|
Surat dari Singapore
Surat ini dari Angela Khoo, seorang mahasiswi S2 Singapura. Setelah membaca tentang MBE di internet, melakukan studi lapangan di sekolah binaan dan non-binaan MBE, pada bulan Juli 2004, di Kabupaten Banyuwangi dan Probolinggo.
|
Dengan hormat,
Dengan bimbingan beberapa staf MBE Project baik di Jakarta maupun di daerah, saya Angela, sebagai mahasiswi jurusan Kebijakan Publik, di National University of Singapore mengunjungi beberapa Sekolah Dasar di Kabupaten Banyuwangi dan Probolinggo pada bulan Juli 2004, dalam rangka kerja lapangan dalam bidang "Alur informasi pasca desentralisasi di Indonesia".
Sebagai hasil kunjungan dan diskusi dengan beberapa staf MBE yang berpengalaman, kepala sekolah, guru-guru dan anggota Komite Sekolah, saya mendapatkan gambaran yang sangat dalam tentang dampak desentralisasi pada pendidikan di Indonesia.
Untuk itu saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada MBE dan banyak pihak lainnya , dan melalui surat ini saya sampaikan salam hangat dan terima kasih saya. Selama kunjungan ke sekolah, saya temui bahwa minat para anggota Komite Sekolah dan orang tua murid untuk belajar lebih banyak tentang inovasi baru, praktik yang baik (best practices), metode pengajaran dll, pada daerah lain maupun negara lain sangat besar.
Sebagai contoh, mereka terus menerus menanyai saya tentang kenyataan pendidikan di Malaysia dan Singapura. Saya meminta maaf bahwa saya tidak dapat bercerita lebih banyak pada saat itu. Walupun demikian, pada kesempatan tersebut saya memberikan gambaran dan wawasan secara umum tentang perbedaan pada kenyataaan dunia pendidikan di pelbagai Negara.
Pada saat membaca hal ini, mohon diingat bahwa Indonesia adalah Negara yang sangat unik dan heterogen. Jika ada yang dapat dilakukan di suatu Negara belum tentu dapat dilaksanakan di Indonesia, karena pendapatan, ekonomi politik, sejarah, sosial ekonomi, luas, jumlah penduduk maupun sumber daya yang tersedia sangat berbeda di antara Negara yang diperbandingkan.
Walaupun demikian akan sangat menarik untuk mengetahui beberapa hal tentang Indonesia dibandingkan dengan Negara lain di regional ini. Hal ini dapat dilihat dari tabel dibawah :
Semua data adalah untuk tahun 2002, kecuali tertera lain. Jika memperhatikan data, harap berhati-hati dalam menarik kesimpulan awal, karena kapasitas Pendapatan dan prioritas Belanja masing-masing pemerintah berbeda.
|
Jika anda hendak memperoleh data /informasi lebih lanjut tentang profil pendidikan masing-masing Negara, silakan mengunjungi: http://devdata.worldbank.org/edstats/cd1.asp
Bersama ini saya juga menambahkan beberapa jaringan pendidikan untuk pembaca Suara MBE yang tertarik untuk belajar lebih lanjut tentang pendidikan di Negara lain:
Malaysia - Ministry of Education
http://www.moe.gov.my/english/
Thailand - Ministry of Education
http://www.moe.go.th/English/
Philippines - Department of Education
http://www.deped.gov.ph/about_deped/history.asp
Secara umum, pada saat kunjungan saya melihat bahwa MBS, PAKEM, dan PSM sangat diterima dengan baik oleh sekolah - sekolah binaan MBE. Demikian pula beberapa sekolah non-binaan telah mengikuti metode pembelajaran yang diterapkan, dengan mengikuti pelatihan, kunjungan sekolah, rapat KKKS dan KKG. Di beberapa Kecamatan bahkan ada "Forum Komunikasi antar Orang tua Murid", dimana Komite Sekolah berkumpul bersama dan berbagi informasi tentang isu sekolah dan pendidikan.
Saya sangat kagum dengan enerji dan antusiasme para Kepala Sekolah dan anggota Komite. Berbekal keinginan untuk berbagi informasi dan ide, jika dilaksanakan bersama dengan transparansi dan akuntabilitas yang lebih baik pada system pendidikan, sangat diharapkan bahwa mutu pendidikan di Indonesia akan membaik dan dapat memenuhi kebutuhan ekonomi Negara dan regional.
Hormat kami,
Angela KHOO Pek Ne
Student, Master of Public Policy
Lee Kuan Yew School of Public Policy
National University of Singapore
5 Arts Link Level 6
Singapore 117570
Foto di atas, Angela Khoo pada saat kunjungan ke Hotel Grand Bromo, Probolinggo
|