Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

BERITA DARI DAERAH

Depot Soto yang Tampil Beda

MTs Muhammadiyah, Batang di bawah pimpinan Bapak Harto ingin tampil beda dengan meracik soto dengan rasa cerdik. Dimulai dengan mengumpulkan ide ramuan dari beberapa guru kemudian mengundang beberapa wali murid untuk mengenal ide racikannya. Laiknya seorang calon pedagang, ide racikannya segera direalisasikan dengan mensosialisasikannya kepada para siswa di sekolahnya.

Soto yang dimaksud bukanlah sejenis makanan, tetapi "SPORT OTAK". Depot soto tersebut berisi soal-soal bernuansa PAKEM yang dibuat para siswa di setiap mata pelajaran dan selalu diperbarui. Sport Otak Tetap Oke (SOTO) Siswa yang datang lebih awal dapat memilih soal sesukanya, misalnya kelas IIA akan membuatkan soal untuk kelas II B, begitu juga sebaliknya. Siswa kelas IIA akan berkunjung ke kelas IIB untuk mendiskusikan jawaban. Apabila terjadi kebuntuan, barulah mereka meminta saran dari guru mata pelajaran terkait.

Para siswa terlihat sangat senang dan tanpa disadari mereka telah melakukan pembiasaan belajar aktif secara mandiri. Menariknya lagi adalah meningkatnya minat baca anak untuk selalu menambah wawasan, minimal untuk membuat soal. Rupanya Depot Soto milik Pak Harto meskipun sederhana namun tetap oke dan laris manis.

Gaung yang Bersambut

Keterlibatan PSM di MI Kalipucang, Batang meningkat sejak digaungkannya Program MBE. Gaung tersebut disambut oleh beberapa tokoh masyarakat di sekitar MI Kalipucang. Mereka segera berdiskusi dan menggalang dana sukarela untuk memperbaiki kondisi bangunan MI yang rusak. Warga Bergotong Royong Para warga sekitar lainnya ada yang menyum-
bangkan tenaga dan beberapa buku bacaan untuk membantu sarana pembelajaran PAKEM. Aktifnya monitoring dari Kantor Departemen Agama Kabupaten Batang sangat
membantu memberikan masukan positif .

Dengan semangat tinggi, hanya dalam waktu sebulan, 2 ruang kelas baru telah memasuki tahap finishing. Sekarang ruangan tersebut dapat digunakan dan dilengkapi dengan hasil karya siswa yang terpajang cantik di dindingnya.

Orangtua Dilatih Mengajarkan Calistung

Setiap awal tahun ajaran baru, hampir semua sekolah mengadakan acara rapat sekolah dengan para orangtua murid. Di SDN 1 Maronwetan, Probolinggo, pihak sekolah berinisiatif melakukan pertemuan dengan para orangtua/wali murid kelas I dengan topik: "Bagaimana Orangtua melatih anak Pra membaca, Pra menulis, dan Pra berhitung". Pertemuan Guru dengan Wali Murid Seperti disampai-
kan Ibu
Purwi Nuryantini, salah seorang guru kelas I, pertemuan para orangtua dengan guru kelas I sangat diperlukan agar para orangtua bisa meningkatkan prestasi belajar putra-putrinya di rumah. Teknik pembelajaran antara guru dan orangtua harus sama sesuai dengan strategi PAKEM dan MBS.

Dalam pertemuan tersebut dibahas:
(i) pembelajaran pra membaca, pra menulis, pra berhitung sampai pengembangan menulis cerita, supaya ada kesamaan antara apa yang dilakukan guru dengan orangtua;
(ii) menumbuhkan rasa percaya pada anak terhadap orangtua bahwa orangtua sebagai guru di rumah;
(iii) sebagai pedoman bagi orangtua dalam pembelajaran anak di sekolah;
(iv) menanamkan budaya belajar bagi anak menuju belajar seumur hidup.
Hayo, siapa meniru SDN 1 Maron Wetan?

Jalin Kerjasama dengan Hotel dan Agrowisata

Bermula dari keinginan untuk meningkatkan kemampuan anak usia dini dalam berolahraga, Dinas Pendidikan Kota Batu melakukan inisiatif dengan mengajak partisipasi sejumlah pengusaha hotel dan Agrowisata dalam membantu pengelolaan pendidikan dasar.

Seperti ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Bpk Drs.Kusnadi,SH,M.M, saat ini sejumlah pengelola hotel dan Agrowisata telah bekerja sama dengan sejumlah sekolah. Pada hari-hari tertentu para siswa dipersilahkan untuk menggunakan beberapa fasilitas hotel dan agrowisata yang ada.

Dengan demikian, para siswa bisa menggunakan kolam renang, lapangan rekreasi, dan areal agrowisata, untuk dikunjungi dan dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran.

Siswa Belajar Renang
 
Siswa berkunjung ke Agrowisata

"Sekarang ini, para siswa kami bisa belajar berenang dan memanfaatkan fasilitas kolam renang hotel, atau fasilitas hotel lainnya dengan biaya sangat murah malahan bisa gratis. Siswa bisa datang ke areal pertanian dan agrowisata yang ada di seputar wilayah kota", ujar kadis pendidikan Kota Batu dengan bangga.

"Berilah Feed Back kepada Anak Secepatnya"

Setelah kurang lebih berjalan satu tahun, program MBE telah dilaksanakan di semua sekolah binaan. Salah satunya ialah SDN Penundan, Gringsing, Batang. Para guru secara bertahap telah melaksanakan KBM dengan pendekatan PAKEM.

Dengan dibantu para fasilitator daerah, para guru mencoba mengimplementasikan pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan, walaupun pada tahap awal dilakukan sesuai dengan pemahaman mereka tentang PAKEM tersebut.

Salah Satu Pekerjaan Siswa

Guru kelas I, misalnya, secara aktif berupaya meman
faatkan ragam sumber belajar yang ada di kelas ataupun di sekitar sekolah dalam kegiatan belajar. Anak diajak ke luar kelas atau di dalam kelas untuk mengamati benda yang dilihatnya. Salah satu contoh-nya anak diminta mengamati/ mengidentifikasi gambar dan benda yang ada di dalam kelas.

Sesuai dengan kemampuan anak, mereka menggambar benda-benda yang dilihatnya, kemudian menuliskan semua benda tersebut dalam selembar kertas (Lihat contoh atas salah satu pekerjaan anak).

Salah satu hal yang perlu diingat, demikian bu guru kelas I menambahkan, "Berilah mereka feedback secepatnya. Melalui komentar yang diberikan guru, anak merasa senang, dihargai pekerjaannya, dan bila salah akan segera memperbaiki pekerjaannya"

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID