|
PEMBELAJARAN PAKEM DI BATU
|
Pembelajaran Matematik Kontekstual
Pak Andika guru SDN Songgokerto 03 mengembangkan pembelajaran matematik tentang berat. Pembelajaran matematik dengan kompetensi Mengukur Berat Benda di kelas III SDN Sumbergondo dilakukan dengan cara: (a) siswa melakukan praktik langsung melakukan pengukuran barang-barang kebutuhan sehari-hari (gula, beras, kacang, jagung, dsb), (b) dilakukan secara kelompok yang dilanjutkan dengan tugas-tugas individu, (c) dikaitkan dengan topik sebelumnya yaitu Mata Uang, dan (d) diberi permasalahan sehari-hari untuk dipecahkan misalnya dalam proses jual-beli.
|
Sedang praktik mengukur berat dengan timbangan. Insert: Pak Andika Guru SDN Sumbergondo 1 Batu
|
Pembelajaran tentang "Tsunami"
Tsunami yang telah meluluhlantakkan Aceh membuat siswa sekolah dasar di Batu tersentuh hatinya, terutama setelah melihat bagaimana penderitaan teman-temannya di Aceh. Siswa kelas III SDN Songgokerti 3 mengungkapkan dengan membuat kliping tentang tsunami di Aceh. Tampak dalam gambar, di sebelah bawah Selvyana dan Anggita siswa kelas III SDN Songgokerto 3 Batu memajangkan kliping tentang tsunami.
Sedangkan siswa kelas V SDN Tulungrejo 1 memberikan dukungan kepada saudara-saudara di Aceh dengan menulis puisi.
|
Puisi tentang Bencana Aceh (2.) karya Anisa dan Amalia siswa SD Tulungrejo 1 Batu (1.)
|
Akselerasi PAKEM melalui Guru Inti Sekolah.
Dinas Pendidikan Kota Batu merasa bahwa perkembangan PAKEM di sekolah-sekolah binaan perlu dipercepat.
|
Untuk mempercepat perkembangan PAKEM di sekolah-sekolah binaan, Dinas P dan K Kota Batu membentuk apa yang disebut dengan Guru Inti Tingkat Sekolah. Di setiap sekolah binaan dipilih dua guru untuk menjadi guru inti. Peran dari guru inti terutama adalah:
Menjadi motor pelaksanaan PAKEM di Sekolah-sekolah binaan
Sebagai "pelatih" bagi rekan-rekan guru di sekolahnya
Sebagai penghubung antara guru-guru di sekolah dengan fasilitator dalam komunikasi tentang PAKEM
Sebagai pendamping para fasilitator dalam pelatihan PAKEM
|
Workshop guru-guru inti SD (Gambar 1) dan guru-guru inti SMP yang sedang dikunjungi oleh Ketua DPRD Kota Batu Drs. H. Mashuri
|
Dalam rangka meningkatkan kemampuan guru inti dalam pem-belajaran PAKEM, maka telah dilaksanakan lokakarya guru-guru inti yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Batu, yaitu tanggal 7 Pebruari 2005 untuk guru-guru inti tingkat SD dan tanggal 8 Pebruari 2005 untuk guru-guru inti SMP. Dalam lokakarya tersebut dibahas tentang: (a) permasalahan dalam pelaksanaan PAKEM di sekolah serta pemecahannya, (b) modeling PAKEM, (c) Pengembangan PAKEM di sekolah. Sebagai fasilitator dalam lokakarya tersebut adalah para fasilitator MBE.
Sekolah Non-Binaan di Kota Batu tak mau ketinggalan
Peningkatan MBS dan PAKEM di SD binaan telah mendorong semangat SD non-binaan untuk menerapkan MBS dan PAKEM di sekolahnya. SD non-binaan secara bersama-sama telah melakukan Pelatihan Penyusunan RIPS dan RAPBS serta pelatihan PAKEM bagi guru-guru dan kepala sekolah di setiap kecamatan pada bulan Januari 2005. Pelatih dalam Pelatihan Penyusunan RIPS dan RAPBS serta Pelatihan PAKEM adalah para fasilitator kota Batu dan didampingi oleh konsultan nasional yaitu Bapak Supriono Koes Handayanto.
|
Atas: Pelatihan PAKEM sekolah non-binaan di Kec. Batu dibuka oleh Ibu Mistin Kabid Pendidikan dan Pengajaran.
Bawah: Suasana pelatihan
|
|