Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

Pameran Pendidikan Kebersamaan untuk Maju di Banyumas

Belum lama ini di Kecamatan Kebasen, Banyumas telah diadakan Pameran Pendidikan, tepatnya pada tanggal 2-3 Mei 2005. Pameran ini dimotori oleh seluruh sekolah binaan MBE di Kecamatan Kebasen. Penyelenggara Pameran adalah fasilitator dan anggota PGRI Kecamatan.

Peserta pameran adalah seluruh sekolah yang ada di Kecamatan Kebasen, dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga SMP, dengan dukungan dan keterlibatan langsung dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan, Bapak Edy Raharjo (sekarang dipindahtugaskan ke Kecamatan Banyumas) dan seluruh aparat pemerintahan di Kecamatan Kebasen, dari RT sampai camat. Acara diawali dengan upacara bendera memperingati hari Pendidikan Nasional dengan Pembina Upacara Bapak Camat, kemudian dilanjutkan pawai menuju tempat pameran, yaitu di komplek SDN Bentul.

Pameran dibuka oleh Kepala TU Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Bapak Eko Sumaryono. Pameran yang pada mulanya akan diadakan secara sederhana, mengingat keterbatasan dana, pada akhirnya dapat dilaksanakan dengan meriah karena kegigihan Panitia dalam mencari sponsor.

Beberapa sponsor diantaranya adalah salah satu lembaga bimbingan relajar dan dealer sepeda, dan masih ada beberapa lembaga sponsor lainnya. Keberhasilah pameran ini tidak terlepas dari semangat kebersamaan seluruh lapisan masyarakat, baik dari unsur pendidikan, unsur pemerintah, maupun unsur masyarakat itu sendiri.

Tampak pada gambar 1 kiri Bapak Eko Sumaryono diiringi rombongan panitia penyelenggara pameran memasuki lokasi. Materi pameran adalah hasil karya siswa dan guru baik berupa hasil pembelajaran ilmiah maupun keterampilan, seperti terlihat pada gambar 2, yaitu beberapa hasil karya siswa berupa alat peraga.

Salah satu materi lainnya adalah gelar seni yang menampilkan siswa perwakilan dari seluruh sekolah di Kecamatan Kebasen, seperti penampilan dalang cilik dari SDN Randegan, pada gambar 3, yang dibina oleh Bapak Sunaryo, salah satu Guru berprestasi di Kabupaten Banyumas. Pada gambar 4 tampak betapa arena pameran dipadati pengunjung yang ikut meramaikan pameran.

Bapak Eko Sumaryono diiringi rombongan panitia
Beberapa hasil karya siswa
Yang dibina oleh Bapak Sunaryo
Arena pameran dipadati pengunjung

MI Bentul, Banyumas Bertekad untuk Maju

Salah satu tujun dari program MBE adalah meningkatkan efisiensi pe-manfaatan sumber daya pendidikan, kegiatan pemetaan, dan pendataan sekolah di Kecamatan binaan MBE untuk menunjang tujuan tersebut. Ibu Umi Khaedaroh MI Bentul, Banyumas adalah salah satu sekolah binaan MBE yang mempunyai 123 siswa di bawah pimpinan Bapak Chusnan dan didukung oleh 6 orang tenaga pengajar, yang terdiri atas 2 tenaga guru PNS dan 4 guru Wiyata.

MI Bentul memiliki tekad untuk maju dan haus ilmu, apalagi keberadaan MI ini, berdekatan dengan SDN Bentul yang sudah masuk 6 besar tingkat Nasional. Tapi MI Bentul tidak berkecil hati justru itu sebagai pemicu untuk lebih giat lagi supaya jangan sampai jauh tertinggal.

MBS dan PAKEM sudah mulai diterapkan di MI ini. Dari hasil binaan MBE ini juga, perubahan tampak begitu nyata. Guru-guru kelas membentuk paguyuban wali murid yang mempunyai program antara lain ikut membantu dalam proses KBM dan menjadi guru intip. Ternyata respon dari orang tua di luar dugaan. Paguyuban kelas juga membantu dalam pengumpulan dana untuk melengkapi kelengkapan kelas masing-masing, diantaranya almari, papan pajangan, tempat porto polio, dan lain-lain.

(ditulis oleh Ibu Umi Khaedaroh, guru MI Bentul – foto di atas)

Manfaatkan Waktu Libur untuk Belajar

Saat liburan sekolah ini di SDN Bentul, Kecamatan Kebasen, Banyumas sedang dilaksanakan KKG dengan peserta seluruh guru SD/MI sekolah binaan MBE. Hal ini bermula dari gagasan fasilitator di Kecamatan Kebasen untuk membentuk KKG khusus sekolah binaan MBE sebagai ajang belajar bersama para guru.

Biasanya libur sekolah bagi guru adalah waktu untuk berlibur juga. Namun demikian, karena keinginan untuk belajar yang luar biasa, maka Fasilitator dan Kepala Sekolah binaan MBE di Kecamatan Kebasen merencanakan kegiatan KKG pada awal libur sekolah. KKG ini diisi dengan materi pemantapan PAKEM dan Sosialisasi Kurikulum 2004 bagi guru-guru sekolah binaan. Acara dibuka oleh Kepala Unit Pendidikan Kecamatan yang baru, Bapak Sunaryo. Bapak Sunaryo berharap Program MBE dapat meluas keseluruh sekolah di Kecamatan Kebasen. Hal ini sudah dimulai melalui KKG Gugus. Setiap ada acara KKG pada suatu Gugus, Guru Sekolah Binaaan didampingi Fasilitator menularkan ilmu kepada guru-guru lain diluar sekolah binaan MBE.

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID