Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

DARI PROBOLINGGO

Kemandirian Cabang Dinas Krucil

Krucil merupakan sebuah kecamatan yang terletak kurang lebih 45 Km dari Kota Probolinggo dengan ketinggian 1000 m di atas permukaan laut. Untuk sebuah daerah kecamatan yang cukup jauh dari pusat kota, Kecamatan Krucil merupakan daerah yang tergolong daerah minus, dimana kebanyakan penduduknya mempunyai mata pencaharian sebagai buruh atau pedagang. Sebagaian besar penduduk krucil dari etnis Madura.

Bapak Ngadirin,Bpk Eddy dan Bpk Asmad

Bapak Ngadirin (kanan) berdiskusi dengan DC Probolinggo, Bpk Eddy Budiono (tengah)dan fasilitator daerah Bpk Asmad Hartono (kiri)

Dengan memanfaatkan ide atau gagasan yang mereka terima selama mengikuti pelatihan yang didukung MBE, Kepala Cabang Dinas Krucil, Bpk Ngadirin dan stafnya mengembangkan berbagai program kegiatan. Mereka memanfaatkan tenaga setempat baik guru, kepala sekolah, pengawas atau bahkan kepala cabang sendiri yang telah dilatih bertindak sebagai fasilitator.

Program-program pengembangan yang telah disusun dan dilaksanakan antara lain:

  1. Pelatihan penyusunan RIPS dan RAPBS untuk semua sekolah di kecamatan

  2. Pelatihan PAKEM dan pemetaan kurikulum 2004 bagi semua guru dan kepala sekolah

  3. Program studi banding ke sekolah yang lebih maju di dalam kecamatan sendiri atau ke luar kecamatan

  4. Program magang bagi guru ke sekolah yang lebih maju di luar dan dalam kecamatan

  5. Program pendampingan yang dilakukan oleh Pengawas dan Kepala Cabang Dinas ke sekolah, KKG dan KKKS

  6. Program kerja sama dengan dunia usaha untuk meningkatkan mutu pembelajaran

Khusus program kerja sama dengan dunia usaha kini paling sedikit terdapat tiga pengusaha di krucil yang telah bersedia tempatnya dijadikan sebagai sumber belajar bagi siswa. Bahkan mereka bersedia dipanggil oleh sekolah sebagai nara sumber.

Kebangkitan MI Tarbiyatul Islam dan MI NU, Kraksaan

MI-Nahdlatul Ulama dan MI Tarbiyatul Islam di Kecamatan Kraksaan (MI binaan MBE) menjadi inisiator untuk pembaharuan khususnya bagi MI di wilayah Kecamatan Kraksaan dengan melakukan diseminasi ide atau gagasan yang mereka terima selama pelatihan atas dukungan MBE.

Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa perubahan yang telah terjadi di MI NU dan MI Tarbiyatul Islam setelah mereka bekerja sama dengan MBE sangat signifikan dibanding sebelumnya.

Fasilitator kabupaten yang melakukan program pendampingan di madrasah memberikan dukungan tambahan bagi guru dan kepala sekolah sehingga kompetensi baik siswa, guru ataupun kepala sekolah semakin bertambah. Salah satu kegiatan yang menarik di MI Tarbiyatul Islam adalah refleksi bersama.

Pada saat pembelajaran berlangsung kegiatan direkam melalui kamera video. Setelah pembelajaran selesai refleksi dilakukan dengan menyaksikan hasil rekaman secara bersama-sama antara guru dan siswa. Dengan cara semacam ini celah-celah atau

kekurangan yang terjadi selama pembelajaran dapat dengan mudah diketahui dan diperbaiki. Disisi lain siswa dapat mengetahui dengan jelas kelebihan dan kekurangan performan mereka selama pembelajaran berlangsung. Dengan refleksi bersama maka permasalahan yang sering muncul seperti:

  1. Strategi apa yang harus dilakukan guru untuk mengaktifkan siswa mengingat kemampuan siswa beragam

  2. Kesulitan guru dalam menyediakan media pembelajaran akan dapat diatasi dengan mudah.

Pembelajaran dengan PAKEM
Guru bersama siswa

1. Pembelajaran dengan PAKEM telah menjadi keharusan di MI NU
2. Guru bersama siswa merefleksikan hasil pembelajaran mereka dengan menyaksikan rekaman video di televisi

Di lain pihak siswa akan menyadari kekurangannya seperti siswa yang sebelumnya takut untuk berkomunikasi (lebih banyak diam) akan mulai berani mengambil inisiatif berbicara dan mengungkapkan pikirannya pada saat diskusi, siswa yang tadinya pasif di kelas dapat berubah menjadi lebih aktif.

Pertemuan Kepala Sekolah, Pengawas Dan Kepala Cabang

Disela-sela pelatihan SD/MI binaan MBE di Kecamatan Krucil, kepala sekolah, pengawas dan kepala cabang dinas melakukan pertemuan dengan materi pembicaraan tersendiri.

Pertemuan ini difasilitasi oleh Suyitno yang kebetulan juga seorang Kepala Sekolah SD Ngepung di Kecamatan Sukapura. Beberapa hal pokok yang dibicarakan dalam pertemuan adalah :

  • Bagaimana KS dapat meningkatkan kinerja guru dan siswa

  • Bagaimana peran masyarakat dapat lebih dioptimalkan

  • Bagaimana kerjasama antar KS binaan dapat ditingkatkan

  • Bagaimana pengimbasan dapat dilakukan dengan cara yang lebih efektif dan efisien

  • Bagaimana kualitas pembelajaran di kelas dapat ditingkatkan

Dalam pertemuan tersebut masing-masing kepala sekolah menyadari arti strategisnya posisi mereka dalam meningkatkan kualitas pendidikan di lembaganya.

Kepala Cabang Dinas, Pengawas dan Kepala Sekolah berdiskusi dalam pertemuan kepala sekolah di Krucil

Kerja sama antar kepala sekolah memberikan kontribusi yang tidak sedikit dalam upaya peningkatan mutu. Juga dalam pertemuan dibahas peluang untuk melakukan kerja sama dengan pihak dunia usaha dan pemerintah daerah kecamatan.

Yang sangat menarik dalam pertemuan ini adalah antusiasme sekolah imbas (SD Betek III dan SD Krucil I). Mereka memandang bahwa kegiatan yang dilakukan sekolah binaan MBE merupakan solusi untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Oleh sebab itu mereka juga mengirimkan guru-gurunya dalam pelatihan yang diselenggarakan sekolah binaan MBE.

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID