Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

Sekolah Kuno Pembelajaran Up-to-date

SDN Ambalresmi 1 mungkin adalah sekolah MBE yang paling tua usianya karena berdiri sejak 1 Mei 1869 dan masih bisa dilihat daftar siswa dari tahun tersebut. Meskipun gedung sekolah kuno – kayunya masih asli dari tahun 1869 – pembelajarannya sangat up-to-date.

Buku Induk Pertama

Ibu Handayani, guru kelas 6, merancang banyak kegiatan belajar secara aktif. Dalam salah satu kegiatan belajar, para siswa mengunjungi ladang semangka untuk menyimak penjelasan dari petani tentang penanaman semangka. Kemudian anak-anak membuat buku tentang semua hal yang mereka pelajari. Buku yang ada di foto samping kanan ini cukup panjang dan teknis, sesuai dengan kemampuan dan pemahaman anak kelas 6.

Komentar: Tugas mencari informasi tentang semangka dari petani menarik bagi anak dan tuntutan guru sesuai denan kemampuan kelas 6. Anak bersemangat menulis laporannya antara lain karena diberi kebebasan untuk merancang buku sendiri.

Anak SD Mampu Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

Selain mata pelajaran pokok Ibu Handayani juga mengajar Bahasa Inggris. Waktu Pak Stuart, Pemimpin Program MBE ke Ambal beliau diberi tulisan anak dalam Bahasa Inggris yang ditunjukkan di bawah ini.

Komentar: Dalam pelajaran Bahasa Inggris anak belajar menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi. Mereka menggunakan bahasa Inggris untuk menyampaikan pendapatnya. Seringkali kemampuan anak hanya terbatas kepada beberapa kalimat seperti, ‘My name is…’, dan jarang mampu berkomunikasi seperti dalam tulisan dalam foto di samping ini.

Anak belajar tentang penanaman semangka
Hasil Karya Rahyu

Hasil Karya Rahyu

1.Buku Induk pertama SD Ambalresmi 1 – catatan murid dari tahun 1869
2.Anak belajar tentang penanaman semangka langsung dari petani.
3.Ibu Handayani, guru kelas 6 (kedua dari kiri) mendengarkan cerita dari petani.
4.Hasil karya Rahyu, anak kelas 6. Dia membuat buku 6 halaman tentang kunjungan ke lahan semangka


Tulisan Siti Nur Jannah

Anak kelas 6 sedang berbicara Bahasa Inggris

a.: Tulisan Siti Nur Jannah dalam Bahasa Inggris
b.: Anak kelas 6 sedang berbicara Bahasa Inggris dengan Bpk Stuart

Ibu Handayani, guru kelas 6

Pembelajaran Bahasa Melalui Origami

Oleh Susanto, Pengawas TK/SD Banyuwangi – foto di bawah

Masing-masing siswa diberikan 2 lembar kertas (atau menggunakan kertas mereka sendiri). Mereka melipat-lipat satu lembar kertas sehingga tercipta suatu bentuk tertentu yang menarik, lucu, atau indah (Seni Origami). Bentuk yang dibuat terserah kemampuan siswa. Sesudah selesai dibuat, para siswa mengurai kembali lipatan tersebut sehingga menjadi bentuk selembar kertas, tetapi sudah ada bekas-bekas lipatan padanya.

Dengan mengamati lipatan yang masih tampak, dan mengingat-ingat kembali proses pelipatan yang dilakukan, para siswa menuliskan kembali langkah demi langkah (prosedur) pembuatan lipatan tersebut sehingga kalau orang lain mengikuti langkah-langkah tersebut akan diperoleh hasil lipatan seperti yang dibuat semula.

Sesudah selesai dibuat langkah-langkah atau prosedurnya, para siswa bertukar prosedur pembuatannya (utamanya mereka yang menghasilkan lipatan yang tidak sama), dan masing-masing siswa menjalankan selangkah demi selangkah hal-hal yang telah tersedia di dalam prosedur tersebut dan mengamati hasil yang bisa diperoleh. Para siswa selanjutnya mengadakan diskusi atau tanya jawab untuk memeriksa apakah hasil yang diperoleh memang sesuai dengan yang diharapkan atau tidak.

Mereka juga perlu mendiskusikan bagaimana memperbaiki atau merevisi prosedur tersebut agar lebih komunikatif dan lebih bermakna. Para siswa memajangkan hasil karya (lipatan) yang telah berhasil dibuat berikut petunjuk yang telah diperbaiki. Terakhir, para siswa merenungkan kembali kegiatan atau pengalaman belajar yang telah dilalui dan menuliskannya pada buku jurnal mereka. Perasaan pada saat melaksanakan kegiatan tersebut juga dituliskan.

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID