Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

Hal-Hal Menarik dari Probolinggo

Pada saat lokakarya orientasi para peserta mengunjungi beberapa sekolah di Probolinggo. Di bawah ini beberapa cerita tentang inovasi di sekolah tersebut.

Mbah "Don" Atini, Wali Murid :

"Semula mengantar cucu, kemudian jadi guru ngintip"

Ketika ditemui di salah satu ruang di kelas II SDN Maron Wetan I, ia sedang memberikan bimbingan tambahan kepada beberapa orang siswa kelas II dalam menuliskan "kartu nama" kosakata bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Itulah Mbah Atini , seorang wali murid yang menjadi "guru ngintip".

Para siswa memanggilnya dengan sebutan "Mbah Don" (nenek perempuan), sebagai panggilan akrab kepada mbah Atini yang secara sukarela mem-bantu guru dalam kelancaran proses belajar mengajar.

Mbah 'Don' Atini yang menjadi Guru Ngintip

"Semula saya hanya mengantar cucu yang sekolah di SD ini, namun lama-lama muncul keinginan untuk membantu guru dalam kelancaran kegiatan belajar. Paling tidak membantu alakadarnya sebagai pihak yang menjembatani orangtua dengan guru kelas, yang putra putrinya belajar di sini."

Seperti dituturkan Kepala SDN Maron Wetan I, bapak Samik, S.Pd., pihak walimurid yang secara sukarela mau membantu guru kelas merupakan salah satu program paguyuban kelas. Tugasnya bukan mengganti peran guru kelas, tetapi sebatas membantu proses belajar melalui bimbingan tambahan yang dilakukan.

Mereka bekerja secara sukarela, tak ada jam kerja khusus, namun paling tidak berperan sebagai penghubung antara guru kelas dengan orangtua murid. Kami menyebutnya sebagai "guru ngintip", seperti halnya yang dilakukan Mbah Atini dan walimurid lainnya yang bertugas secara sukarela sebagai guru ngintip.

Itulah sosok Mbah "don" Atini, di tengah kesibukannya yang cukup padat dengan usia yang tak muda lagi, ia masih mau menyisihkan tenaga dan kemampuannya sebagai guru ngintip.

Lelang Karya Siswa

Beberapa waktu lalu, seluruh Sekolah Dasar, SMP, dan SLB Negeri/Swasta di wilayah Kecamatan Banyuwangi berinisiatif melakukan pelatihan Sekolah dan Masyarakat dengan biaya sendiri. Pelatihan ini diikuti unsur Kepala Sekolah, Guru dan Komite.

Untuk membantu beberapa sekolah kecil yang kekurangan dana tapi sangat antusias ingin mengikuti kegiatan tersebut, SDN 4 Penganjuran mencoba melelang beberapa hasil karya anak yang hasilnya untuk membantu mensubsidi sekolah kecil tersebut.

Adapun karya yang dilelang berupa Lukisan, sulaman, asbak dan lain-lain. Sebagai Pemandu lelang Tysa salah seorang siswa kelas III SDN 4 Penganjuran.
Tysa melelang lukisan Atas:Tysa, murid kelas 3 SDN 4 Penganjuran melelang lukisan karya teman-temannya kepada peserta pelatihan mandiri sekolah dan masyarakat Kecamatan Banyuwangi dan sebuah lukisan yang terjual.

Anak Kelas 1 Tidak Bisa Menulis??

Kami sedang berjalan menuju kelas 1 dan 2 di SD Ngepung, Kecamatan Sukapura, ketika ada salah peserta lokakarya bertanya "Kenapa bapak ke sana?" "Kami mau lihat tulisan anak."

Peserta tersebut menjawab, "Tetapi anak kelas 1 tidak bisa menulis hanya menyalin dari papan tulis!"Kami masuk kelas 1 di sekolah ini yang terletak di desa dan anaknya banyak bersosio-ekonomi rendah.

Ternyata hasil tulisan anak dipajangakan di dinding, digantung di plafond. Banyak sekali hasil karya anak dan semuanya ditulis rapih dan dibuat kreasi yang indah seperti dalam bentuk buku kecil. Apalagi sebagian tulisannya dalam Bahasa Inggris!

Hasil tulisan Siswa yang dipajang
Hasil tulisan Siswa yang dipajang
Hasil tulisan Siswa yang dipajang
Hasil tulisan Siswa yang dipajang

Pada saat masuk kelas 2 dan kelas 3, makin tinggi kelasnya, makin baik tulisan anak dan dipajangkan.

Puisi Karya Nuryasin Kls 2 SD
Ibu Suliani dan Pembantu Guru Titis

Tulisan puisi Nuryasin, anak kelas 2 SD Ngepung (atas). Nuryasin dengan gurunya, Ibu Suliani dan pembantu guru Titis yang masih kuliah di Jember, dan membantu di SD Ngepung seminggu tiga kali.


Emawati Siswi SD Kls 3 membaca Puisi
Puisi yang ditulis Emawati

Ernawati, anak kelas 3 SD Ngepung, membacakan puisi yang dia tulis tentang musim dingin (atas) - memang di daerah Sukapura di samping Gunung Bromo mereka punya musim dingin!

Cerita dan Pertanyaan dari Daerah

Kami siap menjawab pertanyaan Anda berkait dengan PAKEM/ Pembelajaran Kontekstual, MBS, atau hal lain. Kami juga minta dikirimi cerita Anda dari daerah MBE tentang inovasi atau isu pendidikan baik di tingkat sekolah, masyarakat, maupun kabupaten.
Kirimkan kepada kami di Jakarta untuk Suara MBE. Bila disertai foto, lebih bagus. Kirimkan melalui pos, fax atau e-mail. Alamat, nomor fax, dan e-mail ada pada halaman belakang.

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID