Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

MADIUN: MULAI MENGIMBAS

Pelatihan PAKEM Mulai Mengimbas Dimana-Mana

Semenjak Kota Madiun terpilih sebagai binaan MBE dan dilaksanakan pelatihan PAKEM yang pertama pada bulan Desember 2004, banyak sekolah yang tidak dapat menjadi binaan MBE tergerak untuk mengetahui metode PAKEM. Sekolah beranggapan bahwa metode PAKEM akan sangat membantu apabila kurikulum 2004 (KBK) segera diterapkan. Gugus-gugus yang telah mendapat pelatihan PAKEM adalah Gugus A dan B Kecamatan Manguharjo, Gugus A dan B Kecamatan Taman dan Gugus A Kecamatan Kartoharjo.

Foto bawah: Kepala Dinas P & K Kota Madiun, Drs. H. Maidi, SH, MM, M.Pd ketika membuka pelatihan PAKEM untuk seluruh guru SMPN 6 Madiun (sekolah binaan) yang pada kesempatan itu bekerja sama dengan SMPN 14 Madiun (bukan sekolah binaan)

Kepala Dinas P & K Kota Madiun

Foto kanan:
Suasana pelatihan PAKEM di Gugus A Kecamatan Kartoharjo. Pada kesempatan itu kami menunjuk guru yang telah mendapatkan pelatihan PAKEM dari sekolah binaan untuk melakukan modeling. Hal ini teryata berdampak positif karena memacu teman-teman guru yang lain untuk segera merubah metode pembelajarannya.

Ruang Gurupun Harus PAKEM

Kendala utama dalam pelaksanaan metode PAKEM adalah pemahaman guru terhadap materi yang sangat beragam. Apabila guru memiliki kecenderungan kreatif dan memiliki pemahaman materi yang cukup maka PAKEM sangat mudah diterapkan. Untuk mensiasati hal tersebut, di SMPN 6 Madiun, ruang duduk guru dibentuk sedemikian rupa menyerupai kelas yang berkelompok berdasarkan guru mata pelajarannya, sehingga ketika guru memiliki waktu luang atau menemui kesulitan tidak akan kesulitan berdiskusi dengan teman sejawatnya.

Foto bawah: Tampak guru-guru SMPN 6 ketika jam istirahat. Diskusi antara guru setiap matapelajaran menjadi mudah dilakukan ketika ruang duduk guru dibuat berkelompok.

Guru-guru SMPN 6

Coba-Coba Pembelajaran Terintegrasi

Ketika pertama kali ide pelajaran terintegrasi dilontarkan, banyak guru yang mengatakan itu sulit dilakukan. Dengan penjelasan yang cukup dan model-model yang lebih sederhana kemudian guru mulai menyadari pembelajaran terintegrasi menjadi penting karena membuat belajar menjadi tidak terlalu abstrak. Anak akan lebih mudah mengkaitkan beberapa ilmu pengetahuan dengan lingkungan sekitar. Murid Kelas IV Terlihat pada Gambar sebelah kanan suasana murid Kelas IV SDN 01 Taman Kota Madiun ketika praktek memasak. Saat itu dicoba dikaitkan antara pelajaran IPS tentang pasar dan pemasaran dan Matematika yang harus meng-hitung rugi, laba dan prosentase, sekaligus pelajaran kertakes.

Peran Serta Masyarakat di Pembelajaran Dicoba-Coba.

Tampak pada foto sebelah bawah adalah suasana belajar tentang tertib lalu lintas di sekolah komplek SDN 03, 06, 08 Madiun Lor Kota Madiun.

Suasana belajar

Atas bantuan dari seorang wali murid dapat di-datangkan seorang polisi di kelas. Pembelajaran menjadi sangat menarik karena anak-anak dapat mempraktekkan langsung tentang rambu-rambu lalu lintas dan penjelasan tentang ketertiban langsung dari narasumber.

Kunjungan Studi Banding dari PEMDA Nganjuk.

Pada tanggal 30 Maret 2004, Dinas P & K Kota Madiun mendapat kunjungan dari PEMDA Nganjuk yang terdiri dari Dinas P & K Kabupaten Nganjuk, Wakil dari MKKS, Dewan Pendidikan dan BAPPEDA. Saat itu para tamu diajak meninjau langsung ke sekolah binaan yaitu SMPN 6, SMPN 11, SDN 05 Manisrejo, SDN 03 Kanigoro, dan SDN 03 Madiun Lor. Para tamu melihat langsung perubahan-perubahan yang terjadi di sekolah setelah mendapat binaan MBE dan berdialog langsung dengan Kepala Sekolah.

Wakil dari Dinas P & K Nganjuk

Foto atas: Salah seorang wakil dari Dinas P & K Nganjuk (Bapak Budi) ketika melihat kelas di SDN 05 Manisrejo. Mereka me-nyatakan terkesan dan akan belajar lebih banyak lagi agar dunia pendidikan di Nganjuk juga segera maju.

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID