|
MBE-ku, Majulah Terus
Banyak perubahan yang sekolah rasakan dengan adanya Program MBE di Kabupaten Banyumas. Di SDN Pandansari, Kecamatan Ajibarang, ada pendapat optimis seperti dikatakan Kepala Sekolah (Bpk. Sugeng), "Sekolah saya benar-benar merasakan manfaat yang cukup besar dengan adanya program MBE ini. Komite Sekolah kami menjadi semakin peduli dengan sekolah, merasa semakin tergugah untuk memajukan sekolah". Salah satu wujud kepedulian ini adalah perencanaan pembangunan musholla sekolah.
Bapak Sugeng berfoto dengan dua rekan guru SDN Pandansari, di lokasi tempat musholla yang akan dibangun. Kepala Sekolah yang satu ini sungguh luar biasa semangatnya, walaupun menjabat Kepala Sekolah, beliau tidak segan-segan turun tangan membersihkan halaman sekolah, membetulkan meubelair yang rusak dan sebagainya.
SDN Pandansari memang belum memiliki tenaga kebersihan sendiri. Kerelaan dan keikhlasan Pak Sugeng merawat dan menjaga sekolahnya patut mendapat acungan jempol dan bisa dijadikan teladan bagi sekolah-sekolah yang lain. Adakah "Pak Sugeng Pak Sugeng" yang lain?
Keinginan yang begitu menggebu dari Guru Muda, di MTs Ma'arif NU Ajibarang, Bapak Wahab Isroni untuk melaksanakan PAKEM di sekolahnya, terwujud dengan pajangan-pajangan sederhana yang hanya menggunakan din-ding ruang belajar sebagai tempat menempelkan pajangan (bawah).
Beliau berpendapat bahwa apa saja yang bisa dimanfaatkan selagi tidak merugikan sekolah, kenapa tidak dimanfaatkan. Seperti dinding kelas, karena belum tersedia dana untuk membuat papan pajangan khusus, Bapak Wahab pun menempelkan hasil karya siswanya di dinding ruang kelas.
Dan ada beberapa kelas yang sudah dipasangi pajangan sederhana dengan menggunakan styrofoam yang beliau beli dengan uang sendiri. Hal ini menunjukkan pada kita semua bahwa setiap ada kemauan pasti ada jalan dan jangan menjadikan sesuatu sebagai kendala yang sebenarnya bisa diatasi.
Pihak-pihak yang terlibat dalam program MBE memang banyak dan ada sebagian pihak yang sekaligus menjadi tim sukses MBE di Kabupaten Banyumas. Kepala Dinas Pendidikan, Bapak Soetjipto DS, merasa berterima kasih sekali pada MBE yang sudah ikut membantu usaha Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam rangka peningkatan pendidikan dasar.
|
Diharapkan program MBE dapat terus berlanjut sampai kapanpun, tidak hanya sesuai perjanjian kontrak antara Pemda Kabupaten Banyumas dengan RTI. Tidak kalah penting perannya adalah fasilitator daerah yang berjumlah 12 orang. Mereka berperan sebagai motor penggerak pelaksanaan program MBE di Kabupaten Banyumas.
Ramainya Kelas-ku
Dengan dibawah pimpinan Ibu Hj. Munidah, SDN 2 Gambarsari, berusaha maju dalam pembelajaran dan pengelolaan sekolah. Awal program MBE menyentuh SDN 2 Gambarsari, kita belum melihat jelas bagaimana pembelajaran disana, bagaimana pengelolaan sekolah, dan seberapa besar peran serta masyarakat dalam memajukan sekolah.
Sekarang cobalah datang, kunjungi SDN 2 Gambarsari. Apa yang kita lihat akan cukup menjawab bah-wa kemauan sekolah itu untuk maju me-mang besar. Penerapan pembelajaran PAKEM sudah dapat dirasakan rohnya. Siswa merasa senang dengan cara belajar PAKEM, bisa diskusi dengan teman, bisa melihat karya teman, dan merasa tidak didikte guru.
Kita lihat gambar diatas, ada pajangan hasil karya siswa. Setiap siswa bisa saling menilai pekerjaan teman-teman sekelasnya. Hal ini memberi pengaruh baik bagi siswa. Siswa yang hasilnya bagus akan merasa mendapat penghargaan karena hasilnya dapat dilihat semua orang. Sedang siswa yang hasilnya kurang, diharapkan akan berusaha memperbaiki diri dengan belajar dan belajar.
Ada Apa Dengan SDN 3 Pancasan ?
Apapun bisa dijadikan sebagai sumber pembelajaran, tidak hanya buku seperti pandangan orang pada umumnya. Seperti Bapak Dodik, Guru SDN 3 Pancasan Kecamatan Ajibarang, yang kreatif dengan menjadikan pengalaman siswa sebagai sumber pembelajaran.
Siswa maju di depan kelas untuk menceritakan pengalamannya yang paling berkesan selama ini.
Siswa lain menanggapi dan memberikan komentar atas cerita salah satu temannya. Siswa ini contoh dari beberapa siswa yang menyampaikan cerita pengalamannya.
Dia menceritakan kisah sedih yang dialaminya ketika kakek yang dia sayangi meninggal. Karena penghayatan atas pengalamannya, siswa ini sampai menangis terisak-isak di depan kelas, sehingga dia tersendat-sendat menyampaikan kisah sedihnya.
Tema ini bertujuan untuk melatih mental siswa dan juga kemampuan untuk menceritakan kembali peristiwa yang pernah dialami.
Disamping itu juga dapat dijadikan sebagai alat pembelajaran bagaimana cara menyusun kalimat agar mudah dipahami orang lain. Masih banyak contoh pembelajaran yang bisa diterapkan untuk membangkitkan kreatifitas siswa, untuk itu dibutuhkan kreatifitas gurunya juga.
Di semua kelas di SD3 Pancasan sudah ada pajangan hasil kerja siswa. Di beberapa kelas hasil tersebut disimpan dalam tas sebagai portfolio -
|