Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

Inovasi di Batu

Waktu kami berkunjung ke Kota Batu, kami melihat beberapa sekolah binaan yang sudah nampak ada kemajuan, meskipun baru dilatih beberapa minggu sebelumnya dalam MBS, Peran Serta Masyarakat dan PAKEM. Kami diberitahu oleh Ibu Mistin, Kasubdin Pendidikan, bahwa semuanya menunjukkan kemajuan, bahkan sekolah yang belum masuk program MBE minta dilatih segera!

Memang kemajuan yang nampak tidak hanya hasil kegiatan MBE, tetapi merupakan upaya mereka sendiri, setelah mereka melakukan studi banding ke sekolah MBS di Probolinggo beberapa waktu yang lalu. Ini adalah beberapa perubahan yang nampak di sekolah yang dikunjungi. Sekolah tersebut dikunjungi tanpa pemberitahuan sebelumnya - oleh karena itu tidak ada rekayasa!

SDN Ngaglik 1 Maju dalam Banyak Hal

Terbuka dan Transparan

Kota Batu sudah menunjukkan praktik yang baik dalam renovasi gedung sekolah. Dana sebesar Rp.100 juta telah diberikan kepada SDN Ngaglik dan dikelola oleh komite sekolah sendiri. Di samping itu sekolah mengumpulkan dana dari masyarakat, dan daftar dana tersebut dipajangkan secara terbuka di dinding sekolah.


Daftar Dana Pembangunan

Pelajaran PAKEM Terpadu di Kelas 1

Ibu Ninik, guru kelas 1a adalah fasilitator daerah untuk kelas awal. Ketika dikunjungi dia baru pulang dari pelatihan PAKEM di Yogyakarta, dan langsung mempraktikkan apa yang dipelajari di sana (lihat Foto dibawah). Kami sudah beberapa lama di dalam kelas, baru Ibu Ninik menyadari kedatangan kami, karena dia sedang asyik membantu sekelompok anak yang mengerjakan tulisannya. Sudah ada pajangan hasil karya anak dan banyak contoh anak menulis dengan kata-kata sendiri. Di bawah ada tulisan Tiffani, anak kelas 1a.

Ibu Ninik membantu sekelompok anak

Belajar Bahasa Inggris dari TK!

Anak di SD Ngaglik belajar Bahasa Inggris mulai dari TK. Dari kelas 3 s.d. kelas 6 ada 'conversation class' seminggu sekali pada sore hari, yang diberi melalui kerja sama dengan pihak Universitas Negeri Malang (UM).

Kotak Amal Membantu Sekolah

Siswa memasukkan Uang ke kotak amal Di samping, ada foto anak kelas 3a namanya Brian memasukkan uang ke dalam kotak amal. Dana ini dikumpulkan di semua kelas - sampai Rp 40.000 lebih per hari, dihitung dan dicatat oleh anak sendiri - dan digunakan untuk membeli minum dan makan kalau ada olah raga, membuat papan pajangan di kelas, membeli lemari kelas dll. Paguyuban kelas yang dibentuk setelah kunjungan ke Probolinggo selain mengelola dana ini, juga mengelola kunjungan belajar keluar sekolah.

SMP 1 Batu

SMP 1 Batu sudah mulai menerapkan PAKEM. Buktinya ada dalam pajangan majalah dinding di bawah ini. Majalah tersebut terdiri dari beberapa jenis tulisan siswa kelas 9C. Ryan S. (di bawah) menunjukkan lagu yang ditulisnya tetapi tidak berani menyanyi pada saat kunjungan kami!

Lagu yang ditulis Ryan.S

Ryan menunjukkan lagu yang ditulisnya

SD-Plus Al Irsyad

Setelah pelatihan MBS, PSM dan PAKEM beberapa kelas di SD-Plus Al Irsyad, Batu sudah mulai mengelola anak secara kelompok dan membuat pajangan. Di sebelah kanan ada gambar kelas 6.

Siswa SD-Plus Al Irsyad
Tulisan Tiffani anak Kls 1a

Cerita dan Pertanyaan dari Daerah

Kami siap menjawab pertanyaan Anda berkait dengan PAKEM/ Pembelajaran Kontekstual, MBS, atau hal lain. Kami juga minta dikirimi cerita Anda dari daerah MBE tentang inovasi atau isu pendidikan baik di tingkat sekolah, masyarakat, maupun kabupaten. Kirimkan kepada kami di Jakarta untuk Suara MBE. Bila disertai foto, lebih bagus. Kirimkan melalui pos, fax atau e-mail. Alamat, nomor fax, dan e-mail ada di halaman belakang.

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID