Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

MBE Indonesia-Australia

Ada teman-teman dari Australia yang sudah mulai melaksanakan program MBE di tiga daerah di Jawa Timur, yaitu: Jember, Jombang, dan Gresik. Program bantuan AusAID dan program bantuan USAID ini sudah mulai bekerja sama dalam hal mengembangkan materi pelatihan, program, dan bahan ajar.

Ini akan jauh lebih efisien daripada setiap program berjalan sendiri-sendiri. Konsultan mereka telah bekerja sama dengan konsultan dan pelatih kami dan guru-guru dalam lokakarya pada tgl. 18 s.d. 20 Juni di Probolinggo untuk mengembangkan paket bahan ajar. Pada tgl. 20 s.d. 22 Juli dilakukan juga dengan wakil dari Unesco dan Unicef untuk merevisi paket pelatihan MBS.

Bpk. Sulur, konsultan dari program bantuan AusAID bekerja sama dengan Bpk. Umar Samadhy koordinator MBE Jawa Tengah untuk merevisi modul paket pelatihan MBS

Bpk.Sulur dan Bpk.Umar Samadhy


MBE masuk Kabupaten Blitar

Setelah Suara MBE 4 diterbitkan pada akhir bulan April 2004 Kabupaten Blitar dipilih menjadi anggota ke-10 program MBE. Pada saat kunjungan ke Blitar, tim MBE sangat terkesan dengan kepedulian semua pihak, baik pemerintah daerah maupun stakeholder lainnya tentang pendidikan.

1. Kepala Dinas Pendidikan
2. Hasil Karya Anak
3. Ketua Komite Sekolah dan Kepala Sekolah

SD Babadan 1, Wlingi Kabupaten Blitar, sudah menunjukkan berbagai inovasi (atas)

  1. Kepala Dinas Pendidikan, Bpk. Bambang Suntoro, melihat pajangan di kelas 3b.

  2. Hasil karya anak yang dipajangkan merupakan hasil karya anak sendiri dan cukup bermutu.

  3. Ketua Komite Sekolah (Bpk. Muhainim) dan Kepala Sekolah (Ibu Amir Sujati) berdiri di depan aula yang dibangun oleh Komite Sekolah.

Konsultan MBE Ikut Pelatihan di Cambodia

Pada tanggal 21-30 Juni 2004 di Phnom Penh - Cambodia Prima Setiawan, salah satu konsultan MBE, telah mengikuti, pelatihan PETS (Public Expenditure Tracking Surveys/ Survai Pelacakan Belanja Publik) yang diselenggarakan oleh World Bank Institute, Washington dan Unesco-IIEP (Institute for International Education and Planning), Paris.

Pelatihan ini memberikan konsep dan cara menganalisis untuk menelaah efisiensi, akuntabilitas, dan kemungkinan kebocoran di sektor pendidikan.

Tujuannya adalah peserta dapat mengerti PETS, merencanakan program, tahu bagaimana melacak dari mana dan besarnya sumber daya keuangan serta pembelanjaaanya, dan kemungkinan terjadinya kebocoran.


Candi Angkor Wat


Peserta Pelatihan PETS

Simbol paling terkenal di Cambodia adalah candi Angkor Wat (atas) Beberapa peserta (kanan) dari lima Negara yang ikut pelatihan PETS, termasuk Prima Setiawan (kedua dari kanan)

Pengajar/fasilitator adalah orang-orang yang berpengalaman internasional, telah melaksanakan survai, dan menulis buku tentang pembiayaan pendidikan di berbagai negara.

Beberapa negara yang mengirimkan perwakilannya ialah Cambodia, Lao PDR, Mongolia, Kenya, dan Indonesia. Peserta diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman internasional dengan negara lain tentang bagaimana melakukan pendekatan terhadap usaha peningkatan efisiensi dan pengurangan kebocoran.

Pada kesempatan ini Prima Setiawan, sebagai Education Finance Specialist di MBE Project, yang diundang sebagai wakil dari Indonesia, diberikan kesempatan untuk memaparkan bagaimana usaha MBE Project dalam rangka melaksanakan perencanaan dan pengalokasian anggaran secara lebih transparan, pengelolaan dana secara lebih efisien, dan pengalokasian yang lebih adil proporsional/equity, melalui penerapan Formula Dana Alokasi Sekolah/Formula Funding di kota/kabupaten partner (Pacitan, Pati, Batu dan Madiun).

Hal ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan ketransparanan, keefisienan pengelolaan, dan aspek keadilan. Hal tersebut berdampak pada pengurangan kemungkinan kebocoran belanja publik.

Pada saat presentasi tentang Formula Funding, banyak pertanyaan dan respon dari peserta maupun fasilitator. Hal ini menunjukkan bahwa mereka tertarik pada cara pendekatan yang dilakukan oleh MBE.

Beberapa negara telah menyatakan tertarik untuk mengunjungi dan melihat secara langsung pelaksanaannya. Hal ini cukup membanggakan. Sekarang adalah saatnya kita menjaga dan meningkatkan mutu pengelolaan pembiayaan keuangan bagi sektor pendidikan di Indonesia.

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID