|
Berita dari Pelatihan PAKEM di Madiun
Pada awalnya model pembelajaran PAKEM masih menjadi tanda tanya besar bagi sebagian besar guru di Kota Madiun, tetapi pada saat pelatihan banyak muncul hal-hal yang menarik. Yang paling mengembirakan peserta dari Dinas Pendidikan berlomba-lomba untuk melaksanakan praktek mengajar.
Hal tersebut sangat jarang dijumpai di daerah lain. Ibu Sunarni (KASI MI/RA), Bapak Sunardjo (KASI SMP), para pengawas TK/SD dan pengawas SMP sangat antusias untuk praktek mengajar, bahkan ketika mendapat umpan balik dari peserta yang dalam kesehariaannya adalah kepala sekolah dan guru yang harus mereka bina.
Gambar 1 : adalah Bapak Gofar dari SDN 07 Madiun Lor. Pada awal pelatihan beliau bingung ketika akan praktek mengajar karena kawatir siswa tidak dapat menerima. Tapi setelah praktek mengajar PAKEM beliau terkejut dengan tangkasnya jawaban-jawaban siswa. Beliau berpendapat ternyata setelah diamati dengan seksama dan metode pembelajaran yang benar banyak potensi siswa yang bisa dikembangkan. Dan metode PAKEM membantu beliau memahami siswa lebih baik.
Gambar 2 : adalah Bapak Eko Arjono Pengawas SMP ketika menyampaikan peran beliau sebagai pengawas. Pada saat pelatihan PAKEM ternyata juga dimanfaatkan seluruh peserta untuk umpan balik. Pada saat materi peran kepala sekolah dan pengawas dalam pembinaan profesi, guru bisa menyampaikan harapannya pada kepala sekolah dan pengawas, kepala sekolah dapat menyampaikan harapannya kepada guru dan pengawas, dan juga sebaliknya pengawas dapat menyampaikan harapannya kepada guru dan kepala sekolah.
Disini terjadi diskusi yang sangat terbuka dan membangun karena mereka jarang duduk bersama dalam satu forum. Fasilitator, Pelatih Nasional dan konsultan MBE menjadi moderator. Atas peran dari MBE, pada saat mendatang mereka berharap hal-hal seperti tersebut dapat dilakukan lagi demi kemajuan pendidikan di Kota Madiun pada umumnya, dan khususnya bagi peningkatan SDM pendidikan.
Gambar 3 : Tidak ketinggalan dengan para pengawas, kepala sekolah pun berlomba-lomba untuk praktek mengajar. Hampir keseluruhan kepala sekolah SD melakukan praktek mengajar pada saat pelatihan. Tampak di gambar adalah Bapak Bambang, Kepala Sekolah MI Islamiyah 03 Madiun. Beliau praktek mengajar materi IPS kelas VI.
Para murid sangat antusias dan tidak terasa waktu menjadi cepat habis. Menurut Bapak Bambang keefektifan pembelajaran PAKEM sangat terasa, sedikit waktu yang digunakan tapi siswa bisa belajar banyak hal.
|
Imbas Pembelajaran PAKEM di Kota Madiun.
Gaung metode pembelajaran PAKEM di kota Madiun mulai terasa. Pada tanggal 27 - 28 Desember 2004, fasilitator MBE Kota Madiun diminta untuk melatih Strategi pembelajaran PAKEM bagi guru MI sekota Madiun atas prakasa dari mereka sendiri. Pelatihan bertempat si MI Islamiyah 01 Madiun berurutan dengan Materi tentang KBK yang disampaikan oleh Konsorsium Pendidikan Islam (KPI) Surabaya.
Banyak sekolah MI di Madiun yang di favoritkan masyarakat sehingga mengalami problem yang hampir sama yaitu kelas yang gemuk (berisi 40 sd 50 siswa per kelas). Untuk menghadapi kurikulum KBK mereka ingin mendapatkan strategi pembelajaran yang paling baik.
Melalui pelatihan selama 2 hari dan diskusi yang sangat intensif dengan para fasilitator MBE pada akhir pelatihan para peserta memperoleh keyakinan bahwa metode PAKEM akan memenuhi kebutuhan guru dan siswa.
Kelas yang kecil ataupun yang gemuk tidak menjadi masalah di metode PAKEM. Ibu Diana Rahmawati dari MI Islamiyah 02, peserta pelatihan dari kelas awal menyampaikan dengan metode PAKEM beliau merasa lebih senang ketika mengajar dan pembelajaran menjadi lebih efektif, dan murid juga senang.
Gambar-imbas. Tampak di gambar adalah siswa kelas IV ketika digunakan sebagai media praktek mengajar matematika tentang pecahan. Ketika diminta memberikan refleksi setelah pelajaran mereka menulis bahwasaat awal pelajaran merasa sangat berdebar-debar mendapat tugas menyusun angka yang sangat banyak.
Tapi pada akhirnya merasa senang karena dapat menyelesaikan tugas bahkan ada diskusi dengan temannya. Penemuan seperti itu yang memberi keyakinan pada para guru MI sekota Madiun bahwa metode PAKEM dapat diterapkan di sekolah mereka.
Partisipasi Masyarakat Di SDN 04 Kartoharjo
Sebulan yang lalu telah berhasil di bangun 4 unit kamar kecil untuk guru di SDN 04 Kartoharjo Madiun. Hal tersebut sebagai wujud kepedulian komite sekolah terhadap kebutuhan sarana fisik di SDN 04 Kartoharjo. Seratus persen dana pembangunan kamar kecil tersebut di tanggung oleh komite sekolah.
Sarapan Pagi di SDN 05 Manisrejo
Sekolah yang di pimpin oleh Ibu Mamiek Sutarmi ini telah melakukan berbagai inovasi agar sekolahnya lebih maju, salah satunya soal sarapan pagi. Soal sarapan pagi di tempelkan pada suatu tempat khusus, anak-anak dapat memilih sendiri soal tersebut. Semakin pagi anak datang, semakin dapat memilih soal yang dapat dikerjakannya, sehingga semakin siang anak sampai di sekolah soal sarapan pagi tinggal yang paling sulit.
Dengan begitu anak semakin bergairah datang ke sekolah dan guru kadang-kadang bisa juga memasukkan pertanyaan yang berupa pesan sosial seperti kejadian gempa tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam beberapa saat yang lalu.
|