|
Untuk meningkatkan kemampuan guru, pihak sekolah melakukan inisiatif dengan menggalakkan kembali fungsi dan peran MGMP sekolah. Maka bergulirlah program MGMP sekolah sebagai forum guru dalam membahas berbagai isu pembelajaran.
Pada tanggal 23 September 2004 telah dilaksanakan MGMP sekolah yang dihadiri oleh semua guru SMPN I Jakenan. Bertindak sebagai nara sumber adalah para fasilitator MBE untuk semua mata pelajaran,seperti Ibu Sri Suryanti, S.Pd dan Bapak Zaini, SPd.
Melalui MGMP sekolah, kemampuan guru dalam peningkatan KBM bisa lebih ditingkatkan dan melalui lokakarya bulanan segala persoalan KBM di sekolah bisa dibedah dan diselesaikan. Dalam gambar Ibu Sri sedang berdialog dengan rekan guru lainnya.
Komite Sekolah Berpartisipasi dalam KBM di SD Bentul
SD Bentul, salah satu SD binaan MBE di Kabupaten Banyumas yang dikepalai oleh Syukur Iskandar tergolong sebagai SD yang berkembang pesat. SD ini memiliki keunikan yang jarang dimiliki oleh sekolah lain. Pada tahun ini SD Bentul memperoleh pengakuan sebagai SD yang paling berhasil memaksimalkan peran komite sekolah di Jawa Tengah.
Lingkungan SD Bentul sangat rimbun namun tetap bersih. Seluruh teras dan halaman ditanami dengan berbagai tanaman. Sebagian tanaman telah diberi label nama dalam bahasa Indonesia. Suyanto, fasilittor IPA SD merencanakan melengkapi label dalam bahasa Jawa dan Latin secara bertahap. Hal itu dapat dilakukan berkat adanya kerja sama seluruh warga sekolah.
|
No.1 : Halaman sekolah yang dipenuhi pohon kelapa dan salak. No.2 : PPL Kebasen, seorang tokoh masyarakat mengajari siswa kelas IV membuat pupuk ramah lingkungan.
|
Ahkmad Wahyudin, salah satu penyuluh pertanian di Kebasen, Banyumas saat ini sedang mengembangkan pembuatan pupuk yang memanfaatkan segala sisa tanaman yang selama ini terbuang. Pembuatan pupuk dengan sistem penguraian ini melibatkan siswa kelas IV sebagai bekal hidup kelak.
Belajar IPA Gampang
POE (prediction, observation, explanation) adalah strategi yang diperkenalkan dalam PAKEM. Siswa melakukan prediksi terhadap sesuatu yang akan terjadi. Setelah siswa membuat prediksi, mereka melakukan eksperimen dan observasi terhadap eksperimen yang sedang dilakukan. Hasil eksperimen ini kemudian dijelaskan dan dihubungkan dengan prediksi yang telah dibuat sebelumnya.
|
Dalam pelatihan PAKEM di Kabupaten Kebumen dan Banyumas, strategi POE banyak diterapkan dalam mata pelajaran IPA. Strategi ini ternyata juga cocok diterapkan dalam pembelajaran lain seperti matematika dan bahasa.
|
Penerapan PAKEM dalam IPA tanpa biaya. Beberapa siswa aktif melakukan percobaan, sementara siswa lain mengamatinya.
|
Secara umum, para siswa usai mempelajari IPA dan Bahasa Indonesia di SD berkomentar bahwa belajar IPA dan belajar membaca itu gampang. Ada juga yang mengatakan bahwa dengan adanya kegiatan memprediksi, para siswa merasa tertuntun saat melakukan eksperimen.
Formula Funding, Sebuah Pencerahan
MBE memfasilitasi pelaksanaan Workshop Formula Dana Alokasi Sekolah untuk daerah binaan yang baru bergabung pada tahun 2004. Kabupaten Kebumen, Banyumas, dan Blitar, Kota Madiun, dan Batu masing-masing mengirimkan 9 orang yang mewakili unsur fasilitator, Dinas Pendidikan, Bagian Keuangan, Bappeda, Dewan Pendidikan, Depag, dan DPRD (Komisi A).
Setiap perwakilan daerah melakukan kegiatan penyusunan formula pendanaan pendidikan yang disesuaikan dengan kondisi daerah mereka. Oleh karena itulah, muncul berbagai tawaran formula yang berbeda-beda, baik dilihat dari unsur variabel maupun pembobotan variabel
|
Ibu Erna dan kawan-kawan dari Banyumas berjanji melaksanakan formula funding (Dana Alokasi Sekolah) di daerahnya
|
Target workshop formula DAS adalah setiap daerah memiliki formula yang pendanaan pendidikan yang adil, transparan, partisipatif, dan mudah dimengerti oleh semua pihak. Ternyata, tidak ada peserta yang tidak sepaham dengan tujuan itu. Eno Syafrudin berkomentar tentang formula DAS yang ditawarkan Prima Setiawan, dkk. sebagai sebuah kegiatan pencerahan.
Sedangkan Agus Purwanto mengatakan bahwa formula DAS benar-benar sesuatu yang dinantikan rakyat banyak. Erna, dan Lis adalah pemerhati pendidikan dari Kab. Banyumas merasa ikut bertanggung jawab pada pendidikan di daerahnya. Oleh karena itu mereka berdua berusaha keras membantu Dinas Pendidikan menyusun formula pendanaan pendidikan yang transparan dan adil serta mudah dipahami oleh semua pihak.
Penyuluh Pertanian sebagai Nara Sumber
Sesuai dengan rencana, para guru, kepala sekolah, dan pengawas di berbagai daerah binaan MBE telah mengikuti pelatihan PAKEM selama 3 hari pada pertengahan bulan November 2004. Sementara semua guru sedang mengikuti pelatihan, para siswa SD di sekolah binaan pada umumnya diliburkan atau belajar di rumah.
Tetapi, di SD Bentul Kecamatan Kebasen, Banyumas kepala sekolah (Pak Suhut) dengan bijak mengambil keputusan yang berbeda dan memanfaatkan waktu luang tersebut dengan mengundang nara sumber dari Dinas Pertanian setempat (Bp Achmad Wahjudin dan Bp Suparno) untuk mengajari siswa kelas 3,4,5, dan 6 cara membuat pupuk organik Boka.
|