|
MBE Gairahkan KKG di Ambal
Pada waktu lalu, ketika MBE belum masuk dan memberikan pelatihan di wilayah Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, boleh dikatakan kegiatan KKG di sana bagaikan pepatah 'mati enggan hidup tak mau". KKG berjalan berdasarkan instruksi dari pengawas ataupun Kepala Cabang Dinas P dan K. Kegiatannya pun tak jauh dari mendengarkan pidato pengarahan dari para pejabat atau kalaupun ada penularan hasil penataran, hanya disampaikan secara teoritis dengan metode ceramah.
|
Ibu Handayani, Fasilitator Daerah dan Guru kelas tinggi SDN 1 Ambalremi sedang modeling PAKEM pada acara kegiatan KKG di gugusnya.
|
Rasanya tidak berlebihan jika rekan-rekan guru beranggapan bahwa KKG lebih sebagai "arena kumpul-kumpul" yang kurang bermanfaat. Akibatnya banyak guru yang enggan menghadiri KKG.
Guru-guru dari sekolah lain melihat secara langsung bagaimana teman-teman guru SDN I Ambal Resmi ber-PAKEM, setelah itu mereka mendiskusikannya. Dari kegiatan ini rekan-rekan guru termotivasi untuk mengembangkan PAKEM di kelas masing-masing.
Sejak MBE masuk ke Ambal, fenomena tersebut sedikit demi sedikit bergeser. Kegiatan KKG sudah tidak lagi sebagai arena lomba pidato, namun lebih sebagai forum tukar pengalaman atau ngangsu kawruh.
Guru-guru berdiskusi mengenai berbagai hal berkaitan dengan pelaksanaan tugas, salah satunya tentang penerapan PAKEM. Untuk memperoleh gambaran yang lebih konkrit mengenai PAKEM, beberapa waktu lalu guru-guru dari SD Negeri I Ambal Resmi (yang termasuk SD binaan MBE) diminta melakukan modeling, yaitu memberi contoh pembelajaran PAKEM. Ternyata PAKEM tak sesulit yang mereka bayangkan. Kuncinya adalah kemauan dan keberanian mencoba untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.
Ibu Sri Kuati, S.Pd. salah seorang pengawasTK/SD Ambal yang sempat dihubungi Suara MBE menyambut baik kegiatan tersebut dan mendorong agar pada saat-saat mendatang kegiatan KKG seperti itu lebih diintensifkan lagi guna meningkatkan profesionalisme guru.
Melihat kenyataan ini agaknya tidak berlebihan pula jika Drs. Eno Syafrudin, ketua Komisi A DPRD Kabupaten Kebumen memberikan keterangan bahwa masuknya MBE ke Kabupaten Kebumen merupakan sebuah pencerahan atau renaissance bagi dunia pendidikan, khususnya pendidikan dasar di wilayah ini.
Beliau berharap agar kegiatan seperti ini tidak berhenti manakala proyek MBE berakhir, namun tetap ditindak lanjuti dan dikembangkan oleh seluruh stakeholder pendidikan di Kabupaten Kebumen.
Siswa Tertarik RAPBS!
Tidak hanya orang tua siswa yang tertarik perencanaan sekolah. Di sebelah kanan Aim, siswa kelas 6 MIS Kalitengah, Gombong, Kebumen juga melihat RIPS dan RAPBS yang dipajangkan di sekolahnya.
SDN 5 Gombong
Paguyuban Orang-tua Murid (POM) SDN 5 Gombong telah terbentuk tanggal 6 November 2004. Rapat dipimpin oleh Kepala Sekolah Ibu Kresniwiyati, S.Pd, didampingi Pengurus Komite Sekolah yang diketuai oleh Bapak Sukarmo. POM aktif di semua kelas. Mereka antara lain membantu guru melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
|
|
1. Bpk Sukarmo, Ketua Komite Sekolah, Bpk Sukarjono, Anggota Komite, Ibu Sri Sukarti, Guru Kelas 5, Ibu Kapti Astuti, Ketua Paguyuban Orang Tua dan Ibu Subarkah, anggota paguyuban yang membantu di kelas 5
2. Bahkan ada nenek, Ibu Marto Payitno membantu di kelas 1
3. Ibu Munijah, orang tua membantu anak kelas 4 meneliti obat-obatan
4. Hasil karya penelitian obat-obatan
5. Motornya perubahan di SD5 Gombong adalah kepala sekolah, Ibu Kresni-wiyati. Di foto beliau menunjukkan RAPBS yang terpajang di luar kantor.
|
Di bawah pimpinan ke-pala sekolah Ibu Kresni-wiyati, yang juga fasi-litator daerah, PAKEM nampak di semua kelas pada saat kunjungan ke SD 5 Gombong.
Pembelajaran Kontekstual di SMP3 Gombong
Pembelajaran IPS di SMP3 Gombong yang diberikan Bpk Gatot Suhardi sudah tidak lagi bersifat ceramah dan latihan. Sekarang beliau mengajak anak untuk mendiskusikan isu-isu sosial. Pada saat kunjungan kami ke kelas anak sedang mendiskusikan Zone Eksklusif Ekonomi Indonesia yang terletak sampai 200 mil dari pantai Indonesia, dan hak penggunaan sumber daya yang ditemukan di situ.
Pada saat mengamati pembelajaran tersebut ada beberapa komentar tentang pertanyaan yang diajukan kepada siswa. Kasus ini dibahas lebih lanjut pada halaman 15.
|