Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

Kota Madiun Bangkit

Pembelajaran di Salah Satu Sekolah di Kota Madiun.

Madiun dengan mottonya sebagai kota gadis (perdagangan pendidikan dan industri ) telah berupaya mewujudkan tujuan tersebut. Dengan adannya program MBE, salah satu sekolah yang merupakan binaan MBE (SD Negeri 03 Kanigoro) telah mengawali model pembelajaran PAKEM.

Dengan bekal yang diperoleh dari pelatihan fasilitator di Banyuwangi, kepala sekolah, komite serta para guru dan orang tua memiliki semangat yang tinggi untuk mewujudkan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan bermutu. Para siswa juga senang terhadap model yang sekarang mereka lakukan di kelas. Antusias siswa untuk belajar di sekolah semakin betah / krasan.

Dampak Pembelajaran PAKEM pada Siswa:

Rengganis, siswa kelas 4 SD Kanigoro Kota Madiun dengan bangga memajangkan hasil karya lukisnya di papan visualisasi didepan kelasnya (kanan).
Rengganis memajangkan hasil karyanya "Harapanku lukisanku bisa dilihat oleh teman-temanku, dan mungkin kalau aku masih banyak yang kurang temanku bisa memberikan saran pada aku," demikian komentar Rengganis saat para guru dan kepala sekolah dari SDN lainnya di Kota Madiun mengunjungi sekolahnya.

SDN 02 Klegen Kota Madiun

Siswa belajar kelompok Sebagian sekolah yang difavoritkan oleh masyarakat Kota Madiun juga telah mengawali pembelajaran PAKEM. Hal ini baru sebatas pengelolaan kelas dan cara siswa belajar secara kelompok. SDN 02 Klegen telah banyak prestasi yang diraih, baik bidang akademik maupun non akademik. Prestasi itu telah diraih sampai tingkat propinsi.

Lab. Komputer Peran serta masyarakat sangat mendukung. Hasilnya sekolah telah memiliki laboratorium komputer dengan 20 unit komputer. Guru dan siswa telah dapat memanfaatkan komputer untuk pembelajaran. Dari sini tujuan pendidikan untuk menciptakan generasi bangsa yang berpengetahuan dan berteknologi telah dilaksanakan di Kota Madiun.

MI Al Islamiyah 03 Madiun

Kepala Sekolah yang baru Drs. Bapak Bambang ....MPd, banyak melakukan terobosan a.l.:

Taman IPA sebagai Alternatif Media Belajar Luar Ruang.

Oleh sekolah, telah disiapkan sebuah taman yang berisi berbagai macam tanaman, sebagai alternatif media belajar luar ruang. Tetapi banyak guru yang merasa bahwa hal itu hanya membuang-buang waktu saja. Semoga dengan masuknya MI ini sebagai binaan MBE peran PAKEM dapat lebih meningkatkan pola pembelajaran. Pada saat ini taman tersebut agak terbengkalai karena sebagian lahannya dipakai sebagai tempat tukang mempersiapkan pengecoran gedung baru. Setelah selesainya gedung baru Kepala MI bertekad untuk lebih mendayagunakan taman ini.

Pelajaran Sampai Pukul 14.30 dan Makan Siang Bersama

Atas kesepakatan dengan wali murid tentang adanya penambahan pelajaran, maka Kelas 4-6 dipulangkan pukul 14.30. Konsekuensinya adalah siswa harus makan di sekolah. Untuk itu makan siang disiapkan oleh sekolah dengan tambahan biaya Rp 25.000 per siswa/ bulan.

Pada acara makan siang bersama tersebut selain menunjukkan konsep kebersamaan, juga dilibatkan beberapa kegiatan yang baik a.l. konsep kebersihan, sebelum makan dimulai dengan mencuci tangan. Lalu berdoa sebelum makan, untuk mensyukuri pemberian Tuhan atas nikmat ilmu, kesehatan dan rizki yang telah diperoleh.

Bingung Banyak Program MBS?

Kami sudah beberapa mendapat pertanyaan. 'Banyak sekali program yang mengembangkan MBS - ada program MBE, ada CLCC (UNESCO-Unicef), ada program baru dari AusAID dsb. Apa perbedaan antara program semua ini?'

Ini khususnya ditanyakan di daerah seperti Banyumas dan Probolinggo yang dibantu lebih dari satu program. Program MBE dan dari AusAID memang bekerja dalam manajemen pendidikan tingkat kabupaten/kota, sedangkan kegiatan CLCC hanya tingkat sekolah SD dan MI

Tetapi ketiga program mengerjakan hal yang sama di tingkat sekolah untuk mengembangkan Manajemen Berbasis Sekolah, Peran Serta Masyarakat, dan PAKEM. Semua program tersebut menunjang pelaksanaan program Depdiknas. Apalagi ketiga program tersebut bekerja sama untuk mengembangkan bahan pelatihan dan bahan penunjang untuk guru, yang digunakan ketiga program.

Pelatihan Fasilitator Daerah

Dikoordinasikan Lynne Hill, konsultan MBE, paket pelatihan PAKEM ketiga telah dikembangkan oleh MBE dan CLCC bersama dan diujicobakan dalam pelatihan fasilitator daerah di Yogyakarta pada bulan September - Oktober 2004 (atas).

Daerah Menerbitkan Buletin MBE

Dua daerah MBE yaitu Pacitan dan Batu telah menerbitkan suatu bulletin atau newsletter sendiri. Di Pacitan namanya 'Buletin MBE' dan di Batu yang baru beberapa bulan masuk MBE namanya 'Green Apple' sesuai buah yang banyak tumbuh di sana. Pada halaman berikut ini ada beberapa cerita dari kedua terbitan tersebut.

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID