Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

PASAR SEKOLAH DI BANYUWANGI

Ada "Pasar" Di SDN 2 Jajag

Pembelajaran tematik selama ini identik hanya untuk kelas awal (kelas 1 dan 2), dan akan sulit apabila diterapkan dikelas tinggi. Ibu Endang Suwarsih guru kelas 6 SDN 2 Jajag, Kec. Gambiran, Banyuwangi telah berhasil menerapkan pembelajaran tematik di kelas tinggi.

Salah satu kegiatan belajar mengajar yang cukup menarik diterapkan adalah mencoba mensimulasikan kegiatan pasar (jual beli, komunikasi, etika, hitung, strategi menarik pembeli, dsb.) di kelas.

Ibu Endang mengharapkan anak didiknya dapat melakukan kegiatan ekonomi dipasar mulai dari bagaimana mendapatkan bahan yang paling laku untuk dijual di sekolah, mengiklankan, menata barang dagangan yang menarik, melayani pembeli, memperoleh keuntungan yang wajar dan tidak rugi serta membukukan dalam kas yang benar dan membuat simpulan dari semua kegiatan yang telah dilakukan. Sebelum kegiatan ini dilaksanakan satu minggu sebelumnya anak diminta untuk mengamati kegiatan jual beli dimana saja khususnya di pasar.

Dari pengamatan itu siswa menjadi tahu apa yang harus dilakukan ketika kegiatan berlangsung. Karena yang menjadi konsumennya adalah seluruh warga sekolah (KS, Guru, siswa kelas 1 sampai dengan 6), mereka mendiskusikan apa yang akan dijual. Melalui kesepakatan bersama maka barang yang layak dijual adalah kue, buah, dan es buah.

Masing-masing kelompok (dalam satu kelas ada 3 kelompok) menentukan jenis kue, buah, dan es yang akan dijual sehingga tidak terjadi kesamaan, serta membagi tugas untuk memperolehnya. Untuk menarik pembeli mereka menulis iklan dan ditempel pada tempat strategis di sekolah. Tiap anggota kelompok memiliki tugas sendiri-sendiri ada yang menjadi penjual, kasir, bagian promosi, dan keamanan.

KKG dan MGMP Sekolah Binaan MBE

Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di sekolah binaan MBE baik kecamatan Banyuwangi dan Gambiran telah berjalan sesuai harapan. Berjalannya kegiatan ini tidak lepas dari telah terbentuknya paguyuban sekolah binaan MBE.

Pertemuan KKG dan MGMP merupakan mekanisme pendukung utama bagi para guru untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilannya dalam KBM. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan pada guru untuk:

  • Menerima "pelatihan" lebih lanjut untuk melengkapi apa yang telah diterima dalam pelatihan di tingkat kecamatan.

  • Membuat dan mencobakan bahan atau alat peraga dan alat bantu pengajaran yang akan dipergunakan di kelas masing-masing.

  • Secara formal mendiskusikan masalah yang dihadapi di kelas dan menerima saran-saran dari pemandu dan guru-guru lainnya.

Memantapkan hasil pelatihan PAKEM kecamatan di KKG dan MGMP sekolah binaan MBE Kecamatan Banyuwangi dan Gambiran. Serta mendiskusikan masalah-masalah yang dihadapi di kelas dan menerima saran-saran dan masukan antar guru.

Pada umumnya kegiatan KKG dan MGMP membahas masalah-masalah KBM misalnya persiapan untuk mengajar, termasuk membuat langkah-langkah KBM, membuat dan mengujicobakan alat bantu belajar, serta menerima saran-saran dari pemandu dan guru-guru lainnya.

Siswa menata dan mencatat
Lagi asyik membuat iklan
Melayani pembeli
Menghitung hasil penjualan
Ibu Endang Suwarsih

Gb.1 : Siswa menata dan mencatat (jenis, jumlah, harga jual dan beli dalam nota);
Gb.2: lagi asyik membuat iklan untuk menarik pembeli;
Gb.3: siswa yang akan membeli sedang membaca iklan yang terpasang di pintu masuk "pasar";
Gb.4: Melayani pembeli dengan ramah;
Gb.5: menghitung hasil penjualan (untung dan ruginya) diakhir kegiatan;
Gb.6: Ibu Endang Suwarsih guru kelas 6

Dalam pertemuan tersebut juga ada kesempatan bagi para peserta untuk menyampaikan masalah-masalah yang relevan untuk didiskusikan dalam kelompok. Dalam kegiatan KKG dan MGMP ini peran pemandu mata pelajaran cukup penting sebagai fasilitator dan nara sumber. Mereka harus melaksanakan peran tersebut dengan sebaik-baiknya.

Selain menyampaikan pengetahuan dan keterampilan, mereka sepatutnya memberikan dorongan kepada para peserta untuk mendiskusikan dan mengutarakan ide-ide yang datang dari para peserta sendiri. Selain dihadiri oleh guru kegiatan ini juga dihadiri oleh kepala UPTD dan pengawas kecamatan.

Siswa SMPN 1 Belajar Iklim Dan Cuaca Ke BMG

Beberapa kali siswa siswi SMPN 1 Banyuwangi diajak oleh guru untuk belajar langsung ke sumbernya. Salah satu kegiatan tersebut adalah belajar tentang iklim dan cuaca ke BMG (Badan Meteorologi dan Geofisika.

Petugas BMG menjelaskan beberapa jenis peralatan yang digunakan

Ibu Asrika guru mata pelajaran pengetahuan sosial mengajak siswa siswinya untuk menanyakan bagaimana terjadinya iklim dan cuaca serta peralatan apa saja yang digunakan untuk memantau dan mengukurnya serta bagaimana pengoperasian peralatan tersebut sekaligus pelaporannya. Kegiatan ini sangat menarik bagi guru dan siswa karena dapat langsung berinteraksi dengan ahlinya dan mengenal peralatan-peralatan pemantau serta pengukur iklim dan cuaca yang di sekolah tidak ada.

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID