|
Pertanyaan yang Menantang Siswa
Pentinglah dalam pelajaran kita mengajukan pertanyaan dan memberi tugas kepada siswa yang menantang mereka untuk berfikir. Waktu berkunjung ke SMP 3 Gombong, kami mengamati Bpk Gatot Suhardi mengajar IPS (kanan). Pelajaran yang cukup menarik dan mengaktifkan siswa telah diceritakan pada halaman 8. Pembelajarannya ten-tang Zone Eksklusif Ekonomi Indonesia, dan mungkin ada hubungan dengan peristiwa terakhir ini dengan Malaysia, di mana negara tersebut mau eksplorasi minyak di daerah yang dianggap masuk wilayah Indonesia.
Pada saat Pak Gatot mengajak siswa untuk berdikusi mereka diminta mengungkapkan perasaan mereka kalau negara lain mengambil sumber daya Indonesia. Sebenarnya pertanyaan ini kurang menantang siswa kelas 1. Jawaban pada umumnya hanya, 'kami merasa marah!' Lebih baik kalau pertanyaan lebih leluasa dan lebih menantang siswa. Usulan kami pada saat itu adalah anak ditanyakan:
Beberapa pemecahan yang mungkin diusulkan anak adalah:
Kalau guru merencanakan pembelajaran, sangat penting mengajukan pertanyaan yang mendorong mereka untuk berpikir dan memberi beberapa macam pertimbangan.
Kapan Kerja Kelompok, Kapan Individu?
Di daerah MBE sering terlihat anak mengerjakan tugas dalam kelompok. Tetapi di beberapa kelas telah diamati anak mengerjakan semua tugas dalam kelompok. Perlu diingat bahwa tidak semua tugas sesuai untuk dikerjakan dalam kelompok.
|
Yang sering terjadi dalam kelompok, satu anak menulis yang lain menjadi hanya penonton - lebih baik kalau semuanya menulis
|
Yang sesuai untuk dikerjakan dalam kelompok pada umumnya adalah diskusi pemecahan masalah atau melakukan percobaan. Tetapi kalau sampai menulis laporan atau cerita sebaiknya dikerjakan secara individu karena semua anak harus belajar keterampilan tersebut. Kalau anak menulis cerita atau laporan dalam kelompok, yang terjadi adalah satu anak menulis yang lain hanya sebagai penonton.
|
Memanfaatkan Guru yang Berbakat
Guru-guru di daerah MBE tahap ke-1 dan ke-2 telah dilatih beberapa kali, dan telah nampak di lapangan ada guru yang mulai menonjol dalam penerapan PAKEM. Guru ini perlu diidentifikasi dan dimanfaatkan untuk membantu guru lain. Pemanfaatan ada berbagai cara:
|
|
Guru lainnya berkunjung ke kelas guru tersebut dalam rangka studi banding atau yang sering lebih efektif magang selama waktu agak panjang (satu hari penuh atau beberapa hari.)
Guru menyusun contoh skenario pemebelajaran untuk disebarluaskan melalui gugus (KKG dan MGMP)
Ada beberapa contoh guru yang dapat menjadi contoh seperti ini.
Ibu Eny Priyantuti, guru kelas 2 di SD Beji 1, Batu telah membuat banyak skenario PAKEM dan lembar kerja sesuai skenario tersebut. Sebaiknya dia diundang ke KKG untuk menunjukkan bahan tersebut, serta bahan difotocopy untuk digunakan guru lainnya.
|
(1.): Ibu Eny Priyantuti mengajar tentang binatang di kelas 2 SD Beji 1, Batu
(2.): Hasil karya siswa yang ditulis di lembar kerja yang disiapkan Ibu Eny
(3.): Contoh skenario pembelajaran yang ditulis Ibu Eny, dengan menggunakan pola yang disarankan MBE. Kegiatan dibagi (i) kegiatan awal, (ii) kegiatan inti (di dalam gambar) dan (iii) penutup
|
Contoh lain ada di SD Kaweron 2, Talun, Blitar. Ibu Sri Suwarni, guru kelas 6 dan fasilitator daerah untuk Matematika melaksanakan kegiatan yang mendorong kreatifitas siswa dan cukup menantang mereka. Anak diminta antara lain belanja pakaian dari daftar harga sampai Rp.5 juta dengan diskon 15%.
|
(1.): Ibu Sri Suwarni guru kelas 6 SD Kaweron, Talun, Blitar di depan pajangan hasil karya anak
(2.): Hasil karya matematika belanja Rp.5 Juta
|
|
|