|
Sekilas Info dari SMPN I Pacitan
SMPN I Pacitan berdiri sejak 58 tahun yang lalu, tepatnya September 1946. Terletak di tengah-tengah kota kecil Pacitan (Jl. A. Yani 41), sekolah ini mempunyai 1,312 siswa yang terbagi menjadi 30 rombongan belajar, diasuh oleh 86 guru dan dibantu 14 tenaga administrasi.
Sebagai sekolah tertua tidaklah heran jika seringkali dijadikan tolok ukur keberhasilan oleh sekolah-sekolah lain serta senantiasa sangat diminati oleh para lulusan SD di sekitarnya. Hampir semua lomba-lomba baik bidang studi, seni, olahraga maupun keagamaan selalu memperoleh hasil yang memuaskan. Prestasi terakhir yang sangat membanggakan adalah terkirimnya seorang siswa ke Olimpiade Fisika tingkat nasional di Riau.
Untuk lebih meningkatkan mutu pendidikan di SMPN I Pacitan khususnya dan untuk menyongsong KBK 2004 maka pada tanggal 30 Juli - 1 Agustus 2004 diselenggarakan pelatihan PAKEM secara mandiri untuk seluruh guru SMPN I dan 4 sekolah lainnya. Sebelumnya SMPN I telah mengikuti pelatihan PAKEM untuk sekolah imbas, namun hanya memperoleh jatah 5 orang guru, kepala sekolah dan seorang wakil dari Komite Sekolah.
Masyarakat, dunia usaha, alumni termasuk Bapak Bupati menaruh perhatian besar terhadap kegiatan ini dengan memberikan berbagai bantuan antara lain dalam bentuk barang, uang, fasilitas dan publikasi
Program MBE membantu menghadirkan tiga fasilitator nasional (Bpk. Asari, Bpk. Najid, Bpk. Supriyono Koes) dan seorang konsultan asing (Ibu Lynne Hill) di tengah-tengah para guru yang sangat mengharapkan pelatihan-pelatihan sejenis.
Semoga SMPN I Pacitan khususnya serta Kabupaten Pacitan umumnya lebih banyak menghasilkan pemimpin-pemimpin bangsa seperti halnya Presiden SBY yang menyelesaikan sekolah lanjutan pertamanya di SMPN I Pacitan pada tahun 1964.
SDN Tangkil 1, Wlingi, Blitar
Bpk. Izul Marom, Kasi Kesiswaan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar difoto di bawah ini (di tengah Gb.1) di kelas 1 SDN Tangkil 1, bersama guru kelas 1, Ibu Wening (di kanan Gb.1) dan pengawas TK/SD, Ibu Marijati (kiri Gb.1). SDN Tangkil 1 maju terus dalam MBS, PSM dan PAKEM.
Semangatnya tinggi yang ditandai pada saat kehadiran kami. Guru, orang tua dan beberapa siswa main kulintang, disertai kepala sekolah, Ibu Sri Sumarti yang menyanyi (Gb.2). Lukisan anak pada Gb.3 juga sangat mengesankan
|
Desa Balerejo Punya Ide!
Salah satu tujuan dari MBE adalah untuk meningkatkan efisiensi pemafaatan sumber daya pendidikan. Kegiatan pemetaan dan pendataan sekolah di kecamatan binaan menunjang tujuan tersebut. Di bawah ini ada suatu cerita yang menarik dari Blitar yang mengambarkan potensi seperti itu.
SDN Balerejo 1 adalah sekolah binaan MBE di Kecamatan Wlingi, Blitar, yang terletak di gunung. MBS dan PAKEM sudah mulai diterapkan di sekolah ini. Kepala Sekolah Bpk. Sujiono bersama beberapa siswa kelas 6 difoto di sebelah kanan. SDN Balerejo 1 (foto di bawah) mempunyai 105 siswa and SDN Balerejo 2 yang terletak kurang lebih 500m dari SDN 1 mempunyai 90 siswa.
Karena jarak dari desa Balerejo ke SMP terdekat di Wlingi sejauh 15 Km, maka SMP Terbuka yang siswanya berjumlah sekitar 100 orang dilaksanakan pada sore hari di gedung SDN 1 oleh guru-guru yang didatangkan dari SMP 1 Wlingi.
Desa Balerejo mempunyai ide untuk meningkatkan pelayanan pendidikan. Mereka mengajukan usulan ke Cabang Dinas Pendidikan untuk menggabungkan SDN 1 dan SDN 2 Balerejo menjadi satu SD karena lokasinya berdekatan dan jumlah siswanya relatif sedikit.
Selanjutnya mereka mengusulkan salah satu sekolah dijadikan SMP. Apalagi karena kekurangan guru di sekolah lain di Kecamatan Wlingi, kelebihan guru setelah penggabungan sekolah diusulkan untuk dipindahkan ke sekolah yang kekurangan guru. Ini adalah sekolah dan desa yang proaktif memajukan pendidikan!
Terobosan SDN Ploso 1, Pacitan yang Patut Dicontoh
Satu lagi langkah terobosan SDN Ploso I Kabupaten Pacitan dalam meningkatkan kinerja berbagai komponen sekolah. Langkah tersebut ialah Pelatihan Sekolah dan Masyarakat khusus untuk komite sekolah dan paguyuban wali siswa yang tergabung dalam Forpempesdik (Forum Peningkatan Mutu Peserta Didik). Acara ini dirilis oleh Kepala Sekolah yang sekaligus fasilitator MBE, Pak Muhtarudin.
Selama tiga hari pelatihan, peserta sangat antusias mengikuti. Kesan peserta yang terpenting untuk dicatat ialah "Saya menjadi lebih mengerti tentang berbagai permasalahan sekolah dan menyadari betapa pentingnya peran berbagai pihak dalam peningkatan mutu pendidikan".
Memang tak dapat dipungkiri bahwa peran serta masyarakat sangat menunjang keberhasilan sekolah. Komunikasi antar komponen tersebut sangat diperlukan seperti yang telah dilakukan SDN Ploso I Kabupaten Pacitan. Sekolah mana lagi yang akan mengikuti jejak SDN Ploso I?
|