|
Pembelajaran Bahasa Melalui Origami
Oleh Susanto, Pengawas TK/SD Banyuwangi foto di bawah
Masing-masing siswa diberikan 2 lembar kertas (atau menggunakan kertas mereka sendiri). Mereka melipat-lipat satu lembar kertas sehingga tercipta suatu bentuk tertentu yang menarik, lucu, atau indah (Seni Origami). Bentuk yang dibuat terserah kemampuan siswa.
Sesudah selesai dibuat, para siswa mengurai kembali lipatan tersebut sehingga menjadi bentuk selembar kertas, tetapi sudah ada bekas-bekas lipatan padanya.
|
Dengan mengamati lipatan yang masih tampak, dan mengingat-ingat kembali proses pelipatan yang dilakukan, para siswa menuliskan kembali langkah demi langkah (prosedur) pembuatan lipatan tersebut sehingga kalau orang lain mengikuti langkah-langkah tersebut akan diperoleh hasil lipatan seperti yang dibuat semula.
Sesudah selesai dibuat langkah-langkah atau prosedurnya, para siswa bertukar prosedur pembuatannya (utamanya mereka yang menghasilkan lipatan yang tidak sama), dan masing-masing siswa menjalankan selangkah demi selangkah hal-hal yang telah tersedia di dalam prosedur tersebut dan mengamati hasil yang bisa diperoleh. Para siswa selanjutnya mengadakan diskusi atau tanya jawab untuk memeriksa apakah hasil yang diperoleh memang sesuai dengan yang diharapkan atau tidak.
Mereka juga perlu mendiskusikan bagaimana memperbaiki atau merevisi prosedur tersebut agar lebih komunikatif dan lebih bermakna. Para siswa memajangkan hasil karya (lipatan) yang telah berhasil dibuat berikut petunjuk yang telah diperbaiki.
Terakhir, para siswa merenungkan kembali kegiatan atau pengalaman belajar yang telah dilalui dan menuliskannya pada buku jurnal mereka. Perasaan pada saat melaksanakan kegiatan tersebut juga dituliskan.
|