaan diskusi kelompok di kelas, guru kurang aktif untuk mendampingi setiap kelompok

  • Guru terjebak pada kerumitan Skenario Pembelajaran

Untuk meminimalisasi kondisi di atas, ada beberapa alternatif yang bisa dilakukan di Pacitan, seperti:

  • Penyederhanaan Skenario Pembelajaran
  • Peningkatan disiplin guru, ketika belajar kelompok guru harus aktif mendampingi dan memberikan arahan

  • Kepala sekolah mengagendakan pertemuan tiap minggu sekali sebagai media evaluasi pelaksanaan PAKEM dan yang lain

  • Dibentuk forum sekolah binaan

Dengan berbagai alternatif di atas harapannya mampu memberikan suasana pembelajaran di kelas lebih kondusif dan memudahkan guru dalam menerapkan PAKEM di kelas.

Pembelajaran Yang Baik

Oleh
Lynne Hill

 
Lynne Hill

Pembelajaran direncanakan dengan baik

  • Guru mengidentifikasikan dengan tepat tujuan pembelajaran

  • Guru mengidentifikasikan apa yang telah diketahui siswa dan mengembangkan pembelajaran berdasarkan informasi tsb

  • Urutan pembelajaran terdiri dari beberapa tahap dan kegiatan, dengan bimbingan guru

  • Guru menyiapkan pertanyaan-pertanyaan yang efektif

  • Pengorganisasian kelas dan pengelolaan sumber sumber sudah direncanakan dengan baik

  • Guru memutuskan bagaimana menilai hasil belajar siswa

  • Proses maupun hasil belajar direncanakan

Pembelajaran menarik dan menantang

  • Guru tidak terlalu banyak bicara dan memberikan ceramah

  • Siswa tidak terlalu banyak mendengarkan dan menjawab pertanyaan bersama sama (koor)

  • Kegiatan menarik, menantang dan meningkatkan motivasi belajar

  • Kegiatan meningkatkan kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, termasuk tugas tugas terbuka.

  • Peristiwa hangat dan pengalaman siswa secara langsung (sumber belajar tangan pertama) meningkatkan minat dan tingkat motivasi

Pembelajaran mengaktifkan siswa

  • Belajar dengan mengerjakan - Siswa aktif, terlibat, berpartisipasi, bekerja.

  • Interaksi antar siswa tinggi - belajar kelompok, berpasangan, bekerjasama

  • Siswa menemukan, memecahkan masalah
  • Siswa pusat pembelajaran, bukan guru
  • Fokus pada proses pembelajaran

Bagaimana Rencana Pembelajarannya?

Suatu rencana pembelajaran PAKEM mencakup:
  • Fokus belajar mengajar (kompetensi)
  • Apa yang diperlukan untuk mengajar (bahan dan sumber)

  • Urutan pembelajaran
  • Proses dan produk pembelajaran: Apa yang akan dikerjakan siswa dan bagaimana mengerja-kannya (proses), dan bagaimana siswa akan mendemonstasikan hasil belajar mereka (produk)

 
 
 
 
RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID