Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

Cara Membuat Pupuk Boka (kelas 3,4,5, dan 6)
Bahan baku yang diperlukan adalah: sekam padi, jerami, bribil (kotoran kambing) sebanyak 300 kg, EM 4 10 sendok makan (mengandung jutaan micro organisme pengurai) dan 10 sendok gula pasir. Semua bahan diaduk sampai rata. Dengan suhu dan kelembapan yang tepat, dalam waktu kurang lebih 2 minggu akan dihasilkan pupuk organik yang jauh lebih baik dibandingkan dengan pupuk kimia.
Menurut rencana pembuatan pupuk akan langsung dipraktekkan para siswa, tetapi karena hujan cukup besar, untuk sementara siswa mendengarkan dan mencatat proses pembuatannya.

Hasil kegiatan sebelumnya nampak dari tanaman tanaman yang subur di halaman belakang sekolah. Untuk meningkatkan mutu pendidikan, konsultan menganjurkan agar sekolah dan dinas pertanian, mencari bermacam macam bibit unggul, menanam di halaman sekolah, dan sesudah berhasil para siswa dianjurkan untuk menanamnya di rumah masing-masing. Selain itu, bermacam-macam tanaman dalam pot dan di halaman sebaiknya diberi nama-nama dalam bahasa Latin agar siswa belajar sambil berlatih praktek .

Wakaf Kolektif, Bentuk Partisipasi Masyarakat Pati

Program MBE selain membina sebanyak 20 SD/MI dan SMP/MTs di tiap kab/kota, juga melayani pendampingan dan pembinaan temporer bagi sekolah yang ingin maju. Untuk itu, pihak MBE telah melakukan penjajagan untuk bekerjasama dalam mengembangkan pendidikan di MI Ya Umi Fatimah Pati.

Ada yang bisa didambakan dalam pembinaan sekolah di MI Ya Umi Fatimah, yaitu sudah menerapkan cara belajar siswa aktif, dan penggalakkan peningkatan partisipasi masyarakat, dalam pengelolaan dan pengembangan pendidikan, khususnya di TK dan MI. Gambar di atas, mengilustrasikan peran partisipasi masyarakat dalam pembangunan pendidikan. Pihak sekolah berupaya mengelola dana titipan masyarakat tersebut dengan sebaik-baiknya, termasuk dalam transparansi penggunaannya dan siapa-siapa saja yang ikut dalam wakaf kolektif di bidang pendidikan.

Sosialisasi PAKEM bagi Kepala SMP Se-Kabupaten Pati

Kepala Sekolah memiliki peran yang sangat strategis dalam memajukan visi dan misi suatu sekolah. Demikian juga pada saat suatu sekolah akan menerapkan pendekatan baru dalam pembelajaran, seperti halnya implementasi PAKEM dan pembelajaran kontekstual di sekolah.

Yang dilatih bukan hanya para guru saja tetapi secara substantif kepala se-kolah harus mengetahuinya dan berperan sebagai pelopor. Demikian dikemukakan Drs. Suwarno, kepala seksi kurikulum SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Pati, di sela-sela Sosialisasi PAKEM bagi para Kepala SMPN dan SMP swasta se Kabupaten Pati yang diselenggarakan pada tanggal 15-16 Desember 2004 yang lalu.

Materi sosialisasi PAKEM mencakup: Apa, mengapa, dan bagaimana PAKEM, modeling PAKEM yang ditampilkan para fasilitator, serta diskusi tentang PAKEM. Bertindak sebagai nara sumber antara lain: Ujang Sukardi dan Wahjudi dari MBE, dengan para fasilitator MBE di Pati sebagai model yang menyajikan PBM sesuai dengan bidang studi masing-masing. Drs. Mashuri menjadi model dalam pembelajaran Matematika. Dalam gambar Pak Mashuri sedang membimbing siswa dan tampak juga para kepala sekolah (pakaian coklat) sedang mengamati.
..................................................................................................

Kebebasan adalah Unsur Penting Dalam Belajar
Oleh Lamudji, Kepala Sekolah SMPN 1 Wlingi, Blitar


Dunia pendidikan saat ini tengah dihadapkan pada tuntutan untuk dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, yaitu SDM yang mampu "hidup dan bertahan" di abad ini maupun di masa mendatang. Sumber daya manusia yang dimaksud adalah manusia-manusia yang memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk memasuki kehidupan, khususnya dunia kerja yang penuh dengan persaingan dan tantangan.

Untuk memenu-
hi hal tersebut, tujuan dan sekali
gus strategi pen-
didikan haruslah diarahkan kepa-
da pembentukan dan penguasaan kompetensi-kom
petensi tertentu. Salah satu unsur penting yang ber
kaitan dengan strategi pendidi-
kan ini adalah bagaimana menata lingkungan belajar agar kegiatan pembelajaran benar-benar merupakan aktivitas yang menyenangkan dan sekaligus menggairahkan bagi siswa.

Lingkungan belajar harus memberikan kebebasan kepada siswa untuk melakukan pilihan-pilihan akan mendorong siswa untuk terlibat secara fisik, emosional, dan mental dalam proses belajar, sehingga pada gilirannya dapat memunculkan kegiatan yang kreatif-produktif.

Prakarsa siswa untuk belajar akan mati bila dihadapkan pada berbagai macam aturan yang tak ada kaitannya dengan belajar. Banyaknya aturan yang sering kali dibuat oleh guru dan harus ditaati oleh siswa akan menyebabkan mereka selalu diliputi oleh rasa takut salah untuk berbuat sesuatu. Hal ini selain mematikan kreativitas siswa juga menyebabkan sekolah tidak lagi dirasakan sebagai tempat yang menyenangkan, tetapi justru dirasakan sebagai tempat penyiksaan terencana.

Berkaitan dengan pentingnya unsur kebebasan dalam belajar tersebut di atas, maka model pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAKEM) yang ditawarkan oleh Program Managing Basic Education (MBE) merupakan salah satu solusi untuk memperbaiki proses belajar mengajar di sekolah.

Dengan PAKEM, siswa memperoleh kebebasan untuk menetapkan pilihan-pilihan dalam belajar. PAKEM juga memberikan peluang bagi siswa untuk lebih mengembangkan kreativitasnya. Mudah-mudahan kehadiran PAKEM benar-benar membawa perubahan yang berarti bagi dunia pendidikan kita dalam memenuhi tuntutan perkembangan zaman.

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID