Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

SD Ploso I, Pacitan

Perubahan dalam pembelajaran sudah mulai dilaksanakan di SD Ploso I meskipun guru-guru belum dilatih secara formal. Memang pengelolaan meja siswa sudah berubah, sehingga anak banyak bekerja secara kooperatif. Di semua kelas juga ada pajangan. Perubahan sudah lebih mendalam - menyangkut cara anak belajar. Waktu kami masuk kelas 6 anak sedang belajar IPA melalui kegiatan praktik. Mereka mengukur denyut nadi sebelum dan sesudah mereka lari di tempat, kemudian mencatat dan mendiskusikan data yang diperoleh. Gurunya, Ibu Sutarmi, lebih sebagai fasilitator di kelas, sambil memonitor kegiatan anak, ikut berdiskusi, dan memberi masukan kepada anak sesuai kebutuhan masing-masing.

Hasil Karya Siswa
1. Anak kelas 6 lari di tempat untuk mengukur denyut nadi
2. Anak mendiskusikan hasil pengumpulan data dan menyusun laporan
3. Salah satu siswi bernama Vera melaporkan hasil percobaan kepada teman-temannya di kelas 6.
4Hasil karya siswa.

SD Sidoharjo I, Pacitan

Beberapa kelas di SD Sidoharjo I sudah mulai berubah dalam hal pengelolaan siswa dan pajangan hasil karya siswa. Komite Sekolah sudah aktif membantu pengembangan fisik sekolah.

1. Kepala Sekolah, Bp.Andung Sutadi, menunjukkan pajangan hasil karya siswa yang disusun di luar ruang kelas
2. Ketua Komite Sekolah, Bp. Muhamad Saringat berdiskusi dengan koordinator MBE Jawa Timur Bp. Asari pada saat kunjungan ke SD Sidoharjo I

SD Islam Al-Khairiyah, Banyuwangi Menggeliat MBS

Al-Khairiyah adalah salah satu sekolah binaan MBE yang satu-satunya berstatus sekolah swasta di Banyuwangi. Dengan jumlah siswa 435 orang dengan 11 rombongan belajar (kelas 1 s.d. 5 masing-masing 2 rombel dan 1 rombel untuk kelas 6), SD yang dipimpin oleh Bpk. Moh. Samsul Huda ini bertekad mewujudkan Manajemen Berbasis Sekolah (Manajemen Sekolah; Peran Serta Masyarakat; dan Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan). Langkah yang dilakukan sejak pertengahan Juni 2003, yaitu: sosialisasi ditingkat guru dan komite untuk merencanakan dan menata tata ruang pendidikan terutama perihal MBS, perbaikan praktik pembelajaran dan peningkatan peran serta masyarakat.

Sebagai awal dan uji coba PAKEM, pembelajaran SD Islam metode ceramah atau klasikal telah dikurangi, dan lebih mengaktifkan siswa untuk bekerja secara kelompok dalam memecahkan permasalahan yang diberikan guru, dan guru bertindak sebagai fasilitator. Ternyata metode ini sangat disukai anak, untuk lebih menimbulkan suasana menyenangkan, hasil karya anak baik individu maupun kelompok (sementara kelompok) mulai dipajangkan di kelas.

Di sekolah ini juga diterapkan menu pagi. Sebelum pulang sekolah anak membuat soal yang akan menjadi menu pagi. Soal-soal tersebut akan dijawab oleh siswa lain kemudian dikoreksi dan dinilai oleh sipembuat soal. Dengan metode ini anak mau tidak mau harus membaca dan mempelajari dulu materi yang akan dijadikan soal yaitu membuat pertanyaan (soal) sekaligus jawabannya.

POM (Paguyuban Orang Tua Murid) di tiap-tiap kelas sangat membantu dalam pengadaan kekurangan sarana penunjang kegiatan belajar mengajar yang ada di kelas, misalnya sudut baca.

Gambar 1 2 3
1. Sudut Baca sebagai pendukung PAKEM
2. Penataan tempat siswa belajar tidak konvensional lagi
3. Dengan kelompok, anak lebih mudah memecahkan permasalahan yang ada


Dengan adanya POM sedikit demi sedikit orangtua mulai diajak ke kelas, dan diminta bantuan pemikiran dan pemecahan terhadap apa saja yang perlu dan dibutuhkan kelas untuk menunjang pelaksanaan PAKEM. Bantuan pemikiran oleh komite dan orangtua murid sudah berjalan dengan baik. Salah satu wali murid, Bapak Bambang Lukito, yang juga menjadi Ketua Komite di SD Islam Al-Khairiyah memiliki pengalaman belajar dan studi banding pelaksanaan MBS di beberapa negara, yaitu: Australia, Singapura, dan Malaysia. Dari pengalaman ini beliau mencoba menularkan kepada seluruh komponen sekolah dan masyarakat yang ada di lingkungan sekolah. Hal tersebut mendapat dukungan dari semua pihak karena ujung dari semua itu adalah peningkatan mutu pendidikan.

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID