Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

Guru SDN Punten 1, Batu Membuat Pajangan

Tidak mau ketinggalan dengan murid-muridnya, guru-guru di SD Negeri Punten 1 Kecamatan Bumiaji Kota Batu membuat pajangan. Hasil kerja para guru seperti Rencana pembelajaran dan program Mingguan dipajang di ruang guru. Menurut Ibu Sulasmi, Kepala SDN Punten 01, pajangan ini bermanfaat bagi guru karena
(1) memotivasi guru-guru untuk lebih aktif mengembangkan PAKEM,
(2) Para guru dapat saling belajar untuk mengembangkan PAKEM di kelasnya masing-masing, dan
(3) Kepala Sekolah dapat memonitor persiapan guru-guru.

Pajangan Guru

KKG IPA di Kota Batu Membahas Masalah Penilaian

Sekolah-sekolah binaan MBE yang telah menggunakan Kurikulum 2004 ingin maju lebih cepat. Setelah sekolah-sekolah mengembangkan PAKEM menggunakan Kurikulum 2004, mereka ingin segera mengetahui bagaimana cara memberikan penilaian khususnya dalam pembelajaran IPA.

KKG IPA di Gugus 2 Bumiaji

KKG IPA di Gugus 2 Bumiaji

KKG IPA yang khusus membahasa masalah penilaian ini telah dilaksanakan selama bulan Aprili 2005 di tiga gugus, yaitu Gugus 2 Kecamatan Bumiaji, Gugus 1 Kecamatan Batu, dan Gugus 1 Kecamatan Junrejo.

Dalam KKG tersebut guru-guru telah mengembangkan penilaian pembelajaran IPA dengan PAKEM dengan menggunakan format penilaian seperti tes, peta konsep, proyek, observasi, tes keterampilan IPA, dan tes sikap IPA. Di sebelah bawah adalah contoh tabel untuk merekam hasil penilaian dalam satu kompetensi dasar.

Pembelajaran PAKEM

Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM), bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih menyenangkan dengan menyiapkan siswa memperoleh keterampilan, pengetahuan, dan sikap, guna mempersiapkan kehidupan masa depannya. Di dalam PAKEM guru-guru dapat mengembangkan strategi pembelajaran yang berbeda-beda, termasuk pembelajaran yang interaktif.

Dalam kelompok dan tugas-tugas praktik (percobaan) yang lebih banyak dilakukan, siswa diharapkan dapat berfikir lebih banyak untuk dirinya sendiri. Para siswa juga diberi kesempatan untuk menulis dengan menggunakan bahasanya sendiri, dan bukan sekedar menyalin dari papan tulis atau buku. Lingkungan kelas dirancang sedemikian rupa sehingga dirasakan lebih “bersahabat”, artinya dapat digunakan sebagai sumber belajar misalnya dengan menyiapkan pajangan hasil karya siswa, menyediakan alat peraga yang menarik serta buku acuan di sudut kelas.

Guru dalam PAKEM berfungsi sebagai fasilitator yang berperan merancang, mengelola, membimbing dan mengarahkan siswa sesuai dengan kompetensi yang akan kita tuju. Guru juga harus memperhatikan semua siswa tanpa membedakan latar belakang, maupun tingkat kemampuan masing-masing siswa. Suyanto, S.Pd

PAKEM dalam penerapan di kelas, tentu tidak serta merta berhasil. Alasan para guru biasanya menyalahkan kemampuan siswa yang minim, sarana prasarana tidak ada, personal sekolah kurang mendukung, dsb. Dari alasan tadi cobalah memulai dari sekarang, dari diri sendiri, dan mulailah dengan hal-hal yang kecil.



Oleh Suyanto, S.Pd. Fasilitator MBE Kab. Banyumas


Kami menunggu cerita Anda dari daerah MBE tentang inovasi atau isu pendidikan baik di tingkat sekolah, masyarakat, maupun kabupaten/ kota. Kirimkan kepada kami di Jakarta untuk Suara MBE. Bila disertai foto, lebih bagus. Kirimkan melalui pos, fax atau e-mail. Alamat, nomor fax, dan e-mail ada pada halaman belakang.

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID