Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

Kemitraan Sekolah dan Dunia Usaha

Dilaporkan beberapa sekolah mendapat bantuan dari perusahaan setempat. SD Kalisalam 1 di Kecamatan Dringu, Probolinggo telah mendapat bantuan dari perusahaan tegel dan paving PT Putri Mutiara Rimba.

WC Siswa modern dan bersih

Bpk Swari dari Dinas Pendidikan, Probolinggo mengajak melihat WC berbintang di SD Kalisalam 1.

Halaman sekolah sudah dipaving dan WC siswa bagus sekali, modern, bersih seperti di hotel berbintang! Efek samping kerja sama ini orang tua murid lebih senang masuk membantu sekolah.

Peran Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) Harus Dimulai!

P.T. INKA perusahaan pembuat gerbong kereta api, memberikan bantuan kotak sampah kepada SD Klegen 04 sebanyak jumlah ruang kelas yang ada. Dalam jumlah rupiah hal tersebut tidak banyak, tetapi menjadi sangat berarti karena diingatkan bahwa ada pihak di luar sekolah yang ikut memperhatikan kebersihan sekolah dengan membantu memberikan kotak sampah. Ini harus dimulai dan diteruskan!

SMPN 1 Banyuwangi

SMP 01 terletak di tengah kota Banyuwangi, dan mempunyai Koperasi Sekolah yang terbuka bagi pelanggan umum - koperasi mempunyai outlet ke jalan raya. Berdasarkan survai, koperasi ini adalah outlet penjual produk Teh Sosro (Teh Botol, Fruit Tea) yang terbesar di antara semua sekolah di Banyuwangi.

Papan Basket dengan Logo Sosro Ibu Yunarti sebagai bendahara Sekolah yang mengurusi Koperasi Sekolah, Bapak Agung Sutiyono guru OR dan Bapak Suhada menyusun proposal kepada pengelola Teh Sosro (TS) dengan tujuan untuk memitrakan kerja sama dalam mendayagunakan potensi dunia usaha yang ada di sekolahnya.

Dari pengiriman proposal tersebut, didapat kesepakatan bahwa TS berkeinginan mengecat lapangan dan papan basket sekolah dengan logonya (gambar), dan imbalannya adalah TS akan menyuplai produk minumannya pada acara-acara tertentu (kompetisi olah raga, Masa Orientasi Siswa, Gerak Jalan, dll) secara gratis, serta telah menyumbang 3 bola basket. Pada rencana berikutnya telah disetujui pula untuk membangun atap peneduh pada sebagian halaman sekolah (berupa awning).

Dari perbincangan dengan Kepala sekolah dan beberapa guru di atas, akan dikaji ulang apakah kemitran ini sudah cukup memberikan dampak yang positif, mereka akan mencoba menganalisis jika diadakan penawaran/ tender secara terbuka kepada beberapa penawar missal : Teh Sosro, Coca Cola, Perusahaan Air Mineral, dll. Jika diadakan tender terbuka, maka akan terjadi persaingan positif dalam meningkatkan kemitraan antara sekolah dan pihak dunia usaha/swasta.

Forum Komunikasi Komite Sekolah:

Inovasi Dewan Pendidikan Kabupaten Banyuwangi

Salah seorang anggota tim formatur pembentukan Dewan Pendidikan yang kemudian menjadi anggota Dewan Pendidikan mengungkapkan bahwa tadinya Dewan Pendidikan sangat sulit menjalankan fungsinya karena tidak mempunyai perwakilan di tingkat kecamatan. Padahal aspirasi yang harus ditampung dan ditangani datang dari ribuan sekolah yang tersebar di 21 kecamatan.

Untuk mengatasi masalah tersebut dan untuk lebih meningkatkan kinerja, Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah pada bulan Juli 2004 di Kabupaten Banyuwangi dibentuk Forum Komunikasi Komite Sekolah (FKKS) di setiap kecamatan. Anggota forum adalah semua Ketua Komite Sekolah dari semua jenjang sekolah.

Tujuan didirikannya forum ini adalah:

  • Memfasilitasi tukar menukar informasi an-
    tar komite sekolah dalam kecamatan

  • Memudahkan koordinasi antara Komite Se-
    kolah dan Dewan Pendidikan.

Selain itu, untuk memberikan pelayanan yang cepat kepada komite sekolah, maka Dewan Pendidikan membagi 21 kecamatan menjadi 4 wilayah kerja (Wilker), yakni: Banyuwangi, Blambangan, Genteng, dan Rogojampi.

Setiap wilayah kerja mencakup kecamatan-kecamatan di sekitarnya. Sejak dibentuk, setiap FKKS telah melaksanakan pertemuan minimal sebulan sekali. Program MBE dapat melibatkan forum ini untuk mempercepat program pengimbasan.

Koordinator Daerah Baru

Koordinator daerah telah ditempatkan di lima daerah baru MBE, yaitu Kabupaten Kebuman, Banyumas, dan Blitar, serta Kota Batu dan Madiun. Mereka dipilih dari banyak pelamar melalui tes dan wawancara oleh pemerintah daerah dan konsultan MBE bersama.

Mereka berkantor sehari-hari di pemerintah daerah setempat. Tugas mereka untuk membantu pemerintah daerah dalam pengelolaan dan monitoring kegiatan MBE dan sebagai penhubung antara pemerintah daerah dan konsultan di propinsi maupun pusat.

Para Koordinator lima daerah baru MBE

Para Koordinator lima daerah baru MBE, yaitu Bpk. Anton Timur (Kebumen), Ibu Wiwik (Madiun), Ibu Endri Rahmawati (Blitar), Ibu Da Laela (Banyumas), dan Bpk Hadi Suwono (Batu).

Mereka bekerja sehari-hari di kantor pemerintah daerah untuk memfasilitasi kegiatan program MBE

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID