|
CERITA MANAJEMEN PENDIDIKAN
|
Formulasi Dana Alokasi Sekolah Kota Batu 2004-5
Tahun 2004, Kota Batu telah melaksanakan penghitungan Dana Alokasi Sekolah (DAS), yang didasarkan hanya pada rentang jumlah siswa, sbb:
|
Jumlah Siswa
|
Dana Bantuan Pembela- jaran/murid/tahun(Rp)
|
|
1-100
|
110.000
|
|
101-200
|
140.000
|
|
201-300
|
190.000
|
|
301-400
|
230.000
|
|
>401
|
280.000
|
Pada bulan April 2004 Dinas P dan K Kota Batu mengikuti Workshop Formula Funding di Surabaya yang diselenggarakan oleh MBE Project, sebagai pengamat. Berdasarkan ma-sukan dari workshop tersebut dan belajar dari daerah lain, Batu mencoba menerapkan suatu formula untuk mengalokasikan DAS tahun 2005. Variabel yang digunakan adalah:
|
- lembaga sebagai fixed cost dengan bobot 15%, ditambah dengan sub-bobot berupa poin yang diterapkan untuk tiap level sekolah,
- jumlah siswa dengan bobot 35%,
- jumlah ruang dengan bobot 20%,
- jumlah guru dengan bobot 20%,
- pembinaan siswa berprestasi dengan bobot (10%).
|
|
Ibu Mistin, Kabid Pendidikan dan Pengajaran Kota Batu, memaparkan draf DAS di Lokakarya DAS
|
Draft formula ini kemudian diusulkan dan dipaparkan pada stakeholder pendidikan kota oleh tim perencana DAS. Pada saat ini, formula tersebut telah disetujui oleh para stakeholder pendidikan di kota Batu, sedangkan jumlah dana yang akan dialokasikan sedang diajukan.
Dari pengalaman kota Batu dan beberapa daerah lain yang dapat menggulirkan DAS, dapat dipelajari bahwa sangat dibutuhkan suatu kelompok yang berkompeten dan dapat meyakinkan stakeholder lain (eksekutif, legislatif dan masyarakat) tentang manfaat dari pelaksanaan DAS ini, sehingga rencana yang telah disiapkan dengan baik tidak akan menjadi sia-sia.
Pelatihan Penyusunan RIPS dan RAPBS di Daerah Baru
Daerah-daerah baru mitra Program MBE, Banyumas, Kebumen, Kota Madiun, Blitar dan Kota Batu, telah melaksanakan pelatihan penyusunan Rencana Induk Pengembangan Sekolah (RIPS) dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS).
|
Kepala Sekolah, Guru dan Komite Sekolah SD Negeri 1 Ambal Resmi duduk bersama menyusun RIPS dan RAPBS.
|
|
Pelatihan diikuti oleh 20 sekolah di masing-masing daerah. Setiap sekolah mengirim tiga dari Kepala Sekolah, Guru dan Komite Sekolah. Selain itu pelatihan juga dihadiri oleh Kepala UPT Dinas Pendidikan (di Kota Batu disebut Koordinator Dinas Pendidikan di Kecamatan) dari masing-masing kecamatan. Sebagaimana sekolah-sekolah di daerah sebelumnya, setelah mengikuti pelatihan ini sekolah-sekolah di daerah-daerah baru diharapkan mampu menyusun RIPS dan RAPBS dengan benar dan sistematis sesuai dengan kondisi setiap sekolah.
Dengan demikian sekolah dapat melaksanakan konsep Manajemen Berbasis Sekolah yang efisien, transparan, aspiratif, akuntabel dan partisipatif dengan melibatkan semua stakeholder. Dalam penyusunan dokumen RIPS dan RAPBS, sekolah-sekolah akan didampingi oleh fasilitator-fasilitator yang akan berkunjung empat kali ke setiap sekolah selama masa penyusunan.
Khusus di Kota Batu, pelatihan juga diisi oleh penyajian pengalaman MTs Negeri 1 Malang dalam menyusun RIPS dan RAPBS yang disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Litbang, Bpk. Drs. Sutirjo, M.Pd. MTs tersebut (foto di atas) berhasil berkembang dari sekolah yang tidak terpandang menjadi salah satu sekolah unggulan di Malang dan Jawa Timur.
Berbagai prestasi akademik di tingkat nasional dan internasional mampu diraih sekolah tersebut. Selain itu sekolah ini dikenal unggul di bidang manajemen sekolah dan pengembangan partisipasi masyarakat. Melalui penyajian tersebut, para peserta pelatihan diharapkan dapat belajar dan mencontoh keberhasilan sekolah ini.
|
Kebumen Proaktif Dalam Analisis Pemetaan Sekolah
Program MBE akan melaksanakan workshop analisis pemetaaan sekolah di lima daerah baru (Banyumas, Kebumen, Kota Madin, Blitar dan Kota Batu) pada awal 2005. Namun Kabupaten Kebumen sudah selesai mengumpulkan data tidak hanya di dua kecamatan binaan, namun di seluruh 26 kecamatan dan telah melaksanakan workshop analisis pemetaan sekolah.
|
Wakil Bupati Kebumen Bpk. KH. M. Nashiruddin AM
|
Workshop yang diselenggarakan pada tanggal 8-9 Desember 2004 tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Kebumen, Bpk. KH. M. Nashiruddin AM dan dihadiri oleh Ketua Bappeda Kebumen, Bpk. Drs. H. Mahar Moegiyono HN.
Dalam sambutan yang disampaikan oleh wakilnya, Bupati Kebumen Ibu Dra. Hj. Rustriningsih, MSi mengatakan bahwa workshop ini sangat penting artinya karena hasilnya akan benar-benar digunakan sebagai acuan untuk perencanaan pendidikan yang didukung oleh data dan informasi yang akurat sehingga pelaksanaan pembangunan pendidikan menjadi efisien, efektif dan tepat sasaran. Lebih jauh, Wakil Bupati menyatakan bahwa Bupati tidak menginginkan ada sekolah yang ambruk karena salah pendataan dan perencanaan.
Pada tahun anggaran 2005 Pemda akan meneruskan program rehabilitasi sekolah yang dananya bersumber dari APBD untuk proyek stimulan (Rp 8 juta per ruang kelas) dan dari DAK (Rp 50 juta per sekolah). Hasil analisis berikut rekomendasinya akan dipaparkan dalam lokakarya yang direncanakan pada akhir Desember 2004 dan akan dihadiri oleh stakeholder dari berbagai kalangan antara lain DPRD, Dewan Pendidikan dan LSM Pendidikan.
|
|