Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

Dari Kebumen

Pelatihan Sekolah dan Masyarakat

Pelatihan Sekolah dan masyarakat di Kabupaten Kebumen dilaksanakan Tgl 25--30 Setember 2004 yang terdiri dari dua kecamatan, yaitu Kec. Ambal dan Kec. Gombong. Pelaksanaan Pelatihan Sekolah dan Masyarakat diawali di Kecamatan Ambal dengan jumlah peserta yang seharusnya 58 menjadi bertambah 15 peserta secara swadaya. Dari gugus yang lain ingin menambah peserta pelatihan. Regional Office Central Java menyarankan untuk mengajukan proposal supaya mengadakan pelatihan secara mandiri agar dalam proses pelatihan lebih efektif dan efesien.

Peserta pelatihan sekolah

Peserta pelatihan sekolah dan masyarakat sedang mempresentasikan hasil diskusi kelompok.

Begitu juga untuk Kecamatan Gombong dari gugus yang lain juga mengharapkan untuk diadakan pelatihan yang sama. Para peserta pelatihan sangat antusias mengikuti pelatihan yang dipandu oleh 12 fasilitator dengan skenario model pelatihan melibatkan partisipasi dari peserta dengan sistim berdiskusi, modeling, dan presentasi.

Fasilitator menyajikan pokok bahasan tentang MBS, PSM, Akuntabilitas Public, PAKEM, RAPBS, dan kunjungan sekolah. Hasil akhir dari pelatihan ini ialah masing-masing sekolah membuat rencana kerja tindak lanjut yang hasilnya diajukan ke Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Kebumen.

Pelatihan Pemetaan Sekolah

Pemetaan Sekolah yang dilakukan oleh Pemda Kabupaten Kebumen yang bekerja sama dengan MBE dilaksanakan tgl 7 - 9 Oktober 2004. Panitia penyelenggara kegiatan itu Sosbud Bappeda Kabupaten Kebumen. Peserta pelatihan berasal dari 26 Kecamatan yang tediri atasi 106 Pengawas TK/SD, SMP, dan SMA.

Pelatihan pemetaan sekolah berlangsung di SMKN 2 Kebumen yang dipimpin langsung oleh Kabid Sos-bud Kebumen dan dihadiri oleh Kepala Bappeda, BKD, Camat Kasubdin TK/SD, Kasi Teknis SLTP/SLTA, Bagian Keuangan, Kepala Cabang Dinas P dan K dan Regional Office Central Java dari MBE.

Ibu Purnowati (Fasilitator)

Ibu Purnowati (Fasilitator) sedang memberikan materi pelatihan pemetaan sekolah.

Hari pertama pelatihan dilaksanakan secara bersama-sama untuk seluruh kecamatan, dengan metode diskusi dan presentasi yang meliputi pokok bahasan : Pemetaan dan Inventarisasi Persekolahan, Peran dan Tanggung Jawab, Kelompok data dan Jenis data yang dibutuhkan, Hasil kajian dan Analisis terhadap format data, serta Proses pengumpulan data dan Validasi Data. Untuk hari kedua dan ketiga dijadikan menjadi dua gelombang agar dalam pelaksanaan lebih efektif karena menyangkut pembahasan secara teknis bagaimana melakukan simulasi pengisian format.

Pelatihan ini dipandu oleh Tim 15 yang terdiri dari unsur Dinas P dan K, Cabang Dinas, Bappeda, Bagian Keuangan, dan Depag yang baru dilatih Pemetaan Sekolah selama tiga hari di Banyumas. Mereka langsung melatih di Kebumen bersama dengan tenaga teknis dari Bappeda serta dari Konsultan MBE yang sekaligus juga memperkenal-
kan Program MBE.

Program Pemetaan di Kabupaten Kebumen mempunyai tujuan yang bukan hanya untuk pemerataan dalam masalah SDM, sarana prasarna akan tetapi juga untuk meningkatkan mutu pendidikan. Pemetaan pendidikan ini tidak hanya dilaksanakan pada tingkat pendidikan dasar tetapi juga pendidikan SMA.

Antusiasme Masyarakat Ambal Menyambut MBE

Sebagaimana diberitakan dalam suara MBE edisi April 2004, Kabupaten Kebumen terpilih sebagai salah satu daerah binaan MBE bersama Kota Batu, Kota Madiun, Blitar, dan Banyumas. Segera setelah terpilih Pemda Kebumen segera menyusun RTL guna menindaklanjuti program tersebut.

Setelah mengikuti Lokakarya di Yogyakarta, kemudian dilakukan kunjungan ke Probolinggo dan Pacitan, Jawa Timur, dua kabupaten yang telah terlebih dahulu menjadi daerah binaan MBE.

Kunjungan tersebut diikuti oleh Bappeda, KaSubdin TK/SD Dinas P dan K, Ketua Dewan Pendidikan, Komisi E DPRD, Camat, Ka Cab. Dinas P dan K, Pengawas, beberapa Kepala SD/MI, Kepala SMP/MTs, beberapa guru SD/MI dan guru SMP/MTs dari Gombong dan Ambal, Kecamatan yang ditunjuk sebagai daerah binaan.

Pada gambar nampak dari kiri Ka cab. Dinas P dan K Kec. Ambal Drs. Misbahchulmunir, Camat Ambal Drs. Frans Haidar, Guru Supriyati Handayani S.Pd dan Kepala SDN 2 Ambalresmi Dunung R S.Pd, saat mengunjungi SDN Baleharjo 2 Pacitan.

Sekembalinya dari kunjungan, camat Ambal Drs. Frans Haidar segera menindaklanjuti kegiatan dengan mengadakan sosialisasi kepada masyarakat. Camat muda yang energik ini dalam berbagai kesempatan selalu menyampaikan betapa pentingnya Peran Serta Masyarkat ( PSM ) dalam pendidikan. Beliau tidak hanya berbicara, namun tak segan-segan terjun langsung dalam membantu berbagai kesulitan yang dihadapi sekolah di wilayahnya.

Bagai gayung bersambut, masyarakat sangat antusias menanggapi ajakan Pak camat. Sekarang, semua sekolah di wilayah Kecamatan Ambal telah memiliki komite sekolah yang tidak sekedar " gambar tempel" namun betul-betul siap membantu pengelolaan sekolah.

Beberapa waktu lalu, ketika MBE mengadakan pelatihan untuk Kepala Sekolah dan Masyarakat yang sedianya hanya 10 sekolah binaan (6 SD, 1 MI, 2 SMP dan 1 MTs), ternyata secara swadaya sekolah-sekolah lain di Kec. Ambal juga mengikutinya.

Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah dan masyarakat Kecamatan Ambal sangat antusias dalam menyambut Program MBE. Saat ini beberapa sekolah telah dapat dilihat kegiatan nyata dari komite sekolah maupun masyarakat yang tengah ikut serta terlibat dalam PBM, maupun kegiatan ekstra kurikuler.

Bpk Phillip Tjakranata dari USAID

Bpk Phillip Tjakranata dari USAID berkunjung ke SD Al Khairiyah pada saat pelatihan fasilitator MBS dan PAKEM untuk lima daerah baru di Banyuwangi

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID